MataParlemen.id – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar, Musa Rajekshah, mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sistem peringatan dini gempa berbasis teknologi digital. Langkah tersebut dinilai penting agar informasi gempa dapat diterima masyarakat secara cepat dan mudah diakses.
Dorongan itu disampaikan menyusul masih tingginya aktivitas gempa di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Hingga 18 Agustus, tercatat 2.119 gempa susulan dengan magnitudo antara 1,3 hingga 6,2.
Musa menilai sistem peringatan dini BMKG perlu dikembangkan agar dapat terintegrasi langsung dengan perangkat telepon seluler masyarakat. Dengan demikian, informasi mengenai lokasi dan kekuatan gempa dapat diterima secara real time.
“Alat-alat BMKG ini sudah ada. Tapi kalau tidak ada sinyal pemberitahuan yang langsung menyebar ke masyarakat, juga tidak ada gunanya. Sekarang kita sudah memasuki era digital. Apakah provider bisa dikoneksikan dengan BMKG?” ujar Musa melalui keterangan yang diterima, Sabtu (22/08/2026).
Politisi yang akrab disapa Ijeck tersebut mencontohkan sistem peringatan gempa di Jepang yang mampu memberikan notifikasi langsung ke telepon seluler masyarakat ketika gempa terjadi.
“Saya lihat di Jepang, begitu ada gempa, handphone langsung memberikan alert yang berisi lokasi dan kekuatan gempa. Kita belum seperti itu, padahal alatnya sudah ada,” katanya.
Menurut Musa, integrasi antara BMKG dan penyedia layanan telekomunikasi perlu dikaji agar informasi kebencanaan dapat disebarluaskan secara cepat kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Selain penguatan teknologi, Musa juga meminta pemerintah meningkatkan edukasi mitigasi bencana sejak usia dini. Ia menilai pemahaman mengenai kebencanaan perlu diberikan secara sistematis melalui pendidikan di sekolah.
Menurutnya, materi mitigasi bencana yang masuk dalam kurikulum dapat membantu membangun kedisiplinan sekaligus membentuk kebiasaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
“Pendidikan mitigasi bencana harus dimulai sejak dini. Kalau sudah diajarkan di sekolah, anak-anak akan terbiasa mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” pungkasnya.
Dengan penguatan sistem peringatan dini dan edukasi mitigasi, Musa berharap kesiapsiagaan masyarakat menghadapi gempa dapat semakin meningkat sehingga risiko korban maupun kerugian akibat bencana dapat ditekan.(erc)




