MataParlemen.id – Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran (Bang Azran) yang juga Ketua Umum DPP FORKABI, turut mengawal pemulangan Bintang Amelia Nengsih (20), warga Jakarta Utara yang menjadi korban penipuan berkedok tawaran kerja hingga terjebak di Kamboja.
Kisah Bintang bermula dari kondisi ekonomi keluarganya. Ia terpaksa berhenti sekolah dan memilih mencari pekerjaan karena ingin membantu orang tua serta adik-adiknya. Dalam pengakuannya, Bintang mengatakan pernah melihat adik-adiknya hanya makan nasi kering selama berhari-hari karena keterbatasan ekonomi. Kondisi itulah yang membuatnya nekat menerima tawaran pekerjaan dari seorang teman yang disebutnya sebagai pekerjaan di Taiwan.
“Saya putus sekolah karena ekonomi dan ingin membantu orang tua. Waktu itu adik-adik saya tidak ada yang makan dan jajan. Mereka sampai hanya makan nasi kering selama seminggu. Saya tidak tega melihat mereka seperti itu,” ujar Bintang melalui pesan aplikasi WhatsApp kepada staf Achmad Azran.
Dengan niat membantu keluarganya, Bintang kemudian membuat paspor dan berangkat. Namun, harapannya untuk bekerja di Taiwan berubah menjadi mimpi buruk. Setibanya di luar negeri, ia baru mengetahui bahwa dirinya justru dibawa ke Kamboja.
“Saya kira benar mau ke Taiwan, ternyata tiba-tiba dibawa ke Kamboja. Saya marah besar karena merasa dibohongi. Waktu itu saya benar-benar polos dan tidak tahu apa-apa,” ujar
Bintang melalui pesan WhatsApp.
Bintang mengaku sempat meminta keluar dari perusahaan dan ingin kembali ke Indonesia. Namun, keinginannya justru dihadapkan pada nota denda sebesar Rp35 juta. Karena tidak memiliki kemampuan membayar denda tersebut, ia terpaksa tetap bekerja. Hingga akhirnya perusahaan tempatnya bekerja digerebek dan Bintang memilih melarikan diri. Dalam pelariannya, paspornya disebut masih ditahan.
Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian Bang Azran. Ia memastikan proses pemulangan Bintang dilakukan hingga tuntas. Seluruh kebutuhan akomodasi, transportasi, penjemputan, serta kebutuhan pendukung lainnya selama proses pemulangan akan ditanggung Bang Azran. Bintang dijadwalkan dijemput di bandara pada 14 Agustus 2026 untuk selanjutnya dikawal hingga kembali berkumpul dengan keluarganya di Jakarta.
“Ini anak Jakarta Utara, anak kita juga. Dia berangkat dengan niat yang sangat sederhana, ingin membantu orang tua dan adik-adiknya. Karena itu, ketika dia justru terjebak dalam situasi seperti ini, kita harus hadir. Yang paling penting sekarang adalah menyelamatkan Bintang dan memastikan dia pulang dengan selamat,” ujar Bang Azran.
Menurut Bang Azran, kisah Bintang merupakan gambaran bagaimana anak muda yang memiliki niat baik untuk membantu keluarga dapat menjadi korban kejahatan dengan modus tawaran pekerjaan di luar negeri.
“Bintang tidak pergi untuk mencari kesenangan. Dia pergi karena ingin melihat keluarganya makan dengan lebih layak. Justru niat baik seperti ini yang jangan sampai dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. InsyaAllah kita kawal sampai dia benar-benar kembali ke rumah,” tegas Bang Azran.
Bagi Bintang, kepulangan ke Jakarta bukan sekadar meninggalkan Kamboja. Ia ingin kembali ke rumah, bertemu ibu dan adik-adiknya yang selama ini menjadi alasan utama dirinya berani mencari pekerjaan di luar negeri.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bang Azran yang sudah membantu saya. Saya dari awal sebenarnya ingin pulang karena saya takut dan tidak tahu harus bagaimana. Saya hanya ingin kembali ke rumah, bertemu orang tua dan adik-adik saya,” ujar Bintang.
Ia mengaku hal yang paling dirindukannya adalah bertemu sang ibu setelah melalui situasi sulit selama berada di Kamboja.
“Saya ingin pulang. Saya ingin bertemu ibu dan keluarga. Saya dulu berangkat karena ingin membantu mereka, terutama adik-adik saya. Sekarang saya hanya ingin kembali berkumpul dengan mereka,” kata Bintang.
Bintang juga berharap pengalaman yang dialaminya tidak terjadi kepada anak-anak muda lain yang memiliki keinginan bekerja di luar negeri untuk membantu keluarga.
“Semoga tidak ada lagi yang mengalami seperti saya. Saya dulu hanya ingin bekerja dan membantu orang tua, tetapi malah dibawa ke tempat yang tidak saya tahu. Terima kasih karena sekarang saya bisa punya harapan untuk pulang,” ujarnya.(*)


