Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Pencarian 5 Jurnalis Dan 3 Awak KM Arupadhatu 1 Resmi Dihentikan

September 17, 2026

Golkar: Sistem Multipartai Sederhana Kunci Presidensial Efektif

Februari 1, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Bambang Purwanto : Potensi Kesenjangan Antara Kota Dan Desa Ancam Regenerasi Petani
DPR

Bambang Purwanto : Potensi Kesenjangan Antara Kota Dan Desa Ancam Regenerasi Petani

RedaksiBy RedaksiSeptember 22, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Bambang Purwanto, meminta pemerintah mengantisipasi dampak urbanisasi terhadap keberlangsungan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Bambang menyoroti proyeksi proporsi penduduk Indonesia yang tinggal di wilayah perkotaan akan mencapai 72,9 persen pada 2045. Artinya, sekitar tujuh dari 10 penduduk Indonesia diperkirakan akan tinggal di kawasan perkotaan.

Menurut Bambang, tren tersebut perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi memperbesar kesenjangan antara desa dan kota serta mengancam regenerasi petani.

“Artinya pemerintah perlu menyiapkan langkah konkret untuk menghadapi tren tersebut. Bila prediksi ini benar, bagaimana nasib sawah kita yang selama ini menopang ketahanan pangan kita? Dan apa upaya yang harus dilakukan?” kata Bambang di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Dia mengatakan urbanisasi telah menjadi persoalan sejak lama karena masyarakat pedesaan, khususnya generasi muda, cenderung berpindah ke kota untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang dianggap lebih baik.

Menurutnya, kondisi itu terjadi karena pusat-pusat kegiatan produksi lebih banyak berkembang di wilayah perkotaan. Sementara di desa, kegiatan ekonomi masih banyak bergantung pada sektor pertanian yang selama ini identik dengan pekerjaan tradisional.

“Hal ini akibat semua kegiatan produksi selalu tumbuh di wilayah perkotaan, sehingga wajar generasi muda menyerbu kota untuk mencari pekerjaan. Sementara di desa tidak tumbuh sentra-sentra produksi, hanya produksi pangan di sawah dan ladang yang selama ini dianggap berkubang lumpur dengan mencangkul,” jelasnya.

Bambang mengingatkan persoalan regenerasi petani perlu segera diatasi. Sebab, menurut dia, rata-rata usia petani saat ini sudah berada di atas 50 tahun.

“Apalagi bila terjadi semakin tajam kesenjangan, maka urbanisasi akan makin besar. Tentu kondisi ini harus mulai diwaspadai karena petani kita rata-rata sudah berusia 50 tahun ke atas,” ujarnya.

“Ketika generasi mudanya tidak mau menggantikan, dapat dipastikan tidak ada petani lagi yang akhirnya produksi padi terhenti. Tentu akan mengancam ketahanan pangan,” tambahnya .

Dia menilai kondisi tersebut merupakan sinyal yang perlu segera direspons pemerintah. Jika tidak, persoalan dapat muncul baik di pedesaan maupun perkotaan.

“Di pedesaan terkait produksi pangan dan kepadatan penduduk kota yang tak terkendali dapat menimbulkan masalah serius di perkotaan. Kemudian perlu revolusi di bidang pertanian agar menjadi petani yang modern dengan hasil produksi 10 ton per hektare, sehingga menarik minat generasi muda untuk kembali ke desanya,” beber Bambang.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah itu mengatakan pemerintah saat ini telah mulai membangun revolusi pertanian secara bertahap melalui pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), baik untuk kebutuhan pra panen maupun pascapanen.

Menurutnya, bantuan alsintan, termasuk mesin pengering padi atau dryer, perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah agar penggunaannya tepat guna.

“Penggelontoran alsintan tentu harus sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing agar tepat guna. Walaupun belum semua, tetapi paling tidak sudah dimulai,” ujarnya.

Selain alsintan, Bambang meminta pemerintah memberikan kemudahan akses bahan bakar bersubsidi bagi petani untuk mengoperasikan mesin pertanian. Dia juga mendorong pembangunan fasilitas penyaluran BBM khusus di sekitar kawasan persawahan.(erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 2026

Komisi II DPR Resmi Bentuk Panja RUU Pemilu

September 30, 2026

Ketua Banggar DPR : Kurang Bayar DBH Bisa Bangun Infrastruktur Tanpa Bebani APBD

September 29, 2026
Berita Terkini

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20261 Views

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 20260 Views

KPK : Fasilitas Mewah Lapas Bisa Gerus Efek Jera

September 30, 20260 Views

Mendagri-Menteri PKP Bahas Rencana Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Produksi Genteng di Jawa Barat

September 30, 20260 Views

Qodari Bantah Bakom Kelola Anggaran Iklan Media Rp 60 Miliar

September 30, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Tawarkan 3 Solusi Strategis untuk Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta Kecam Narasi Bias Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB

September 26, 202611 Views

Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran

September 26, 202610 Views

Komisi XIII DPR : Menteri Impas Usut Temuan Fasilitas di Lapas Cibinong

September 25, 20266 Views
Pilihan Editor

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 2026

KPK : Fasilitas Mewah Lapas Bisa Gerus Efek Jera

September 30, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?