Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Misbakhun Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah di Level 16.000

Mei 19, 2026

Paripurna DPR Setujui Friderica Widyasari sebagai Ketua OJK Baru

Maret 13, 2026

DPR Tetapkan 68 RUU Prioritas dalam Program Legislasi Nasional

Mei 20, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Herman Khaeron: Sektor Air Bersih Berpotensi Jadi Lini Bisnis Strategis BUMN
DPR

Herman Khaeron: Sektor Air Bersih Berpotensi Jadi Lini Bisnis Strategis BUMN

RedaksiBy RedaksiMaret 15, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron daru Fraksi Partai Demokrat (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menilai sektor penyediaan air bersih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lini bisnis strategis Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke fasilitas WTJJ SPAM yang dikelola oleh PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Jumat (13/03/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Herman Khaeron yang akrab disapa Kang Hero itu menjelaskan bahwa proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I merupakan infrastruktur strategis yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di kawasan metropolitan.

Menurutnya, SPAM ini memiliki kapasitas produksi air hingga 4.750 liter per detik, yang dialokasikan untuk empat wilayah yaitu DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang.

Baca juga:

Bamsoet Dorong Pengembangan Makanan Siap Saji Berteknologi Sebagai Solusi Saat Darurat Bencana

Dari total kapasitas tersebut, sekitar 4.000 liter per detik diperuntukkan bagi Jakarta, sementara sisanya dialokasikan untuk wilayah Bekasi dan Karawang. 

“Air minum merupakan kebutuhan dasar manusia. Oleh karena itu penyediaannya menjadi bentuk kehadiran negara melalui BUMN yang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Perum Jasa Tirta II sebagai penyedia air baku dari Waduk Jatiluhur,” ujarnya.

Ia menambahkan, kapasitas suplai air untuk Jakarta bahkan masih belum terserap sepenuhnya. Dari kapasitas 4.000 liter per detik yang disiapkan, saat ini baru sekitar 1.000 liter per detik yang tersalurkan, sehingga masih terdapat ruang besar untuk optimalisasi pemanfaatan air bersih dari fasilitas tersebut.

“Dan bahkan untuk Jakarta masih over capacity karena 4000 liter per detik yang disiapkan, hanya bisa di supply sekarang ini sejumlah 1000 liter per detik. Untuk wilayah lainnya tentu sudah optimal dan dalam operasional nya dan ini yang mungkin perlu di kuatkan melalui regulasi negara melalui undang undang yang mengharuskan ada yang mengatur terhadap kebutuhan masyarakat ini,” terangnya.

Herman menilai pengelolaan air bersih ke depan perlu diperkuat melalui regulasi nasional yang lebih komprehensif.

Menurutnya, pengelolaan air saat ini masih didominasi oleh pemerintah daerah melalui perusahaan daerah air minum (PDAM), sementara ekspansi layanan dinilai belum cukup cepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong agar pemerintah pusat memiliki peran yang lebih besar dalam pembangunan infrastruktur air minum melalui proyek-proyek SPAM regional seperti yang dibangun di Bekasi.

“Ke depan, perlu ada regulasi yang lebih kuat agar pengelolaan air menjadi tanggung jawab bersama dengan peran pusat yang lebih besar. Dengan begitu kebutuhan masyarakat terhadap air bersih bisa terpenuhi secara merata,” jelasnya.

Ia juga mengaitkan upaya tersebut dengan visi Prabowo Subianto dalam program Asta Cita, yang menargetkan tercapainya swasembada air di Indonesia.

Menurut Herman, swasembada air berarti seluruh masyarakat Indonesia dapat mengonsumsi air hasil pengolahan dan produksi dalam negeri tanpa ketergantungan pada sumber lain.

“Kita tahu juga bahwa Asta Cita Presiden Prabowo Subianto juga sudah mencanangkan tentang swasembada air, kalau swasembada air tentu seluruh masyarakat se Indonesia harus mengkonsumsi air berdasarkan hasil pengolahan atau hasil produksinya sendiri. Nah kalau saat ini tentu masih di sana sini masih banyak kekurangan air bahkan kita masih menggunakan air kemasan impor, untuk kedepan semestinya dengan kemampuan produksi air dalam negeri kita ini dapat bisa terpenuhi sepenuhnya,” terang Politisi Fraksi P-Demokrat ini.

Dalam kesempatan itu, Kang Hero juga menyoroti potensi ekonomi dari bisnis pengolahan air bersih. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, sektor produksi air bersih dinilai memiliki kinerja yang cukup baik dengan Return on Assets (ROA) mencapai sekitar 12 persen, yang menurutnya termasuk tinggi dibandingkan sejumlah BUMN lainnya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi peluang bagi pemerintah melalui BUMN untuk memperluas investasi di sektor air, selain sektor lain yang saat ini sedang dikembangkan seperti pengelolaan sampah dan sektor pangan.

“Bisnis air bersih ini potensinya sangat besar. Selain menjadi kebutuhan dasar masyarakat, sektor ini juga dapat memberikan keuntungan bagi korporasi jika dikelola secara profesional,” tutup Politisi Fraksi Partai Demokrat itu. (ira)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

DPR Tetapkan 68 RUU Prioritas dalam Program Legislasi Nasional

Mei 20, 2026

Ketua DPD RI Beri Pembekalan ke 1.700 Calon Wisudawan UGM

Mei 19, 2026

5 WNI Diculik Tentara Israel, Partai Gelora Kecam dan Tuntut Pembebasan Segera

Mei 19, 2026
Berita Terkini

DPR Tetapkan 68 RUU Prioritas dalam Program Legislasi Nasional

Mei 20, 20261 Views

Ketua DPD RI Beri Pembekalan ke 1.700 Calon Wisudawan UGM

Mei 19, 20261 Views

5 WNI Diculik Tentara Israel, Partai Gelora Kecam dan Tuntut Pembebasan Segera

Mei 19, 20260 Views

Misbakhun Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah di Level 16.000

Mei 19, 20263 Views

DPR Nilai Keterlibatan UMKM di MBG Masih Kec

Mei 19, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Misbakhun Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah di Level 16.000

Mei 19, 20263 Views

Pimpinan MPR Dorong Penguatan Energi dan Ekonomi Imbas Timur Tengah

Maret 10, 20263 Views

DPR Dukung Pemerintah RI untuk Desak PBB dan AS Bebaskan Aktivis dan Jurnalis Indonesia yang Disandera Israel

Mei 18, 20262 Views
Pilihan Editor

DPR Tetapkan 68 RUU Prioritas dalam Program Legislasi Nasional

Mei 20, 2026

Ketua DPD RI Beri Pembekalan ke 1.700 Calon Wisudawan UGM

Mei 19, 2026

5 WNI Diculik Tentara Israel, Partai Gelora Kecam dan Tuntut Pembebasan Segera

Mei 19, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?