Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Dituding Antek Asing, Ratusan Massa Geruduk Kantor WALHI

September 29, 2026

Pakar Hukum Minta KPK Transparan soal Kasus CSR BI-OJK Rp 28,38 M yang Libatkan Dua Anggota DPR

September 30, 2026

Simak! Inilah Daftar UMP 2026 di 38 Provinsi seluruh Indonesia

Januari 7, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home ยป Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran
Nasional

Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran

RedaksiBy RedaksiSeptember 26, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Komoditas unggulan di berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia mulai menggeliat. Namun, potensi besar tersebut dinilai belum akan memberikan dampak ekonomi maksimal apabila hanya dijual dalam bentuk bahan mentah tanpa melalui proses hilirisasi.

Kepala Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, Ahmad Syahir, mengatakan hilirisasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di kawasan transmigrasi.

Menurut Syahir, setiap kawasan transmigrasi memiliki komoditas unggulan yang berbeda sesuai dengan karakteristik dan potensi daerahnya. Potensi tersebut berasal dari sektor pertanian, perkebunan hingga perikanan.

“Kalau komoditas unggulan di kawasan transmigrasi tidak disentuh melalui proses hilirisasi, tentu ada dampak yang dirasakan masyarakat, terutama dari sisi nilai ekonomi,” kata Syahir, Sabtu (26/9/2026).

Ia mencontohkan sejumlah kawasan transmigrasi di wilayah timur Indonesia yang memiliki potensi perikanan melimpah dan bernilai ekonomi tinggi, seperti Papua, Maluku dan Sulawesi Barat.

Sementara itu, kawasan transmigrasi Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memiliki potensi buah-buahan seperti durian. Kawasan Transmigrasi Tubbi Taramanu, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, memiliki komoditas kakao yang juga berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Potensi serupa terdapat di Kawasan Transmigrasi Telang, Banyuasin, Sumatera Selatan, yang dikenal sebagai salah satu kawasan tanaman pangan dengan komoditas padi dan jagung.

Di Lampung, terdapat komoditas perikanan darat dan berbagai hasil pertanian seperti ubi. Sedangkan Kawasan Transmigrasi Barelang, Kota Batam, memiliki potensi perikanan tangkap dan perkebunan.

Di berbagai kawasan transmigrasi di Pulau Sumatera, komoditas unggulan juga cukup beragam, mulai dari kelapa, kopi, udang hingga sayuran seperti cabai dan tomat.

Syahir menjelaskan, hilirisasi merupakan proses mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi maupun barang jadi sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.

Menurut dia, tanpa hilirisasi, masyarakat transmigran berpotensi kehilangan nilai tambah dari komoditas yang mereka hasilkan.

“Transmigran yang menjual bahan mentah akan menjual produknya dengan harga sangat murah. Sebaliknya, jika transmigran mengolahnya menjadi barang atau produk turunan, maka akan bernilai tinggi,” ujarnya.

Ia memberikan contoh sederhana pada komoditas nanas. Buah tersebut tidak hanya dapat dijual dalam bentuk segar, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk seperti sirup, selai maupun keripik.

Pengolahan tersebut membuat komoditas yang semula memiliki nilai jual terbatas menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Syahir mengatakan dampak berikutnya apabila hilirisasi tidak dikembangkan adalah minimnya penciptaan lapangan kerja baru di kawasan transmigrasi.

Industri pengolahan hasil pertanian, perkebunan maupun perikanan, baik dalam skala rumah tangga maupun skala yang lebih besar, membutuhkan tenaga kerja dalam berbagai bidang.

Mulai dari teknisi, operator produksi, tenaga pengemasan, pemasaran hingga tenaga manajerial dapat terserap ketika industri pengolahan berkembang di kawasan transmigrasi.

“Artinya, hilirisasi bukan hanya berbicara tentang meningkatkan harga jual produk, tetapi juga membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat di kawasan,” jelasnya.

Dampak lainnya adalah ketergantungan terhadap harga komoditas mentah yang cenderung fluktuatif.

Harga bahan mentah sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar. Ketika harga komoditas turun, pendapatan petani, nelayan maupun pelaku usaha di tingkat produksi juga ikut tertekan.

Sebaliknya, produk yang sudah melalui proses pengolahan memiliki peluang untuk memperoleh nilai ekonomi yang lebih kuat karena tidak hanya bergantung pada harga bahan mentah.

BPPMT Pekanbaru Dorong Produk Turunan

Syahir menegaskan, persoalan hilirisasi tidak berhenti pada proses mengolah bahan baku. Masyarakat juga membutuhkan kemampuan untuk memastikan produk tersebut dapat diterima pasar.

Karena itu, BPPMT Pekanbaru menjalankan program pelatihan, pendampingan dan bimbingan pascapelatihan terkait hilirisasi produk unggulan kawasan transmigrasi.

Pendampingan dilakukan mulai dari sisi produksi, pengolahan, pengemasan, pemasaran hingga legalitas produk.

“Untuk itu BPPMT Pekanbaru hadir menjembatani transmigran dalam meningkatkan nilai komoditas kawasan transmigrasi melalui program pelatihan dan pendampingan hilirisasi produk kawasan,” katanya.

Menurut Syahir, pendekatan dari hulu hingga hilir tersebut penting agar masyarakat tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan komoditas, tetapi juga mampu mengembangkan produk yang memiliki daya saing.

Program tersebut mulai menunjukkan hasil dengan munculnya berbagai produk turunan dari komoditas yang tersedia di kawasan transmigrasi.

Dengan demikian, hilirisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat transmigran, tetapi juga mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kemandirian ekonomi kawasan transmigrasi. (awn)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Mendagri-Menteri PKP Bahas Rencana Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Produksi Genteng di Jawa Barat

September 30, 2026

Qodari Bantah Bakom Kelola Anggaran Iklan Media Rp 60 Miliar

September 30, 2026

Basarnas Dorong KM Virgo Transport 8 Diangkat Cari Korban Yang Belum Ditemukan

September 30, 2026
Berita Terkini

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20260 Views

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 20260 Views

KPK : Fasilitas Mewah Lapas Bisa Gerus Efek Jera

September 30, 20260 Views

Mendagri-Menteri PKP Bahas Rencana Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Produksi Genteng di Jawa Barat

September 30, 20260 Views

Qodari Bantah Bakom Kelola Anggaran Iklan Media Rp 60 Miliar

September 30, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Tawarkan 3 Solusi Strategis untuk Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta Kecam Narasi Bias Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB

September 26, 202611 Views

Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran

September 26, 202610 Views

Komisi XIII DPR : Menteri Impas Usut Temuan Fasilitas di Lapas Cibinong

September 25, 20266 Views
Pilihan Editor

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 2026

KPK : Fasilitas Mewah Lapas Bisa Gerus Efek Jera

September 30, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?