MataParlemen.id-Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan Presiden Prabowo Subianto tak menjadikan Indonesia sebagai anggota permanen di Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Muzani menyebut Presiden Prabowo bisa saja menarik keanggotaan Indonesia dari Board of Peace kapan pun. Namun, keputusan tersebut sejauh ini belum diambil oleh kepala negara.

“Bagi Indonesia masuk dan keluar BoP adalah sesuatu yang bisa saja terjadi seperti beberapa kali disebutkan oleh presiden. Kita bisa saja kapan saja bisa keluar, tetapi sekali lagi itu harus atas kesepakatan bersama-sama,” kata Muzani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Muzani menekankan, maksud dan tujuan Indonesia bergabung BoP murni untuk mempercepat proses kemerdekaan, pembangunan, rekonstruksi, dan rehabilitasi Palestina.

Baca juga:

Namun, keanggotaan Indonesia di BoP kembali mendapat sorotan tajam seiring serangan penggagas dewan tersebut, Amerika Serikat (AS), ke Iran.

Diketahui, Presiden AS Donald Trump telah melakukan operasi militer bersama Israel untuk menyerang Iran.

Muzani mengatakan, Presiden Prabowo telah menerima banyak masukan dari para tokoh bangsa. Kepala negara disebut akan mengambil keputusan demi mendukung perdamaian dunia, serta terjaganya persatuan dan soliditas nasional.

“Presiden menerima pandangan itu dengan senang hati dan sebagai sebuah masukan yang oleh beliau dijadikan sebagai referensi dalam mengambil keputusan,” pungkas Muzani. (ira)

Share.
Exit mobile version