MataParlemen.id– Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) memutuskan memilih I Nyoman Cantiasa sebagai Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat masa bakti 2026-2031.

Keputusan Nyoman Cantiasa sebagai Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat 2026-2031 dilaksanakan melalui mekanisme pemilihan suara (voting) dalam Sidang Mahasabha XIII di  Jakarta, Sabtu (10/10/2026). 

Pemilihan dilakukan oleh Sabha Pandita periode 2026-2031 dan peserta Mahasabha XIII. 

Berdasarkan hasil voting, Nyoman Cantiasa memperoleh suara terbanyak mengungguli calon lainnya, Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana.

Nyoman Cantiasa merupakan tokoh berlatarbelakang militer. Dalam dunia kepemimpinan, Cantiasa memiliki rekam jejak panjang dalam memimpin sejumlah kesatuan di lingkup TNI Angkatan Darat dan memimpin sejumlah operasi militer. 

Ia pernah terlibat langsung dalam operasi besar TNI dalam operasi pembebasan sandera aksi teror OPM di Mapenduma tahun 1996. Operasi pembebasan sandera Mapenduma merupakan misi penyelamatan dipimpin oleh Prabowo Subianto yang ketika itu berpangkat Brigadir Jenderal TNI selaku Komandan Jenderal Kopassus (Danjen Kopassus) tahun 1996.

Kepemimpinan Cantiasa di TNI juga teruji ketika memimpin pembebasan aksi teror perompak Somalia dalam insiden pembajakan Kapal MV Sinar Kudus tahun 2011 yang saat itu, Cantoasa menjabat sebagai Dansat 81/Gultor Kopassus.

Ia juga tercatat pernah memimpin Kontingen Indonesia dalam Lomba Tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-16 di Hanoi, Vietnam serta sukses melanjutkan tradisi Juara Umum dengan raihan 24 medali emas, 10 perak, 9 perunggu dan 15 tropi tahun 2006. 

Pada peringatan Upacara HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana merdeka, tanggal 17 Agustus 2013, Cantiasa yang ketika itu berpangkat Kolonel dipercaya menjadi Komandan Upacara Penurunan Sang Merah Putih.

Namanya semakin bersinar setelah menjadi perwira tinggi (Pati) TNI antara lain menjabat Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus), Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN) dan Koordinator Staf Khusus KSAD.

Lahir pada 26 Juni 1967 di Bubunan, Seririt, Buleleng, Bali, Cantiasa merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1990 dan peraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik. Ia merupakan anak ketiga dari pasangan I Nengah Tinggen dan Ni Ketut Mari. 

Ayahnya, I Nengah Tinggen, merupakan seorang sastrawan, penulis buku, dan dikenal sebagai veteran pejuang. Nengah Tinggen bersama istrinya, Ni Ketut Mari, melahirkan anak-anak unggul yang punya jiwa pengabdian besar terhadap bangsa dan negara serta menjaga ilmu dan ajaran-ajaran luhung dari leluhur. (har)

Share.
Exit mobile version