MataParlemen.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara memberi sinyal belanja negara dalam APBN 2026 akan meningkat. Kenaikan tersebut dipengaruhi berbagai perubahan dan dinamika internasional yang perlu direspons pemerintah melalui anggaran negara.
Suahasil mengatakan perkembangan global sepanjang tahun ini turut meningkatkan kebutuhan belanja pemerintah. Namun, ia belum memerinci besaran kenaikan maupun pos anggaran yang akan mengalami penambahan.
“Kita lihat tahun ini kan terjadi perubahan yang luar biasa di dunia internasional, berbagai macam dinamika internasional kita serap di dalam belanja,” kata Suahasil di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Ia memastikan belanja negara akan meningkat. Meski demikian, pemerintah masih akan melihat secara lebih terperinci mengenai besaran dan pos belanja yang mengalami perubahan.
“Belanja juga akan meningkat. Jadi nanti kita akan laporkan bagaimana peningkatan belanja tersebut,” ujarnya.
Dari sisi penerimaan, pemerintah memperoleh tambahan Rp 13,24 triliun dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Dana tersebut masuk ke kas negara dan dicatat sebagai penerimaan APBN 2026.
Menurut Suahasil, penerimaan Rp 13,24 triliun tersebut masuk melalui dua pos, yakni penerimaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Tambahan penerimaan tersebut selanjutnya digunakan melalui berbagai pos belanja negara, termasuk untuk mendukung sejumlah program prioritas.
Namun, Suahasil belum menjelaskan apakah tambahan penerimaan tersebut akan secara langsung digunakan untuk menutup peningkatan kebutuhan belanja APBN 2026. Kementerian Keuangan akan memaparkan kondisi APBN secara lebih lengkap melalui laporan APBN Kita edisi September 2026.
“Dua hari lagi kita akan sampaikan APBN kita kepada media. Jadi tunggu untuk APBN tutup bulan September,” pungkas Suahasil.(erc)


