Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Mulyadi: Keterbatasan Anggaran Jangan Hentikan Perjuangan Pemekaran Bogor Timur

Agustus 10, 2026

Jelang Praspa 2026, Kasad Hadiri Penutupan Pendidikan Capaja Akademi TNI

Juli 16, 2026

Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi

Agustus 10, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Fenomena Reuni Dapat Memicu CLBK Hingga Perselingkuhan ?
Ragam

Fenomena Reuni Dapat Memicu CLBK Hingga Perselingkuhan ?

RedaksiBy RedaksiAgustus 1, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Fenomena cinta lama bersemi kembali (CLBK) saat reuni sekolah bukan sekadar mitos. Menurut psikologi nostalgia cara otak mengingat masa lalu hingga kondisi hubungan yang sedang dijalani menjadi faktor pemicu yang dapat membuat seseorang kembali memikirkan mantan atau gebetan lama. Namun, reuni bukanlah penyebab utama perselingkuhan.

Dalam beberapa kasus, kedekatan yang sempat terkubur bertahun-tahun bahkan bisa muncul kembali dan memicu masalah dalam hubungan yang sedang dijalani. Fenomena tersebut kerap dikaitkan dengan perselingkuhan, sehingga reuni tak jarang mendapat stigma sebagai ‘pintu masuk’ bagi hadirnya orang ketiga. Namun, benarkah bertemu teman atau mantan lama memang dapat membuat seseorang lebih mudah berpaling dari pasangannya?

Secara psikologi tidak sesederhana itu. Ada sejumlah mekanisme yang bekerja, mulai dari kecenderungan otak mengenang masa lalu secara lebih indah, rasa nyaman karena sudah saling mengenal, hingga kondisi hubungan yang sedang rentan. Bukan berarti reuni menjadi penyebab utama perselingkuhan, namun situasi tersebut bisa menjadi pemicu yang mempertemukan berbagai faktor yang sudah ada sebelumnya.

Salah satu penjelasan psikologi mengapa reuni dapat membangkitkan kenangan masa lalu yang terkesan lebih indah adalah ‘rosy retrospection bias’: kecenderungan manusia mengingat pengalaman masa lalu dengan cara yang lebih positif dibandingkan kenyataan sebenarnya. 

Romantisme masa lalu yang hanya menyorot kesenangan atau kebahagiaan yang pernah terjadi, dan mengecilkan kenangan negatif.

Fenomena ini membuat seseorang lebih mudah mengingat momen-momen menyenangkan bersama mantan atau teman lama, sementara konflik, perbedaan, dan masalah yang dulu pernah ada justru memudar dari ingatan. Akibatnya, orang yang dulu biasa saja atau bahkan pernah tidak cocok, bisa tampak jauh lebih menarik ketika ditemui kembali setelah bertahun-tahun.

Selain itu dalam psikologi juga dikenal konsep ‘counterfactual thinking’: kecenderungan membayangkan skenario alternatif yang tidak terjadi. Misalnya, ‘Bagaimana kalau dulu aku memilih dia?’ atau ‘Bagaimana kalau hubungan kami tidak berakhir?’

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Psychological Bulletin, manusia secara alami sering memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang tidak terjadi dalam hidupnya. Pikiran semacam ini dapat memunculkan rasa penasaran sekaligus kedekatan emosional yang sebelumnya mungkin tidak terlalu terasa.

Selain faktor psikologis dari dalam diri, faktor luar juga dapat memengaruhi psikologis seseorang. Teman lama, mantan, atau gebetan masa sekolah memiliki sejarah dan kenangan bersama. Kedekatan tersebut dapat menimbulkan rasa nyaman dan aman, sehingga komunikasi terasa lebih mudah.

Psikolog Robert Zajonc memperkenalkan konsep ‘mere exposure effect’ yang menjelaskan kecenderungan manusia untuk menyukai yang lebih familiar. Ini menjadi alasan mengapa bertemu dengan teman-teman lama terasa menyenangkan dan seru.

Meski demikian, rasa nyaman ini tidak otomatis berarti cinta lama benar-benar kembali. Dalam banyak kasus, yang muncul sebenarnya adalah nostalgia.

Para ahli hubungan justru menilai faktor terbesar perselingkuhan setelah reuni, bukan terletak pada acara reuninya, melainkan kondisi hubungan yang sedang dijalani.

Penelitian yang dilakukan psikolog Dylan Selterman dari University of Maryland menunjukkan bahwa ketidakpuasan dalam hubungan, kesepian, kurangnya perhatian, serta kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi menjadi faktor yang lebih kuat dalam munculnya perselingkuhan.

Dalam kondisi tersebut, perhatian kecil dari orang lama bisa terasa sangat berarti. Bukan karena orang tersebut lebih baik, melainkan karena ia hadir di saat seseorang sedang merasa kesepian atau tidak mendapatkan kebutuhan emosionalnya.

Jika dahulu reuni hanya terjadi beberapa tahun sekali, kini media sosial membuat ‘orang lama’ bisa muncul kapan saja. Foto lama, grup alumni, hingga pesan pribadi membuat interaksi menjadi jauh lebih mudah. Penelitian yang dimuat dalam Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking menemukan bahwa media sosial dapat memudahkan seseorang menjalin kembali hubungan dengan mantan atau kenalan lama. Kemudahan akses tersebut meningkatkan peluang munculnya nostalgia maupun kedekatan emosional.

Tidak ada teori secara keilmuan yang mengatakan bahwa acara reuni dapat menjadi sebab perselingkuhan. Reuni lebih tepat disebut sebagai katalis atau pemicu yang mempertemukan orang-orang dengan sejarah masa lalu.

Pada akhirnya, apakah nostalgia itu hanya menjadi cerita lucu bersama teman lama atau berkembang menjadi hubungan yang lebih jauh, sangat ditentukan oleh kondisi hubungan yang sedang dijalani dan batas-batas yang dimiliki masing-masing individu.

Karena itu, CLBK saat reuni bukanlah sesuatu yang mustahil. Namun, penyebabnya bukan semata-mata karena acaranya, melainkan kombinasi antara cara otak bekerja, nostalgia, dan kondisi emosional seseorang pada saat itu.(erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Minyak Peppermint Mampu Turunkan Tekanan Darah Pengindap Hipertensi Ringan

Agustus 9, 2026

Pernikahan Langgeng Kuncinya Ada Ditangan Istri ?

Agustus 8, 2026

Sejumlah Tokoh Dorong Sejarah Perjuangan Pendirian Kabupaten Kepulauan Meranti Dibukukan

Agustus 8, 2026
Berita Terkini

BGN Larang Siswa Bawa Pulang MBG Ke Rumah Khawatir Bikin Keracunan

Agustus 11, 20261 Views

Meriahkan HUT Ke-81 RI Akan Digelar Pesta Rakyat Di Monas

Agustus 11, 20260 Views

Pemerintah Ajak Masyarakat Tenang Dan Bijak Terima Informasi  Di Medsos Jelang HUT Ke-81 Ri

Agustus 11, 20260 Views

Wakil Ketua Baleg: RUU Masyarakat Adat Tak Lemahkan Otsus, Justru Saling Sinergi

Agustus 11, 20261 Views

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Narkoba Jenis Ketamin Seberat 1,3 Ton

Agustus 11, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Mulyadi: Keterbatasan Anggaran Jangan Hentikan Perjuangan Pemekaran Bogor Timur

Agustus 10, 202620 Views

Sejumlah Tokoh Dorong Sejarah Perjuangan Pendirian Kabupaten Kepulauan Meranti Dibukukan

Agustus 8, 202612 Views

KWP Minta Anggota DPR Deddy Sitorus Minta Maaf Atas Pernyataan Diduga Menghina Profesi Wartawan 1X24 Jam

Juli 30, 20268 Views
Pilihan Editor

BGN Larang Siswa Bawa Pulang MBG Ke Rumah Khawatir Bikin Keracunan

Agustus 11, 2026

Meriahkan HUT Ke-81 RI Akan Digelar Pesta Rakyat Di Monas

Agustus 11, 2026

Pemerintah Ajak Masyarakat Tenang Dan Bijak Terima Informasi  Di Medsos Jelang HUT Ke-81 Ri

Agustus 11, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?