Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

DPR Dukung Pemerintah Tolak Visa Konser Israel Houghton Di Jakarta

Oktober 7, 2026

Gugatan Ijazah Gibran Tidak Dapat Diterima MK

Oktober 6, 2026

RUU Perampasan Aset Disetujui Semua Fraksi Masuk Pembahasan Tingkat I

Oktober 6, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Survei IPO: Elektabilitas Gerindra Kalahkan PDIP dan Golkar
Peristiwa

Survei IPO: Elektabilitas Gerindra Kalahkan PDIP dan Golkar

RedaksiBy RedaksiAgustus 9, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id -Peta kekuatan partai politik (parpol) menuju Pemilu 2029  mulai menunjukkan perubahan. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) kini berada di posisi teratas dalam elektabilitas partai politik, mengungguli Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar.

Berdasarkan survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO), Gerindra memperoleh elektabilitas 17,5 persen jika pemilihan anggota DPR RI dilakukan saat ini. 

PDIP berada di posisi kedua dengan 12,8 persen, disusul Golkar 10,4 persen dan Partai Demokrat 8,1 persen.

Namun, di balik keunggulan Gerindra, masih terdapat kelompok pemilih yang cukup besar dan belum menentukan pilihan.

Sebanyak 24,6 persen responden menyatakan belum memilih atau memilih merahasiakan pilihannya.

“Gerindra masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat, meskipun jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya terjadi penurunan, tetapi itu tetap menempatkan Gerindra sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi saat ini,” kata Dedi.

Menurutnya, posisi Gerindra sebagai kekuatan utama pemerintahan memberikan keuntungan elektoral bagi partai tersebut.

Popularitas Prabowo sebagai presiden turut berkontribusi terhadap tingkat keterpilihan Gerindra.

Meski demikian, elektabilitas Gerindra mengalami penurunan dibandingkan periode survei sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi catatan bahwa keunggulan partai belum tentu bersifat permanen.

PDIP menempati posisi kedua dengan elektabilitas 12,8 persen. Partai yang sebelumnya kerap mendominasi sejumlah survei nasional tersebut kini terpaut 4,7 poin persentase dari Gerindra.

Golkar berada di urutan ketiga dengan elektabilitas 10,4 persen. Sementara Partai Demokrat menempati posisi keempat dengan 8,1 persen.

Di bawah empat besar terdapat PKB dengan 7 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan NasDem 4,4 persen.

Adapun partai lainnya memperoleh elektabilitas di bawah 2 persen. PSI berada di angka 1,9 persen, PPP 1,6 persen, Perindo 0,9 persen, Partai Gerakan Rakyat 0,5 persen, Gelora 0,4 persen, dan Hanura 0,2 persen.

Sementara, Partai Ummat, Partai Buruh, PKN, dan Partai Garuda belum memperoleh dukungan terukur dalam survei tersebut.

PDIP menempati posisi kedua dengan elektabilitas 12,8 persen. Partai yang sebelumnya kerap mendominasi sejumlah survei nasional tersebut kini terpaut 4,7 poin persentase dari Gerindra.

Golkar berada di urutan ketiga dengan elektabilitas 10,4 persen. Sementara Partai Demokrat menempati posisi keempat dengan 8,1 persen.

Di bawah empat besar terdapat PKB dengan 7 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan NasDem 4,4 persen.

Adapun partai lainnya memperoleh elektabilitas di bawah 2 persen. PSI berada di angka 1,9 persen, PPP 1,6 persen, Perindo 0,9 persen, Partai Gerakan Rakyat 0,5 persen, Gelora 0,4 persen, dan Hanura 0,2 persen.

Sementara, Partai Ummat, Partai Buruh, PKN, dan Partai Garuda belum memperoleh dukungan terukur dalam survei tersebut.

“Jika sebelumnya PDIP mendominasi dukungan pada berbagai survei nasional, kini sebagian basis pemilih terlihat mulai beralih kepada Gerindra seiring posisi partai tersebut sebagai kekuatan utama dalam pemerintahan,” ujar Dedi.

Meski Gerindra berada di puncak, hasil survei juga menunjukkan pertarungan menuju Pemilu 2029 masih sangat cair.

Pasalnya, 24,6 persen responden belum menentukan pilihan atau memilih merahasiakan pilihannya.

Besarnya kelompok tersebut menjadi ruang perebutan suara bagi seluruh partai politik. Keunggulan Gerindra saat ini bisa berubah apabila partai lain mampu menarik pemilih yang masih bimbang, terlebih jika terjadi perubahan persepsi publik terhadap kinerja pemerintahan dan partai-partai politik. (awn)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Gubernur DKI Pramono Anung Optimis Timnas Indonesia Juara

Oktober 4, 2026

Tiket Final FIFA ASEAN CUP Indonesia Vs Thailand Terjual 67 Ribu

Oktober 4, 2026

MUI : Wacana Penyediaan Alat bantu Seks Warga Binaan Di Lapas Haram

Oktober 4, 2026
Berita Terkini

KPK Panggil Nusron Wahid Sebagai Saksi Kasus Korupsi HGB Bogor

Oktober 7, 20260 Views

DPR Dukung Pemerintah Tolak Visa Konser Israel Houghton Di Jakarta

Oktober 7, 20261 Views

Pemerintah Akan Lakukan Penertiban Lapas Usai Video Viral Rutan Depok

Oktober 6, 20260 Views

Menkeu Beri Sinyal Belanja APBN 2026 Naik

Oktober 6, 20260 Views

Gugatan Ijazah Gibran Tidak Dapat Diterima MK

Oktober 6, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20264 Views

Feeling Istri Jarang Meleset Soal Pasangan Hidupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Juli 25, 20264 Views

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 20263 Views
Pilihan Editor

KPK Panggil Nusron Wahid Sebagai Saksi Kasus Korupsi HGB Bogor

Oktober 7, 2026

DPR Dukung Pemerintah Tolak Visa Konser Israel Houghton Di Jakarta

Oktober 7, 2026

Pemerintah Akan Lakukan Penertiban Lapas Usai Video Viral Rutan Depok

Oktober 6, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?