MataParlemen.id – Anggota Komisi IV DPR RI, Bambang Purwanto, mengingatkan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, agar lebih serius menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang kian parah.

“Kebakaran dan asap di Kalteng sudah parah, baru datang ke sini,” ujar Bambang yang akrab disapa Pakde, Rabu (14/10/2026).

Ia mengungkapkan, jauh-jauh hari waktu RDP (rapat dengar pendapat) telah mengingatkan harus waspada kemarau yang dibarengi dengan elnino agar diwaspadai jangan sampai terulang seperti tahun 1997/1998.

“Saya menyarankan agar segera dipetakan lokasi gambut karena gambut itu yg paling berbahaya ketika terbakar sulit dipadamkan karena itu sebelum terjadi lakukan kerja sama dengan TNI, Polri, Pemda dan pemerintah desa agar Patroli rutin. Namun, usulan tersebut perlu didukung anggaran operasional yang memadai agar seluruh pihak dapat bergerak cepat di lapangan,” ujarnya.

Saran dimaksud berdasarkan pengalaman lapangan selama ber tahun-tahun mengalami peristiwa yang sama hanya bekerja sama dengan TNI, Polri, Pemda dan pemerintah desa, agar patroli yang paling efektif.

Namun, saran saya itu tidak dihiraukan,” tandas Bambang.

Dia juga menyoroti kesiapan personel dan peralatan khususnya Manggala Agni.

Menurut Bambang, persiapan pasukan harus dilakukan sejak dini dengan memanfaatkan anggaran yg sudah ada segera dieksekusi tuk peremajaan peralatan, termasuk memastikan seluruh peralatan pemadaman dalam kondisi layak digunakan.

Ia menyebut hasil cek lapangan sejumlah peralatan yang ada saat ini sudah tua. Kondisi tersebut perlu segera ditangani agar petugas tidak mengalami kendala ketika melakukan pemadaman di lokasi kebakaran, tetapi itupun tak dihiraukan juga.

Perkembangan terkini, Bambang menyoroti bantuan Presiden sebesar Rp125 miliar untuk penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Ia meminta agar dana tersebut dimanfaatkan secara maksimal, tepat sasaran, dan transparan, terutama untuk mendukung pangadaan sarana dan prasarana kegiatan pemadaman serta operasional tim penanggulangan karhutla.

Pemerintah Provinsi mendapat bantuan Rp40 miliar, Kabupaten Kapuas Rp20 miliar, Kabupaten Pulang Pisau Rp20 miliar, Kabupaten Kotawaringin Timur Rp15 miliar, Kabupaten Kotawaringin Barat Rp15 miliar dan Kabupaten Katingan sebesar Rp15 miliar.

Dana tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan satuan tugas dalam menghadapi karhutla, termasuk mendukung kebutuhan operasional personel serta penyediaan sarana dan prasarana pemadaman.

“Saya meminta agar bantuan dapat dimanfaatkan secara tepat dengan keterbukaan penggunaan anggaran juga penting agar publik dapat mengetahui sejauh mana bantuan tersebut digunakan untuk mendukung penanganan karhutla di lapangan,” katanya.

Kini, yang menjadi perhatian adalah bagaimana bantuan Rp125 miliar tersebut direalisasikan secara efektif, sementara kesiapan peralatan, dukungan operasional, dan koordinasi lintas instansi harus segera diperkuat agar penanganan karhutla di Kalimantan Tengah tidak terus meluasnya dam membara. (erc)

Share.
Exit mobile version