Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Maximo Quiles Juara Dunia Hasil Race Moto3, Vega Pratama Urutan Ke-6 Di Sirkuit Mandalika

Oktober 11, 2026

Bambang Purwanto Dorong Warga Jabiren Olah Ikan Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Oktober 11, 2026

Mentan : Cabut Izin Dan Proses Hukum 25 Merk Beras Fortifikasi Bermasalah

September 15, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Menteri PKP Perluas Bedah Rumah Dan Peluang Bantuan Warga Kontrakan
Nasional

Menteri PKP Perluas Bedah Rumah Dan Peluang Bantuan Warga Kontrakan

RedaksiBy RedaksiOktober 11, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendorong percepatan program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Jakarta. Pemerintah juga menyederhanakan persyaratan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), termasuk membuka peluang bantuan bagi warga yang tinggal di rumah kontrakan.

Hal tersebut disampaikan Maruarar saat meninjau lokasi program BSPS di Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (11/10/2026).

Maruarar menegaskan, penyaluran bantuan harus tepat sasaran dengan mempertimbangkan kondisi fisik rumah sekaligus keadaan sosial ekonomi penghuninya. Pendataan diperlukan agar bantuan tidak diberikan kepada keluarga yang mampu, sedangkan warga yang lebih membutuhkan justru belum terjangkau.

“Jadi ada dua hal yang penting kita lihat supaya tidak salah sasaran,” ujar Maruarar.

Maruarar mengapresiasi keterlibatan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam melakukan pendataan langsung di lapangan. Petugas memeriksa kondisi bangunan sekaligus mengidentifikasi keadaan sosial ekonomi penghuninya.

Pemeriksaan fisik mencakup kondisi lantai, dinding, atap, hingga fasilitas sanitasi seperti toilet. Sementara itu, pendataan penghuni dilakukan untuk memastikan calon penerima memenuhi kriteria bantuan.

Maruarar mencontohkan warga di Palmerah yang memiliki penghasilan sekitar Rp 1 juta dengan tiga anggota keluarga dalam satu rumah. 

Menurutnya, kondisi tersebut menggambarkan tantangan ekonomi yang masih dihadapi sebagian masyarakat perkotaan.

Karena itu, penentuan penerima bantuan perlu menggabungkan penilaian kelayakan bangunan dengan profil ekonomi keluarga. Verifikasi lapangan juga diperlukan untuk mengurangi risiko kesalahan pendataan.

Pemerintah menargetkan perbaikan 400.000 rumah pada 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan realisasi program pada tahun sebelumnya yang mencapai 45.000 rumah.

Dengan skala program yang semakin besar, Maruarar menilai pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan kunjungan langsung pejabat kementerian. Pemerintah membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk media massa, untuk memantau pelaksanaan dan ketepatan penerima bantuan.

“Saya tentu tidak mungkin bisa mengecek langsung 400.000 rumah. Tahun ini 400.000 rumah, tahun lalu 45.000 rumah,” ujarnya.

Ia meminta media tetap independen dan profesional dalam memberitakan pelaksanaan program, termasuk jika menemukan penerima yang tidak sesuai kriteria, proses yang tidak transparan, atau pelaksanaan yang kurang efisien.

Menurut Maruarar, laporan media dapat menjadi bahan evaluasi bagi kementerian sekaligus memperkuat pengawasan publik terhadap penggunaan anggaran negara.

Maruarar menyebut terdapat lebih dari 821.000 rumah yang menggambarkan besarnya kebutuhan penanganan hunian di Jakarta. Ia juga menyinggung keterbatasan dukungan APBD Jakarta untuk program bedah rumah sehingga bantuan pemerintah pusat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas perbaikan hunian.

Pemerintah menargetkan 10.300 rumah dapat ditangani dalam kurun waktu sekitar 2,5 bulan. Maruarar berharap percepatan pelaksanaan dan penyederhanaan persyaratan dapat membantu mencapai target tersebut. 

Namun, perincian tahapan pelaksanaan, sebaran lokasi, dan realisasi per wilayah belum dijelaskan dalam keterangan yang disampaikan. 

Perbaikan rumah diperlukan bukan hanya untuk meningkatkan kenyamanan, tetapi juga untuk mendukung keamanan dan kesehatan penghuni. Kondisi lantai, dinding, atap, dan sanitasi menjadi bagian penting dari kelayakan hunian.

Bagi keluarga berpenghasilan rendah, biaya renovasi sering kali sulit dipenuhi karena pendapatan harus dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan pemerintah diharapkan dapat meringankan beban tersebut.

Salah satu perubahan yang disampaikan Maruarar adalah penyederhanaan persyaratan program BSPS. Dalam penjelasannya, perbaikan dapat dipertimbangkan berdasarkan komponen rumah yang memenuhi kriteria, seperti dinding, atap, atau lantai, tanpa harus menunggu beberapa komponen sekaligus bermasalah.

Penyederhanaan tersebut ditujukan agar masyarakat yang membutuhkan tidak terhambat oleh persyaratan yang terlalu rumit.

Maruarar juga menyatakan warga yang tinggal di rumah kontrakan kini dapat masuk dalam skema bantuan. Kebijakan ini membuka peluang perluasan jangkauan program kepada masyarakat yang membutuhkan perbaikan hunian meskipun tidak memiliki bangunan yang ditempatinya.

Meski demikian, mekanisme pengusulan, persetujuan pemilik bangunan, serta ketentuan teknis bagi penghuni kontrakan tetap perlu mengacu pada pedoman resmi BSPS yang berlaku. Artinya, tinggal di rumah kontrakan tidak otomatis membuat seseorang menjadi penerima bantuan.

Maruarar menekankan penyederhanaan aturan harus mempermudah akses masyarakat yang memenuhi kriteria, bukan mengurangi ketepatan penyaluran bantuan.(erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Prabowo-El Sisi Sepakat Perkuat Kerjasama Investasi Indonesia Dan Mesir

Oktober 11, 2026

Indonesia Dan Mesir Sepakat Solusi 2 Negara Untuk Palestina

Oktober 11, 2026

Diaspora Indonesia Desak Gibran Mundur Dan Minta Maaf

Oktober 11, 2026
Berita Terkini

Sertifikat Halal Jangan Bebani Pedagang Kaki Lima

Oktober 11, 20261 Views

Menteri PKP Perluas Bedah Rumah Dan Peluang Bantuan Warga Kontrakan

Oktober 11, 20260 Views

Prabowo-El Sisi Sepakat Perkuat Kerjasama Investasi Indonesia Dan Mesir

Oktober 11, 20260 Views

Evaluasi Panja Haji DPR, Akomodasi Hotel Terlalu Jauh Dari Masjidil Haram Dicoret

Oktober 11, 20261 Views

Indonesia Dan Mesir Sepakat Solusi 2 Negara Untuk Palestina

Oktober 11, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Komisi IX DPR RI Dorong Permenkes Untuk Lindungi Pasien Dari MalPraktek

Oktober 7, 202611 Views

Feeling Istri Jarang Meleset Soal Pasangan Hidupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Juli 25, 20267 Views

Komitmen Presiden Prabowo Hadirkan Subsidi Biaya Haji 2027

Oktober 7, 20265 Views
Pilihan Editor

Sertifikat Halal Jangan Bebani Pedagang Kaki Lima

Oktober 11, 2026

Menteri PKP Perluas Bedah Rumah Dan Peluang Bantuan Warga Kontrakan

Oktober 11, 2026

Prabowo-El Sisi Sepakat Perkuat Kerjasama Investasi Indonesia Dan Mesir

Oktober 11, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?