MataParlemen.id – Insiden ledakan di gudang amunisi di Madiun, Jawa Timur, menjadi perhatian DPR RI. Investigasi menyeluruh dinilai perlu segera dilakukan untuk mengungkap penyebab kejadian yang mengakibatkan satu prajurit meninggal dunia tesebut. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin.
Seperti diketahui, ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7). Dalam insiden tersebut, satu prajurit TNI gugur, empat orang mengalami luka berat, dan dua lainnya luka ringan.
TB Hasanuddin juga mendorong agar gudang amunisi ditempatkan jauh dari permukiman warga. Selain itu, ia meminta tim investigasi memeriksa secara menyeluruh apakah sistem penyimpanan amunisi telah memenuhi seluruh persyaratan dan standar keamanan, mulai dari kondisi ruang penyimpanan, pengaturan suhu, penataan amunisi di dalam gudang, hingga penerapan prosedur pengamanan.
“Tim investigasi harus memeriksa apakah sistem penyimpanan amunisi telah memenuhi seluruh persyaratan dan standar keamanan,” kata TB Hasanuddin di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Sebelumnya, Pihak TNI AD pun telah mengatakan peristiwa itu terjadi saat personel melaksanakan pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan. TNI AD juga telah membentuk investigasi terkait ledakan gudang amunisi tersebut.
Terkait hal ini, legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan tersebut pun meminta pemerintah dan TNI mengevaluasi keberadaan gudang amunisi yang lokasinya terlalu dekat dengan permukiman warga. Ia menilai, gudang yang tidak lagi memenuhi standar jarak aman sebaiknya dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan jauh dari kawasan berpenduduk.
“Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk memperbaiki sistem penyimpanan, pengawasan, dan pengamanan amunisi agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” pungkasnya. (amar)


