Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Banpres Senilai Rp 125 Milyar Karhutla Di Kalteng, Bambang Purwanto Ingatkan Transparansi Penggunaan Dana

Oktober 13, 2026

KPK OTT BNPB Amankan Uang Rp 1,4 Milyar Dan Emas Batangan

Oktober 13, 2026

BNPB : Pelayanan Berjalan Normal Ditengah Kabar OTT KPK

Oktober 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » LCC Empat Pilar MPR RI Menuntut Ketelitian dan Kemampuan Analisis
DPD

LCC Empat Pilar MPR RI Menuntut Ketelitian dan Kemampuan Analisis

RedaksiBy RedaksiAgustus 25, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id- Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Nasional tidak sekadar menguji kemampuan siswa menghafal materi kebangsaan, tetapi juga melatih mereka berpikir kritis, bernalar, berinovasi, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Sebanyak 38 sekolah tingkat SMA/SMK atau sederajat dari 38 provinsi mengikuti babak penyisihan Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Nasional.

Pada hari pertama babak penyisihan yang berlangsung di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/8/2026), para peserta dihadapkan pada soal-soal yang tidak hanya menuntut penguasaan materi, tetapi juga kemampuan memahami persoalan, melakukan penalaran, dan menentukan jawaban berdasarkan landasan hukum serta nilai-nilai kebangsaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Badan Sosialisasi MPR RI, Saiful Nuri dan Hj. Evi Apita Maya, S.H., M.Kn.; Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi, Dr. Wachid Nugroho, S.IP., M.IP.; Kepala Biro SDM, Organisasi dan Hukum, Agus Subagyo, S.S., M.IR.; Kepala Biro Umum, Herry Putra, S.H.; serta Inspektur Setjen MPR RI, Anies Mayangsari Muninggar, S.IP., M.E.

Babak penyisihan juga menghadirkan dewan juri, yakni Dosen Ilmu Hukum Universitas Trisakti, Dr. Ninuk Wijiningsih, S.H., M.H.; Lektor Kepala Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Dr. Ricca Anggraeni, S.H., M.H.; serta Dosen Fakultas Hukum UPN Veteran Jakarta, Rianda Dirkareshza, S.H., M.H.

Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Ir. Abraham Liyanto, mengapresiasi pelaksanaan hari pertama babak penyisihan yang berlangsung dengan baik dan lancar. Menurutnya, seluruh peserta dari berbagai daerah menunjukkan semangat dan antusiasme yang sama dalam mengikuti kompetisi.

“Karena 38 provinsi, kita lihat semangat mereka masih sama seperti kemarin. Saya berterima kasih karena panitia dan sekretariat sudah bisa menghasilkan enam pertandingan full, dan mereka juga punya waktu istirahat,” ujar Abraham melansir situs resmi MPR RI.

Abraham menegaskan, substansi utama LCC Empat Pilar MPR RI bukan sekadar menguji hafalan, melainkan membangun kemampuan siswa untuk berpikir, bernalar, dan menemukan solusi atas persoalan yang diberikan.

Menurutnya, hal tersebut terlihat dari materi soal yang menggunakan pendekatan studi kasus. Peserta tidak cukup hanya mengetahui jawaban, tetapi harus memahami persoalan secara menyeluruh sebelum menentukan pilihan yang tepat berdasarkan hukum dan nilai-nilai kebangsaan.

“Lomba ini tidak sekadar menghafal, tapi bagaimana mereka dilatih untuk bisa berinovasi, berpikir, untuk menjawab studi kasus,” katanya.

Ia menjelaskan, soal berbasis studi kasus memberikan tantangan tersendiri bagi peserta karena membutuhkan ketelitian dan kemampuan menganalisis. Peserta yang terburu-buru menjawab justru dapat melakukan kesalahan meskipun memiliki kemampuan menghafal materi dengan baik.

“Kalau hafal semua sudah bisa. Tapi kalau studi kasus, panjang soalnya, dia kasih naik-turun. Ada yang cepat justru salah. Nah, itu yang menarik. Jadi saya kira berkualitas,” jelasnya.

Menurut Abraham, metode tersebut menjadi salah satu cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Melalui kompetisi, para siswa didorong untuk membaca, memahami aturan, menganalisis persoalan, sekaligus menghubungkannya dengan nilai-nilai kebangsaan.

Ia menilai, proses tersebut membuat pemahaman peserta terhadap Empat Pilar MPR RI semakin mendalam. Bahkan, dalam aspek tertentu, penguasaan mereka terhadap materi kebangsaan dapat melampaui sebagian orang dewasa karena para peserta terbiasa mempelajari dan mendalami persoalan melalui proses kompetisi.

Abraham juga menekankan bahwa tantangan pendidikan Pancasila saat ini bukan lagi sekadar memperkenalkan Pancasila kepada generasi muda, tetapi memastikan nilai-nilai tersebut benar-benar dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, nilai toleransi, keadilan sosial, penghormatan terhadap perbedaan, dan kehidupan bersama masih perlu terus diperkuat.

“Pancasila ini sudah banyak, sudah lama semua ini. Tapi kok toleransi masih belum seperti yang kita harapkan. Kemudian keadilan sosial masih belum yang kita harapkan. Nah, itulah, ditanamkan kembali sekarang,” ujarnya.

Karena itu, kata Abraham, pendidikan nilai-nilai Pancasila perlu diperkuat sejak usia dini dan dilakukan secara berkelanjutan hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pembiasaan hidup bersama, saling menghargai perbedaan, disiplin, menaati aturan, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial harus ditanamkan sejak anak-anak.

Ke depan, Badan Sosialisasi MPR RI berkomitmen memperluas pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI. Dari sekitar 8.000 sekolah yang menjadi sasaran program, keterlibatan sekolah dalam pelaksanaan tahun ini telah mencapai sekitar 4.000 sekolah.

Abraham berharap program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sehingga pendidikan Pancasila melalui LCC dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan siswa di seluruh Indonesia.

“Kalau kita menginginkan NKRI ini masih tetap harga mati dan roh pengikatnya, Pancasila, masih ada, itu sudah oke,” tegas Abraham.

Pada hari pertama babak penyisihan, sebanyak 20 sekolah bertanding yang terbagi dalam enam pertandingan. Dari rangkaian pertandingan tersebut, enam sekolah berhasil meraih kemenangan dan melaju ke babak semifinal.

Keenam sekolah tersebut yakni Sekolah Kristen Kalam Kudus Selat Panjang Provinsi Riau, SMAN Tugumulyo Provinsi Sumatera Selatan, SMAN 1 Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara, SMAN 2 Katingan Kuala Provinsi Kalimantan Tengah, MAN Insan Cendekia Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan SMAN 1 Sambas Provinsi Kalimantan Barat.(har)

#Badan Sosialisasi MPR #lcc mpr #MPR
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Wakil Ketua DPD Takkan Diam Dan Terima Masukan Denny Indrayana Terkait Pemakzulan Gibran

Oktober 13, 2026

Program KPTDP dan Perlinsos Terkendala di Daerah, Mendagri dan Kemensos Diminta Turun Tangan

Oktober 5, 2026

Ketua DPD Dorong Bali Jadi Pelopor Gerakan Pilah Sampah Nasional

September 25, 2026
Berita Terkini

BNPB Hormati Proses Hukum Yang Dilakukan KPK

Oktober 14, 20261 Views

KPK OTT BNPB Amankan Uang Rp 1,4 Milyar Dan Emas Batangan

Oktober 13, 20262 Views

BNPB : Pelayanan Berjalan Normal Ditengah Kabar OTT KPK

Oktober 13, 20262 Views

Denny Indrayana : KPU Diduga Buat Pasal Selundupan Agar Gibran Tak Perlu Tunjukkan Ijazah SMA

Oktober 13, 20261 Views

Erna Sari Soroti 27 Titik Longsor Di Jalur Trans Jayapura-Wamena

Oktober 13, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Banpres Senilai Rp 125 Milyar Karhutla Di Kalteng, Bambang Purwanto Ingatkan Transparansi Penggunaan Dana

Oktober 13, 202612 Views

Komisi IX DPR RI Dorong Permenkes Untuk Lindungi Pasien Dari MalPraktek

Oktober 7, 202611 Views

Bambang Purwanto Dorong Warga Jabiren Olah Ikan Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Oktober 11, 20267 Views
Pilihan Editor

BNPB Hormati Proses Hukum Yang Dilakukan KPK

Oktober 14, 2026

KPK OTT BNPB Amankan Uang Rp 1,4 Milyar Dan Emas Batangan

Oktober 13, 2026

BNPB : Pelayanan Berjalan Normal Ditengah Kabar OTT KPK

Oktober 13, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?