Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Indonesia Terpilih Jadi Tuan Rumah ISC-3 Tahun 2027

Agustus 28, 2026

Feeling Istri Jarang Meleset Soal Pasangan Hidupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Juli 25, 2026

BAP DPD RI Upayakan Selesaikan Masalah Tenaga Kesehatan dan Pesangon Eks Karyawan PT Timah

Juli 7, 2025
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Program KPTDP dan Perlinsos Terkendala di Daerah, Mendagri dan Kemensos Diminta Turun Tangan
DPD

Program KPTDP dan Perlinsos Terkendala di Daerah, Mendagri dan Kemensos Diminta Turun Tangan

RedaksiBy RedaksiOktober 5, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id– Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Sosial (Kemensos) diminta memperkuat supervisi serta mendorong kepala daerah turun tangan memastikan pelaksanaan program Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPT/KPTDP) dan sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) berjalan efektif sampai ke tingkat distrik dan kampung.

Penegasa disampaikan Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma yang mengungkap pelaksanaan program di daerah masih menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi geografis, keterbatasan akses internet dan wilayah blank spot, keterbatasan tenaga pendamping, proses registrasi, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta belum optimalnya sinergi lintas sektor.

Ia mencontoh di Manokwari Selatan data lapangan yang diterima, terdapat sekitar 12.077 keluarga dalam data sasaran per Mei 2026, sedangkan proses registrasi di lapangan baru didukung sekitar lima pendamping PKH.

“Manokwari Selatan adalah salah satu contoh bagaimana persoalan geografis dan keterbatasan akses dapat memengaruhi pelaksanaan program. Ini harus menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah agar masyarakat tidak kehilangan hak atas pelayanan dan perlindungan sosial,” ujar Filep, Senin (5/10/2026).

Terhadap hal ini, Senator Papua Barat itu mendorong peran kepala pemerintahan di daerah untuk memastikan program pemerintah pusat dapat diterjemahkan menjadi pelayanan nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kepala daerah perlu menggerakkan Dinas Sosial, Dukcapil, pemerintah distrik, pemerintah kampung, pendamping PKH dan sektor terkait dalam satu pintu koordinasi.

“Ini bukan hanya persoalan satu dinas atau pendamping PKH, kepala daerah perlu mengambil peran sebagai penggerak koordinasi. Ketika ada persoalan geografis, data, jaringan maupun tenaga pendamping, pemerintah daerah dapat berperan sentral dan merumuskan solusi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Filep menegaskan bahwa pemutakhiran data sosial-ekonomi sangat krusial untuk menentukan ketepatan berbagai program pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, ketenagakerjaan, pemberdayaan ekonomi dan perlindungan sosial.

“Satu keluarga yang datanya akurat dapat menjadi pintu masuk atau rujukan bagi berbagai program pemerintah. Karena itu, data harus benar-benar diperbarui dan diverifikasi sampai ke tingkat kampung,” jelas Filep.

*Perlunya Supervisi Rutin Kemensos Hingga Penguatan Digitalisasi di Papua*

Selanjutnya, Filep secara khusus meminta Kementerian Sosial melakukan supervisi secara rutin, evaluasi berkala dan tindak lanjut yang jelas terhadap pelaksanaan program di daerah.

Dalam hal ini, supervisi perlu melihat secara langsung persoalan akurasi data, proses registrasi, kinerja pendamping, aktivasi IKD, koordinasi pemerintah daerah, kondisi wilayah blank spot serta ketepatan sasaran penerima manfaat.

“Kami mendorong Kemensos turun langsung melakukan supervisi secara rutin dan evaluasi berkala. Jika ada masalah di lapangan, harus ada tindak lanjut. Kemensos harus memastikan program yang menjadi kebijakan pemerintah pusat benar-benar sampai kepada keluarga penerima manfaat,” kata Filep.

Dirinya juga meminta pemerintah memberikan solusi bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan jaringan. Menurutnya, mekanisme offline atau hybrid perlu disiapkan untuk wilayah blank spot sehingga masyarakat tetap dapat melakukan registrasi dan pemutakhiran data.

“Adanya mekanisme digitalisasi untuk mempermudah, bukan menjadi penghalang. Kalau jaringan tidak tersedia, pemerintah harus hadir melalui pelayanan langsung. Jangan sampai masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil justru menjadi kelompok yang paling sulit mendapatkan pelayanan,” ujarnya.

Filep lantas meminta Mendagri mendorong kepala daerah untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program, sementara Kemensos harus memperkuat supervisi, evaluasi dan pengendalian agar pelaksanaan di daerah sesuai dengan tujuan program.

“Kita mendorong kolaborasi dan kerja sama. Mendagri memastikan kepala daerah bergerak, Kemensos melakukan supervisi dan evaluasi, sementara pemerintah daerah memastikan pelayanan sampai ke distrik dan kampung. Jangan sampai program sudah baik di tingkat pusat tetapi terhambat ketika sampai di di daerah,” tegas Ketua Komite III DPD RI itu.

Ia kembali menegaskan, keberhasilan program diukur dari manfaat nyata yang diterima keluarga dan peningkatan layanan serta perbaikan kendala-kendala di lapangan.

“Manokwari Selatan hanyalah salah satu contoh. Kita harus memastikan persoalan yang ditemukan menjadi bahan evaluasi untuk daerah lainnya. Pemerintah harus hadir sampai kepada keluarga yang paling membutuhkan, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil dan blank spot,”  tegas Filep Wamafma. (har)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Ketua DPD Dorong Bali Jadi Pelopor Gerakan Pilah Sampah Nasional

September 25, 2026

Pertemuan Ketua DPD Dan ICMI Bahas Regulasi A1 Dan Penataan Demokrasi

September 21, 2026

Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung Tawarkan Solusi Netral Fiskal ke Menteri Keuangan

September 20, 2026
Berita Terkini

Menteri Imipas Instruksikan Audit Pemberian Remisi Dan Pembebasan Bersyarat

Oktober 5, 20260 Views

Komisi II DPR Bahas RUU Pemilu Saat Reses

Oktober 5, 20260 Views

Program KPTDP dan Perlinsos Terkendala di Daerah, Mendagri dan Kemensos Diminta Turun Tangan

Oktober 5, 20260 Views

HUT ke-81 TNI, Ketua DPR Ingatkan Prajurit Tak Lupakan Akarnya, Rakyat

Oktober 5, 20260 Views

Pemberdayaan UMKM Butuh Perluasan Jejaring dan Pasar

Oktober 4, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Feeling Istri Jarang Meleset Soal Pasangan Hidupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Juli 25, 20265 Views

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20264 Views

Ariawan Titip Pesan ke KWP: Jaga Persatuan, Rawat Soliditas

Oktober 2, 20263 Views
Pilihan Editor

Menteri Imipas Instruksikan Audit Pemberian Remisi Dan Pembebasan Bersyarat

Oktober 5, 2026

Komisi II DPR Bahas RUU Pemilu Saat Reses

Oktober 5, 2026

Program KPTDP dan Perlinsos Terkendala di Daerah, Mendagri dan Kemensos Diminta Turun Tangan

Oktober 5, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?