MataParlemen.id – International Monetary Fund (IMF) menyebut Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatan yang membayangi kawasan Asia dalam beberapa tahun mendatang.
Stabilitas pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), perbaikan pasar tenaga kerja, serta inflasi yang diperkirakan kembali terkendali menjadi sejumlah faktor yang menopang prospek ekonomi nasional.
Laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2026 yang dirilis IMF, sebagaimana diberitakan Bloomberg News melalui jurnalis Dana Morgan pada 13 Oktober 2026, memperkirakan pertumbuhan PDB riil Asia turun dari 5% pada 2025 menjadi 4,8% pada 2026 dan 4,4% pada 2027.
Perlambatan juga diperkirakan terjadi di kelompok negara berkembang Asia atau Emerging Asia. Pertumbuhan kawasan ini diproyeksikan turun dari 5,7% pada 2025 menjadi 5,2% pada 2026 dan 4,9% pada 2027.
Perlambatan juga diperkirakan terjadi di kelompok negara berkembang Asia atau Emerging Asia. Pertumbuhan kawasan ini diproyeksikan turun dari 5,7% pada 2025 menjadi 5,2% pada 2026 dan 4,9% pada 2027.
Salah satu faktor yang memengaruhi tren tersebut adalah melambatnya ekonomi China, dengan pertumbuhan yang diperkirakan turun dari 5,0% pada 2025 menjadi 4,5% pada 2026 dan 4,0% pada 2027.
Di tengah kondisi tersebut, Indonesia diperkirakan mampu mempertahankan laju pertumbuhan yang relatif stabil hingga 2027.
IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1% pada 2025, 2026, dan 2027. Konsistensi tersebut menempatkan Indonesia di atas rata-rata ASEAN-5, yang diperkirakan tumbuh 4,5% pada 2025, 4,4% pada 2026, dan 4,3% pada 2027.
Perbandingan dengan sejumlah negara Asia Tenggara juga memperlihatkan perbedaan prospek pertumbuhan. Malaysia diproyeksikan tumbuh 5,2% pada 2025 dan 2026, sebelum melambat menjadi 4,6% pada 2027.
Sementara itu, pertumbuhan Filipina diperkirakan turun dari 4,4% pada 2025 menjadi 3,4% pada 2026, kemudian meningkat menjadi 5,1% pada 2027. Adapun ekonomi Thailand diproyeksikan tumbuh 2,4% pada 2025, lalu melambat menjadi 2,1% pada 2026 dan bertahan pada level yang sama pada 2027.
Dengan proyeksi pertumbuhan 5,1% pada 2027, Indonesia juga diperkirakan melampaui rata-rata Emerging Asia sebesar 4,9%. Prospek ini menunjukkan daya tahan ekonomi nasional di tengah moderasi pertumbuhan sejumlah negara di kawasan.
Selain pertumbuhan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja turut memberikan gambaran mengenai ketahanan ekonomi domestik. Tingkat pengangguran Indonesia diproyeksikan turun dari 4,9% pada 2025 menjadi 4,7% pada 2026 dan bertahan pada level tersebut hingga 2027.
Penurunan pengangguran berpotensi memperkuat fondasi konsumsi rumah tangga melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja. Meski demikian, dampaknya terhadap daya beli tetap bergantung pada perkembangan pendapatan riil masyarakat dan kemampuan ekonomi menciptakan pekerjaan yang produktif.(hsu)




