MataParlemen.id-Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, menilai Kota Bogor memiliki modal yang sangat kuat untuk tampil sebagai kota berdaya saing global melalui penguatan diplomasi parlemen, riset, pariwisata, hingga ekonomi halal.
Hal itu disampaikan Habib Aboe saat kunjungan kerja BKSAP DPR RI ke Pemerintah Kota Bogor (13/7).
“Kehadiran kami di Kota Bogor bukan sekadar menikmati keindahan Kota Hujan atau mencicipi talas Bogor. Kami datang membawa misi besar, yakni bagaimana melentingkan potensi lokal Bogor agar mampu go international dan berkibar di kancah global,” ujar Habib Aboe.
Menurut anggota Komisi III DPR RI tersebut, BKSAP siap memanfaatkan jalur diplomasi parlemen untuk membuka akses kerja sama internasional yang dapat mempercepat pengembangan berbagai potensi unggulan Kota Bogor.
Baca juga:
“Tugas kami di BKSAP adalah membuka pintu gerbang ke dunia internasional melalui diplomasi parlemen. Kami ingin potensi-potensi hebat yang dimiliki Bogor dapat dikenal dan bekerja sama dengan berbagai mitra dunia,” katanya.
Habib Aboe menjelaskan, salah satu sektor yang memiliki prospek besar adalah diplomasi agri-teknologi dan wisata hijau.
Menurutnya, keberadaan Kebun Raya Bogor dan IPB University merupakan keunggulan yang tidak dimiliki banyak kota di Indonesia maupun dunia.
“Bogor memiliki Kebun Raya Bogor sebagai pusat riset botani dunia dan IPB University sebagai episentrum riset agrikultur. Ini adalah modal besar untuk membangun kerja sama sister city dengan kota-kota riset dunia seperti Wageningen di Belanda maupun Tsukuba di Jepang,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar Kebun Raya Bogor diposisikan bukan hanya sebagai destinasi wisata, melainkan sebagai pusat kolaborasi internasional dalam isu perubahan iklim.
“Kebun Raya jangan hanya dipandang sebagai tempat rekreasi. Kita harus membangun branding sebagai Global Hub untuk isu perubahan iklim sehingga mampu menarik pendanaan hijau internasional. BKSAP siap membantu membuka jalannya melalui jejaring parlemen dunia,” tegasnya.
Selain itu, Habib Aboe melihat peluang besar bagi Bogor untuk menjadi pusat diplomasi kuliner halal dan wisata pusaka.
Kekayaan sejarah, budaya, serta berkembangnya industri halal dinilai menjadi kekuatan yang layak dipromosikan di tingkat internasional.
“Bogor memiliki potensi luar biasa sebagai pelopor Halal Gastronomy Diplomacy. Saya mendorong Pemerintah Kota Bogor menyelenggarakan secara rutin Bogor International Halal Food & Heritage Festival dengan mengundang negara-negara sahabat, khususnya dari kawasan OKI dan ASEAN, sehingga UMKM kuliner Bogor dapat langsung menembus pasar ekspor,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Habib Aboe menegaskan bahwa keberhasilan diplomasi ekonomi daerah memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, dan pemerintah daerah.
“BKSAP akan terus membuka akses jejaring internasional. Sementara itu, Pemerintah Kota Bogor perlu menyiapkan ekosistem yang mendukung, mulai dari kemudahan perizinan, penguatan infrastruktur digital, hingga menciptakan iklim investasi yang ramah. Jika seluruh potensi ini disinergikan, saya optimistis ekonomi masyarakat Bogor akan semakin maju dan berdaya saing global,” pungkas Habib Aboe. (awn)





