Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Pencarian 5 Jurnalis Dan 3 Awak KM Arupadhatu 1 Resmi Dihentikan

September 17, 2026

Golkar: Sistem Multipartai Sederhana Kunci Presidensial Efektif

Februari 1, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home ยป Jenazah Di Pulau Enggano Bengkulu Diduga ABK KM Arupadhatu 1 Surakman
Peristiwa

Jenazah Di Pulau Enggano Bengkulu Diduga ABK KM Arupadhatu 1 Surakman

RedaksiBy RedaksiSeptember 23, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Oplus_131072
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Informasi mengenai penemuan jenazah tanpa identitas di Pulau Enggano, Bengkulu, yang disebut-sebut sebagai Surakman, anak buah kapal atau awak KM Arupadhatu 1, kembali memunculkan harapan sekaligus kecemasan keluarga delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda. Basarnas kini menunggu hasil tes DNA.

Kabar yang beredar di media sosial menyebut dugaan identitas jenazah mengarah kepada Surakman setelah dilakukan pencocokan DNA. Namun, Basarnas Banten belum mengonfirmasi informasi tersebut secara resmi.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Banten Rizki Dwiyanto mengatakan pihaknya masih menunggu keterangan resmi mengenai hasil identifikasi.

Keterangan resmi mengenai identitas jenazah tersebut dijadwalkan disampaikan dalam konferensi pers di Polda Banten pada Rabu siang.

Surakman merupakan satu dari delapan orang yang berada di KM Arupadhatu 1 ketika kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Lima orang dalam rombongan merupakan jurnalis, yakni M Bagus Khoerunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Jaidi dari Anadolu, serta Donal yang bekerja sebagai jurnalis lepas.

Tiga lainnya merupakan awak kapal, yaitu Warta sebagai kapten, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Rombongan tersebut berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Sebelum hilang kontak, komunikasi dengan rombongan masih sempat berlangsung. Bagus sempat mengirimkan foto bersama rekan-rekannya kepada istrinya, Desi Purnamasari.

Surakman merupakan satu dari delapan orang yang berada di KM Arupadhatu 1 ketika kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Lima orang dalam rombongan merupakan jurnalis, yakni M Bagus Khoerunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Jaidi dari Anadolu, serta Donal yang bekerja sebagai jurnalis lepas.

Tiga lainnya merupakan awak kapal, yaitu Warta sebagai kapten, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Rombongan tersebut berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Sebelum hilang kontak, komunikasi dengan rombongan masih sempat berlangsung. Bagus sempat mengirimkan foto bersama rekan-rekannya kepada istrinya, Desi Purnamasari.

Sekitar pukul 14.42 WIB, Bagus juga berkomunikasi dengan jurnalis Antara Biro Lampung yang berada di Pulau Sebesi dan mengabarkan posisi rombongan.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 18.13 WIB, Heriyanto masih mengirimkan foto yang menunjukkan dirinya berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. Setelah itu, komunikasi dengan rombongan terputus.

Pimpinan Antara Biro Banten kemudian melaporkan hilangnya kontak dengan salah satu wartawannya kepada Basarnas pada Selasa (8/9/2026).

Operasi pencarian terhadap delapan orang tersebut selanjutnya dilakukan dengan mengerahkan unsur laut dan udara.

Tim SAR gabungan menyisir kawasan Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Panjang, Pulau Sebesi, Sebuku, Lagundi, Tanjung Tua, Pulau Panaitan, Ujung Kulon hingga perairan Lampung.

Pencarian tidak hanya berpatokan pada titik komunikasi terakhir. Tim turut memperhitungkan arah arus laut, kecepatan angin, tinggi gelombang, kondisi geografis, serta kemungkinan kapal atau benda hanyut bergeser jauh dari lokasi awal.

Kapal SAR menyisir permukaan laut, sementara helikopter dan drone dikerahkan dari udara. Tim juga mengumpulkan informasi dari nelayan dan kapal lain yang melintas di sekitar wilayah pencarian.

Sejumlah benda sempat ditemukan selama operasi, termasuk jaket pelampung. Namun, temuan-temuan tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan KM Arupadhatu 1.

Cuaca juga menjadi tantangan selama pencarian. Angin kencang, gelombang tinggi, jarak pandang terbatas, serta aktivitas Gunung Anak Krakatau dan abu vulkanik turut diperhitungkan demi keselamatan petugas.

Memasuki hari ketujuh, keluarga meminta operasi SAR diperpanjang. Pemerintah Provinsi Banten kemudian meneruskan permintaan tersebut kepada tim SAR.

Operasi yang semula berakhir pada hari ketujuh diperpanjang selama tiga hari, dari 15 hingga 17 September 2026.

Pada tahap perpanjangan, puluhan kapal dikerahkan dan pencarian udara dilakukan menggunakan helikopter Dauphin HR 3604. Basarnas Banten juga berkoordinasi dengan kantor SAR Lampung untuk memperluas wilayah pencarian ke perairan Lampung hingga sekitar Pulau Enggano.

Selama 10 hari operasi, luas wilayah pencarian mencapai sekitar 38.880 mil laut persegi atau sekitar 133.300 kilometer persegi. Sebanyak 24 unit sarana dan unsur SAR dari laut, udara, dan darat dilibatkan.

Namun, hingga operasi hari terakhir pada Kamis (17/9/2026), lima jurnalis dan tiga awak KM Arupadhatu 1 belum ditemukan. Operasi SAR kemudian dihentikan setelah melalui evaluasi dan pencarian selama 10 hari.(erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

1527 Kasus Influenza Tercatat di Indonesia : DKI Dan Jabar Tertinggi

September 30, 2026

Dituding Antek Asing, Ratusan Massa Geruduk Kantor WALHI

September 29, 2026
Berita Terkini

Presiden Prabowo Resuffle Sejumlah Menteri Dan Pejabat Negara

Oktober 1, 20260 Views

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 20260 Views

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Oktober 1, 20260 Views

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20262 Views

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Tawarkan 3 Solusi Strategis untuk Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta Kecam Narasi Bias Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB

September 26, 202611 Views

Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran

September 26, 202610 Views

Komisi XIII DPR : Menteri Impas Usut Temuan Fasilitas di Lapas Cibinong

September 25, 20266 Views
Pilihan Editor

Presiden Prabowo Resuffle Sejumlah Menteri Dan Pejabat Negara

Oktober 1, 2026

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 2026

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Oktober 1, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?