Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Risiko Perang Terbuka Meningkat

Juli 23, 2026

Perpres Ojol Segera Final, Sufmi Dasco Pastikan DPR Terus Kawal Perlindungan Pengemudi

Juli 23, 2026

Dasco Pimpin Rapat Bersama Pemerintah Bahas Tindaklanjut Penyusunan Perpres Ojek Online

Juli 23, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home ยป Perempuan Berkebaya Indonesia Dorong Kebaya Menjadi Gerakan Nasional Berbasis Masyarakat
Ragam

Perempuan Berkebaya Indonesia Dorong Kebaya Menjadi Gerakan Nasional Berbasis Masyarakat

RedaksiBy RedaksiJuli 23, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Pengurus Pusat Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) diterima oleh Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Prof. Warsito, S.Si., DEA., Ph.D, dalam audiensi yang berlangsung di Gedung Kemenko PMK, Jakarta kemarin.

Audiensi tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya pelestarian kebaya sebagai identitas budaya bangsa, sekaligus membahas dukungan terhadap penyelenggaraan Hari Anak Nasional (HAN) dan Hari Kebaya Nasional (HKN) Tahun 2026.

Delegasi PBI dipimpin oleh Ketua Umum Rahmi Hidayati, didampingi Sitawati Ken Utami, Desy AW, Nuniek Restuwilujeng, dan Artati Yudhiwati. Sementara Prof. Warsito didampingi Ahmad Saufiq, Nugroho, Fermin, dan Ayu.

Gerakan PBI Mendapat Apresiasi Kemenko PMK

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum PBI Rahmi Hidayati menjelaskan perjalanan perjuangan PBI sejak Kongres Berkebaya Nasional 2021, yang menghasilkan rekomendasi kepada pemerintah untuk menetapkan Hari Kebaya Nasional serta mengusulkan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Perjuangan tersebut membuahkan hasil dengan lahirnya Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 yang menetapkan 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional, sekaligus keberhasilan kebaya masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO melalui mekanisme Joint Nomination.

Rahmi juga menyampaikan bahwa PBI kini telah memiliki cabang di berbagai daerah yang aktif menjalankan program edukasi budaya seperti Kebaya Goes to School, Kebaya Goes to Campus, Kebaya Goes to Office, dan Kebaya Goes to World guna mendekatkan kebaya kepada generasi muda.

Prof. Warsito memberikan apresiasi atas konsistensi PBI dalam menggerakkan pelestarian kebaya di tengah masyarakat.

Menurutnya, gerakan kebaya sebaiknya terus dikembangkan sebagai gerakan nasional yang tumbuh dari masyarakat (bottom-up) sehingga mampu membangun kesadaran budaya secara alami, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada regulasi pemerintah.

“Hari Kebaya Nasional harus menjadi momentum gerakan nasional yang lahir dari masyarakat. Dengan cara itu, pelestarian kebaya akan lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Prof. Warsito.

Ia juga menyatakan akan berupaya menghadiri peringatan Hari Kebaya Nasional 2026 di Bali apabila tidak terdapat agenda lain dari Menteri Koordinator PMK.

Dorong Kolaborasi Lintas Kementerian dan Pemerintah Daerah

Dalam diskusi tersebut, Prof. Warsito menilai PBI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah karena jaringan organisasinya telah menjangkau berbagai daerah dan aktif menyentuh kalangan pelajar, mahasiswa, serta komunitas perempuan.

Ia menyampaikan akan mendorong koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, agar penggunaan kebaya dan busana adat Nusantara semakin diperkuat di lingkungan pendidikan.

Selain itu, Kemenko PMK akan berupaya memetakan daerah-daerah yang telah memberikan dukungan terhadap gerakan pelestarian kebaya maupun daerah yang masih memerlukan penguatan sinergi dengan pemerintah daerah.

Prof. Warsito juga memberikan sejumlah masukan strategis kepada PBI, di antaranya pembentukan koperasi atau unit usaha organisasi guna mendukung keberlanjutan program, penyusunan pakem kebaya yang adaptif terhadap perkembangan zaman, serta pengembangan kebaya sebagai bagian dari industri kreatif nasional.

“Belajarlah dari batik yang kini memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi tinggi. Kebaya juga harus berkembang menjadi budaya yang hidup dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Usulan Kebaya Award dan Pemanfaatan Ruang Publik

Dalam audiensi tersebut, Prof. Warsito juga mengusulkan agar setiap peringatan Hari Kebaya Nasional menghadirkan Kebaya Award, yaitu penghargaan bagi perempuan Indonesia yang memiliki dedikasi tinggi dalam melestarikan kebaya.

Ia juga mengusulkan adanya figur nasional yang dapat menjadi simbol “Ibu Kebaya Indonesia”, sebagai inspirasi bagi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan budaya berkebaya.

Sementara itu, Ibu Ayu dari Kemenko PMK mendorong PBI memanfaatkan ruang publik dan teknologi digital sebagai media edukasi budaya, seperti melalui videotron, aplikasi digital, maupun kegiatan edukasi di sekolah dan perguruan tinggi.

Asisten Deputi Pemberdayaan Pemuda dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kemenko PMK, Ahmad Saufiq, menambahkan bahwa budaya merupakan perekat utama bangsa Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa ketika Prof. Warsito bertugas di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris, beliau menggagas Rumah Budaya Indonesia sebagai pusat promosi budaya Indonesia di luar negeri.

Menurutnya, budaya hanya akan tetap lestari apabila terus digunakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Komitmen Bersama Melestarikan Kebaya

Audiensi ditutup dengan penyerahan buku karya Sitawati Ken Utami kepada Prof. Warsito, foto bersama, serta komitmen untuk memperkuat kolaborasi antara PBI dan Kemenko PMK dalam berbagai program pelestarian budaya.

Melalui pertemuan ini, Perempuan Berkebaya Indonesia berharap dukungan pemerintah dapat semakin memperkuat gerakan pelestarian kebaya sebagai identitas budaya bangsa, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda agar kebaya tidak hanya menjadi busana seremonial, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. (awn)

Kebaya Kemenko PMK PBI Perempuan Berkebaya Indonesia
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Bangun Tata Kelola Transparan, Solehulhadi Kembali Diminta Pimpin KABAPIN

Juli 17, 2026

Komisi XII DPR Akan Panggil Seluruh Pihak Eksplorasi Geotermal yang Picu Lumpur Panas di NTT

Juli 14, 2026

RDPU dengan Baleg, CEO Baliola Sampaikan Masukan RUU Satu Data Indonesia

Juli 13, 2026
Berita Terkini

DPD RI Dorong Keadilan Fiskal, Luas Laut Harus Diperhitungkan Dalam Pendanaan Daerah Kepulauan

Juli 23, 20260 Views

Perpres Ojek Online Ditarget Selesai Pekan Depan, Dasco: Dibalik Setiap Order Ada Keluarga Menggantungkan Harapan

Juli 23, 20263 Views

Pelaksanaan Reformasi Agraria Masih Jauh Dari Cita Cita Pendiri Bangsa

Juli 23, 20261 Views

Berdiri di Bekas Rawa, Kawendra Lukistian: Lantai Huntara di Aceh Tamiang Perlu Diperkuat

Juli 23, 20262 Views

Perpres Ojol Segera Final, Sufmi Dasco Pastikan DPR Terus Kawal Perlindungan Pengemudi

Juli 23, 20267 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Buka Sidang Kaukus AIPA, Puan Bicara Penguatan Sentralitas ASEAN dan Nilai-nilai ASEAN WAY

Juli 22, 202626 Views

BKSAP Dorong ASEAN Harmonisasi Regulasi Dan Keamanan Siber

Juli 22, 202616 Views

Bangun Tata Kelola Transparan, Solehulhadi Kembali Diminta Pimpin KABAPIN

Juli 17, 202614 Views
Pilihan Editor

DPD RI Dorong Keadilan Fiskal, Luas Laut Harus Diperhitungkan Dalam Pendanaan Daerah Kepulauan

Juli 23, 2026

Perpres Ojek Online Ditarget Selesai Pekan Depan, Dasco: Dibalik Setiap Order Ada Keluarga Menggantungkan Harapan

Juli 23, 2026

Pelaksanaan Reformasi Agraria Masih Jauh Dari Cita Cita Pendiri Bangsa

Juli 23, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?