MataParlemen.id – Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sejumlah pedagang di kawasan Sirkuit Mandalika mencatat omzet Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per hari selama berlangsungnya ajang balap internasional tersebut.
Salah satunya Safira Sabrina, pelaku UMKM asal Mataram yang mengelola stan XD Chile Chrispy. Ia mengaku memperoleh omzet hingga Rp 5 juta dalam sehari.
“Alhamdulillah hari ini lumayan sibuk. Bersyukur sekali bisa mendapat manfaat langsung dari MotoGP,” ujar Safira.
Keuntungan serupa dirasakan Ade Fatriana, pedagang asal Sumbawa Besar yang mengelola stan Qinan Cake. Omzet penjualannya mencapai Rp 4 juta per hari.
“Ini masih jam 15.00. Semoga bisa terus bertambah karena masih banyak yang di dalam menonton sesi latihan,” katanya.
Sementara itu, Dewi Kusumaningrum asal Dompu mencatat omzet Rp 3 juta per hari. Ia bersyukur dapat berpartisipasi dalam ajang internasional tersebut meski harus menyeberang pulau untuk berjualan di Mandalika.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan jumlah UMKM yang berpartisipasi di kawasan Sirkuit Mandalika meningkat dari sekitar 100 pada 2025 menjadi 500 pada 2026.
“Alhamdulillah jumlah UMKM yang masuk ke MotoGP Mandalika terus bertambah. Tahun lalu hanya sekitar 100, tahun ini 500 UMKM,” ujar Iqbal.
Menurutnya, setiap UMKM berpotensi menyerap tiga hingga empat tenaga kerja sehingga keterlibatan pelaku usaha lokal turut membuka lapangan pekerjaan.
Iqbal menegaskan, penyelenggaraan MotoGP Mandalika harus memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat, bukan hanya sektor pariwisata dan perhotelan.
“Jadi, ini kata makmur dan mendunia. Jadi, tetap kemakmuran masyarakat di sekitar itu tetap mendapatkan ruang untuk tumbuh,” katanya.
Pemerintah Provinsi NTB juga mendorong penyediaan lokasi berjualan yang strategis serta fasilitas memadai agar UMKM dapat memanfaatkan tingginya kunjungan penonton MotoGP Mandalika 2026.(mar)




