Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Pencarian 5 Jurnalis Dan 3 Awak KM Arupadhatu 1 Resmi Dihentikan

September 17, 2026

Golkar: Sistem Multipartai Sederhana Kunci Presidensial Efektif

Februari 1, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Transformasi Pendidikan Fondasi Utama Wujudkan Generasi Emas 2045
Nasional

Transformasi Pendidikan Fondasi Utama Wujudkan Generasi Emas 2045

RedaksiBy RedaksiJuni 11, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Wakil Rektor Universitas Paramadina Harry T.Y. Achsan dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Menata Masa Depan: Transformasi Pendidikan Indonesia untuk Generasi Emas” yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Foto: MataParlemen.id)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id- Transformasi pendidikan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Wakil Rektor Universitas Paramadina Harry T.Y. Achsan menegaskan transformasi pendidikan nasional dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi menuju Generasi Emas 2045.

Sistem pendidikan tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan dalam jumlah besar, tetapi juga mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) yang produktif, inovatif, dan berdaya saing global.

Penegasan disampaikan Harry T.Y. Achsan dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Menata Masa Depan: Transformasi Pendidikan Indonesia untuk Generasi Emas” yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Harry, Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada 2045, bertepatan dengan satu abad kemerdekaan Republik Indonesia. Pada periode tersebut, sekitar dua pertiga penduduk Indonesia berada pada usia produktif yang berpotensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pertanyaannya bukan apakah Indonesia memiliki cukup penduduk usia produktif, tetapi apakah sistem pendidikan kita mampu mengubah penduduk usia produktif menjadi SDM yang produktif,” kata Harry.

Ia mengingatkan bahwa bonus demografi tidak otomatis menjadi keuntungan. Tanpa kualitas pendidikan yang memadai, kondisi tersebut justru dapat berubah menjadi beban sosial dan ekonomi.

Harry mencontohkan sejumlah negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan China yang berhasil memanfaatkan bonus demografi untuk mempercepat pembangunan ekonomi. Sebaliknya, negara yang gagal meningkatkan kualitas SDM berisiko kehilangan momentum pertumbuhan.

“Kita masih memiliki waktu sekitar seperempat abad untuk mempersiapkan diri. Jika tidak ditangani dengan baik, bonus demografi bisa berubah menjadi beban demografi,” ujarnya.

Dalam paparannya, Harry menilai Indonesia sebenarnya telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam akses pendidikan tinggi. Ia menyebut peningkatan jumlah lulusan sarjana dan pascasarjana merupakan hasil dari kebijakan negara yang mengalokasikan minimal 20 persen APBN dan APBD untuk sektor pendidikan.

Menurut dia, tantangan pendidikan Indonesia saat ini bukan lagi terletak pada besaran anggaran, melainkan pada peningkatan kualitas SDM, riset, inovasi, serta daya saing nasional.

“Tantangan kita sekarang bukan anggaran lagi. Tantangan kita adalah bagaimana meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan kualitas riset, inovasi, dan daya saing bangsa,” katanya.

Meski demikian, Harry mengakui kualitas pendidikan tinggi Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah yang besar. Berdasarkan data akreditasi perguruan tinggi, hanya sebagian kecil kampus yang masuk kategori unggul, sementara mayoritas masih berada pada kategori baik.

Kondisi tersebut, lanjutnya, tercermin dalam berbagai pemeringkatan perguruan tinggi tingkat Asia. Negara-negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia terus menunjukkan peningkatan jumlah universitas yang masuk jajaran terbaik kawasan.

“Malaysia bergerak sangat agresif. Ini menjadi tantangan bagi Indonesia untuk memperkuat kualitas perguruan tinggi agar mampu bersaing di tingkat regional maupun global,” tutup Harry. (ira)

#Universitas Paramadina Dialektika Demokrasi DPR Harry T.Y. Achsan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP)
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Oktober 1, 2026

Mendagri-Menteri PKP Bahas Rencana Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Produksi Genteng di Jawa Barat

September 30, 2026

Qodari Bantah Bakom Kelola Anggaran Iklan Media Rp 60 Miliar

September 30, 2026
Berita Terkini

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 20260 Views

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Oktober 1, 20260 Views

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20261 Views

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 20260 Views

KPK : Fasilitas Mewah Lapas Bisa Gerus Efek Jera

September 30, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Tawarkan 3 Solusi Strategis untuk Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta Kecam Narasi Bias Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB

September 26, 202611 Views

Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran

September 26, 202610 Views

Komisi XIII DPR : Menteri Impas Usut Temuan Fasilitas di Lapas Cibinong

September 25, 20266 Views
Pilihan Editor

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 2026

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Oktober 1, 2026

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?