Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Mulyadi: Keterbatasan Anggaran Jangan Hentikan Perjuangan Pemekaran Bogor Timur

Agustus 10, 2026

Jelang Praspa 2026, Kasad Hadiri Penutupan Pendidikan Capaja Akademi TNI

Juli 16, 2026

Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi

Agustus 10, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Pernikahan Langgeng Kuncinya Ada Ditangan Istri ?
Ragam

Pernikahan Langgeng Kuncinya Ada Ditangan Istri ?

RedaksiBy RedaksiAgustus 8, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Banyak pasangan memilih bertahan dalam pernikahan atau memilih menghindari perceraian meski sudah tidak lagi merasa bahagia. Alasannya beragam, mulai dari demi anak, keluarga besar, hingga tekanan sosial. Namun sejumlah penelitian mengungkap, mempertahankan hubungan yang penuh konflik dalam jangka panjang dapat berisiko pada kesehatan mental dan fisik.

Kunci Pernikahan Langgeng dalam Studi Ada di Tangan Istri, Kok Bisa?

Pernikahan sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari dukungan emosional hingga harapan hidup yang lebih panjang. Namun para peneliti menekankan, manfaat tersebut lebih banyak ditemukan pada hubungan yang sehat dan suportif. 

Sebaliknya, pernikahan penuh konflik, ketegangan, atau ketidakpuasan berkepanjangan justru dapat menjadi sumber stres kronis.

Temuan ini membuat para ahli semakin fokus mengkampanyekan kualitas hubungan, bukan sekadar mempertahankan status pernikahan.

Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Abnormal Psychology oleh Kimmo Whisman menemukan bahwa individu yang mengalami tekanan serius dalam pernikahan memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi, gangguan kecemasan, hingga masalah psikologis lainnya.

Data Kesehatan Mental Remaja Indonesia Mengkhawatirkan

Ketika konflik rumah tangga terjadi terus-menerus tanpa penyelesaian yang sehat, tubuh dan pikiran berada dalam kondisi siaga dalam waktu lama. Situasi ini dapat memicu stres berkepanjangan yang pada akhirnya memengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang.

Dalam Journal of Marriage and Family juga menyebutkan adanya hubungan yang konsisten antara kualitas pernikahan dan kesejahteraan mental. Semakin rendah kualitas hubungan, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami stres, depresi, dan penurunan kepuasan hidup.

Pengaruh pernikahan yang tidak bahagia ternyata tidak berhenti pada kesehatan mental. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konflik rumah tangga kronis juga dapat memengaruhi kondisi fisik seseorang.

Dalam ulasan ilmiah yang diterbitkan di Psychological Bulletin, peneliti Janice Kiecolt-Glaser dan Tamara Newton menjelaskan bahwa hubungan pernikahan yang buruk berkaitan dengan meningkatnya stres fisiologis, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Sementara itu, penelitian lain yang diterbitkan Physiology and Behavior menemukan bahwa konflik pasangan dapat memengaruhi tekanan darah, hormon stres seperti kortisol, hingga proses peradangan dalam tubuh. Jika berlangsung bertahun-tahun, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Alasan yang paling sering dikemukakan pasangan untuk tetap bertahan dalam pernikahan yang tidak bahagia adalah anak. Banyak orang tua khawatir perceraian akan memberikan dampak buruk bagi perkembangan anak.

Namun sejumlah psikolog keluarga menilai bahwa kualitas lingkungan rumah juga perlu dipertimbangkan. Anak yang tumbuh dalam suasana penuh pertengkaran, ketegangan, atau sikap saling bermusuhan dapat mengalami tekanan emosional yang tidak kalah besar.

Lingkungan yang bahagia dan positif, berdampak positif juga untuk perkembangan anak-anak. Sebaliknya, kondisi yang penuh ketegangan, berpotensi memberi efek negatif pula kepada anak. Anak tentu dapat merasakan situasi di dalam rumah, apa yang terjadi kepada orang tuanya, meskipun orang tua menghindari bertengkar di hadapan anak-anaknya.

Banyak studi menunjukkan bahwa hubungan yang hangat, stabil, dan suportif dapat memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan fisik maupun mental.

Namun ketika hubungan berubah menjadi sumber stres yang berlangsung terus-menerus tanpa perbaikan, dampaknya dapat dirasakan tidak hanya oleh pasangan, tetapi juga oleh anak dan lingkungan keluarga secara keseluruhan.(erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Minyak Peppermint Mampu Turunkan Tekanan Darah Pengindap Hipertensi Ringan

Agustus 9, 2026

Sejumlah Tokoh Dorong Sejarah Perjuangan Pendirian Kabupaten Kepulauan Meranti Dibukukan

Agustus 8, 2026

Makan Pakai Tangan Bisa Membuat Tubuh Lebih Tenang

Agustus 2, 2026
Berita Terkini

BGN Larang Siswa Bawa Pulang MBG Ke Rumah Khawatir Bikin Keracunan

Agustus 11, 20261 Views

Meriahkan HUT Ke-81 RI Akan Digelar Pesta Rakyat Di Monas

Agustus 11, 20260 Views

Pemerintah Ajak Masyarakat Tenang Dan Bijak Terima Informasi  Di Medsos Jelang HUT Ke-81 Ri

Agustus 11, 20260 Views

Wakil Ketua Baleg: RUU Masyarakat Adat Tak Lemahkan Otsus, Justru Saling Sinergi

Agustus 11, 20261 Views

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Narkoba Jenis Ketamin Seberat 1,3 Ton

Agustus 11, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Mulyadi: Keterbatasan Anggaran Jangan Hentikan Perjuangan Pemekaran Bogor Timur

Agustus 10, 202620 Views

Sejumlah Tokoh Dorong Sejarah Perjuangan Pendirian Kabupaten Kepulauan Meranti Dibukukan

Agustus 8, 202612 Views

KWP Minta Anggota DPR Deddy Sitorus Minta Maaf Atas Pernyataan Diduga Menghina Profesi Wartawan 1X24 Jam

Juli 30, 20268 Views
Pilihan Editor

BGN Larang Siswa Bawa Pulang MBG Ke Rumah Khawatir Bikin Keracunan

Agustus 11, 2026

Meriahkan HUT Ke-81 RI Akan Digelar Pesta Rakyat Di Monas

Agustus 11, 2026

Pemerintah Ajak Masyarakat Tenang Dan Bijak Terima Informasi  Di Medsos Jelang HUT Ke-81 Ri

Agustus 11, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?