Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

DPR Dukung Pemerintah Tolak Visa Konser Israel Houghton Di Jakarta

Oktober 7, 2026

Gugatan Ijazah Gibran Tidak Dapat Diterima MK

Oktober 6, 2026

RUU Perampasan Aset Disetujui Semua Fraksi Masuk Pembahasan Tingkat I

Oktober 6, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » DPR Meminta Pemerintah Serius Menangani Pengangguran Sarjana Mencapai 1 Juta Orang
DPR

DPR Meminta Pemerintah Serius Menangani Pengangguran Sarjana Mencapai 1 Juta Orang

RedaksiBy RedaksiAgustus 10, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin mendesak pemerintah untuk serius menangani persoalan pengangguran sarjana yang terus mengalami peningkatan.

Urgensi ini menyusul data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS Mei 2026 yang mencatat jumlah pengangguran lulusan sarjana telah menembus 1.033.182 orang, atau setara 14,31 persen dari total 7,22 juta penganggur secara nasional.

Menurut Zainul, kondisi ini mengindikasikan adanya persoalan struktural yang mendasar dalam hubungan antara dunia pendidikan dan pasar kerja.

“Pemerintah harus serius menangani persoalan pengangguran ini. Yang pertama tentu harus mendiagnosis faktor utama penyebab pengangguran, khususnya di kalangan sarjana,” kata Zainul, pada Senin (10/8/2026).

Menurut Zainul, salah satu penyebabnya dikarenakan ketidaksesuaian keterampilan atau skill mismatch antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri dan perkembangan pasar kerja modern.

Selain persoalan skill mismacth, pertumbuhan jumlah lulusan sarjana juga belum diimbangi dengan pertumbuhan penciptaan lapangan kerja formal yang sepadan.

Akibatnya, kata Zainul, semakin banyak lulusan perguruan tinggi yang harus bersaing memperebutkan lapangan kerja yang terbatas.

“Ekspansi jumlah lulusan sarjana harus diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja formal. Kalau tidak, kesenjangan antara jumlah pencari kerja dengan kesempatan kerja akan semakin besar,” ujarnya.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dengan dunia industri. Menurutnya, kurikulum dan kompetensi mahasiswa harus semakin dekat dengan kebutuhan perusahaan sehingga lulusan memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan pasar kerja.

“Perguruan tinggi harus aktif menjalin kerja sama dengan pihak industri. Link and match antara kampus dan dunia usaha harus benar-benar diwujudkan, sehingga lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang dibutuhkan dan bisa lebih cepat diserap oleh pasar kerja,” jelasnya.

Di sisi lain, Zainul juga meminta pemerintah memberikan insentif terhadap proyek-proyek padat karya. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Pemerintah perlu memberikan insentif terhadap proyek padat karya, sehingga proyek-proyek pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga mampu menyerap banyak tenaga kerja,” katanya.

Lebih lanjut, legislator dari Fraksi PKB itu menegaskan bahwa persoalan pengangguran sarjana tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian.

“Tetapi, diperlukan forum bersama yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” pungkasnya.(erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

DPR Dukung Pemerintah Tolak Visa Konser Israel Houghton Di Jakarta

Oktober 7, 2026

RUU Perampasan Aset Disetujui Semua Fraksi Masuk Pembahasan Tingkat I

Oktober 6, 2026

Komisi II DPR RI Dorong Ombudsman Perkuat Pelayanan Publik

Oktober 6, 2026
Berita Terkini

KPK Panggil Nusron Wahid Sebagai Saksi Kasus Korupsi HGB Bogor

Oktober 7, 20260 Views

DPR Dukung Pemerintah Tolak Visa Konser Israel Houghton Di Jakarta

Oktober 7, 20261 Views

Pemerintah Akan Lakukan Penertiban Lapas Usai Video Viral Rutan Depok

Oktober 6, 20260 Views

Menkeu Beri Sinyal Belanja APBN 2026 Naik

Oktober 6, 20260 Views

Gugatan Ijazah Gibran Tidak Dapat Diterima MK

Oktober 6, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20264 Views

Feeling Istri Jarang Meleset Soal Pasangan Hidupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Juli 25, 20264 Views

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 20263 Views
Pilihan Editor

KPK Panggil Nusron Wahid Sebagai Saksi Kasus Korupsi HGB Bogor

Oktober 7, 2026

DPR Dukung Pemerintah Tolak Visa Konser Israel Houghton Di Jakarta

Oktober 7, 2026

Pemerintah Akan Lakukan Penertiban Lapas Usai Video Viral Rutan Depok

Oktober 6, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?