Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 2026

KPK : Fasilitas Mewah Lapas Bisa Gerus Efek Jera

September 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home ยป Pencarian 5 Jurnalis Dan 3 Awak KM Arupadhatu 1 Resmi Dihentikan
Peristiwa

Pencarian 5 Jurnalis Dan 3 Awak KM Arupadhatu 1 Resmi Dihentikan

RedaksiBy RedaksiSeptember 17, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak KM Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda resmi dihentikan setelah upaya pencarian petugas telah memasuki hari ke-10, Kamis (17/9/2026). Meski demikian, operasi dapat kembali dibuka apabila ditemukan petunjuk baru mengenai keberadaan korban maupun kapal.

Keputusan penghentian operasi diambil setelah tim SAR gabungan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melakukan evaluasi terhadap hasil pencarian selama 10 hari, termasuk perpanjangan operasi selama 3 hari.

Hingga operasi berakhir, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan KM Arupadhatu 1 maupun delapan orang yang berada di dalam kapal tersebut.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan keputusan penghentian operasi diambil setelah tim SAR menilai pencarian yang dilakukan tidak lagi efektif berdasarkan hasil operasi di lapangan.

“Sejak pelaksanaan hari pertama operasi gabungan sampai dengan hari ke-10, setelah perpanjangan tiga hari, secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut,” kata Andra Soni di Posko SAR Basarnas Pantai Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9/2026). 

Andra menjelaskan, selama operasi berlangsung, tim SAR menemukan sejumlah material yang diduga berkaitan dengan kecelakaan di laut. Namun, setelah diperiksa dan dicocokkan, seluruh temuan tersebut belum dapat dipastikan berasal dari KM Arupadhatu 1.

Menurut Andra, terdapat 13 objek yang ditemukan selama operasi. Setelah dikonfirmasi dan diteliti, objek-objek tersebut dinyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan KM Arupadhatu 1.

“Namun jika ada informasi dari masyarakat, baik nelayan, kapal yang melintas, atau pihak mana pun, operasi ini bisa dihidupkan kembali apabila ada penemuan petunjuk baru,” ujarnya.

Pada hari terakhir pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan 24 kapal dan satu helikopter untuk menyisir 10 sektor dengan luas area pencarian mencapai 8.509 mil laut persegi.

Operasi melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya. Wilayah pencarian juga diperluas hingga perairan Selat Sunda yang mengarah ke Lampung.

Penghentian operasi belum menyurutkan harapan keluarga. Istri salah satu jurnalis, Muhammad Bagus Khoirunnas, Desi, meminta pemerintah dan tim SAR mempertimbangkan kembali perpanjangan operasi pencarian.

Desi mengatakan keluarga sebenarnya memahami pencarian selama 10 hari telah dilakukan secara maksimal. Namun, belum ditemukannya delapan orang tersebut membuat keluarga berharap operasi tetap dilanjutkan dengan memperluas metode dan lokasi penyisiran.

“Saya memohon untuk proses pencarian ini dapat diperpanjang kembali. Saya berharap proses pencarian ini diperpanjang dan lebih dimaksimalkan lagi,” kata Desi.

Menurut Desi, terdapat sejumlah wilayah yang dinilai perlu diperiksa kembali, terutama pulau-pulau di sekitar jalur pencarian. Ia meminta pencarian tidak hanya dilakukan dari laut, tetapi juga dengan menurunkan personel untuk menyusuri bagian dalam pulau.

“Untuk proses pengecekan pulaunya kami juga memohon dapat dilakukan langsung turun ke pulaunya, menyusuri setiap pulau, dicek ke dalam pulau-pulaunya,” ujarnya.

Sejumlah lokasi yang disebut Desi antara lain Pulau Tinjil Besar dan Tinjil Kecil. Ia juga meminta penyisiran dilakukan dari arah selatan Binuangeun. 

Selain itu, keluarga meminta pengecekan dilakukan terhadap sejumlah pulau di wilayah Lampung, seperti Pulau Panjurit, Pandang Runik, Pandang Balak, dan Pulau Penyu. Di wilayah sekitar Panaitan, keluarga juga meminta pengecekan terhadap Pulau Panaitan, Sangiang, Buku, dan Handelem.

Desi berharap apabila operasi kembali dibuka, wilayah-wilayah tersebut dapat diperiksa secara langsung dengan metode penyisiran darat dan laut.

“Kami dari pihak keluarga sangat berharap dan yakin mereka pasti bisa ditemukan,” tegas Desi. 

KM Arupadhatu 1 sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026). Kapal tersebut membawa lima jurnalis dan tiga awak yang hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni Muhammad Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudistiro dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas. Sementara itu, tiga awak kapal terdiri atas Warta selaku kapten, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Haryanto sebagai pemandu.

Selama 10 hari operasi pencarian belum memberikan titik terang mengenai keberadaan mereka. Meski operasi resmi dihentikan, pemerintah memastikan pencarian dapat kembali dilakukan apabila muncul informasi atau petunjuk baru yang dinilai relevan.

Andra Soni menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Ia juga menyatakan keprihatinan atas belum ditemukannya delapan orang yang berada di KM Arupadhatu 1.

“Kami juga ingin menyampaikan keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya sahabat-sahabat kita, keluarga-keluarga kita yang berada di Arupadhatu 1. Semoga kita mendapatkan informasi yang bisa kita tindaklanjuti,” tutup Andra. (erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

1527 Kasus Influenza Tercatat di Indonesia : DKI Dan Jabar Tertinggi

September 30, 2026

Dituding Antek Asing, Ratusan Massa Geruduk Kantor WALHI

September 29, 2026
Berita Terkini

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20260 Views

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 20260 Views

KPK : Fasilitas Mewah Lapas Bisa Gerus Efek Jera

September 30, 20260 Views

Mendagri-Menteri PKP Bahas Rencana Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Produksi Genteng di Jawa Barat

September 30, 20260 Views

Qodari Bantah Bakom Kelola Anggaran Iklan Media Rp 60 Miliar

September 30, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Tawarkan 3 Solusi Strategis untuk Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta Kecam Narasi Bias Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB

September 26, 202611 Views

Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran

September 26, 202610 Views

Komisi XIII DPR : Menteri Impas Usut Temuan Fasilitas di Lapas Cibinong

September 25, 20266 Views
Pilihan Editor

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 2026

KPK : Fasilitas Mewah Lapas Bisa Gerus Efek Jera

September 30, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?