MataParlemen.id-Komisi I DPR mendesak pemerintah untuk segera mempercepat proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran, menyusul peningkatan status keamanan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran ke level siaga 1.
“Situasi konflik di kawasan tersebut tentu sangat memprihatinkan bagi kita semua. Kita minta evakuasi WNI di Iran segera dipercepat,” ujar Anggota Komisi I DPR Junico Siahaan, Sabtu (21/6/2025).
Nico, sapaan akrabnya, memahami bahwa evakuasi melalui jalur udara mengalami hambatan akibat situasi tidak kondusif di tengah konflik antara Iran dan Israel. Namun, ia menyebut evakuasi darat melalui negara tetangga masih memungkinkan.
“Untuk itu, pemerintah harus memastikan agar jalur evakuasi darat benar-benar aman,” kata politikus PDI Perjuangan tersebut.
Ia menekankan pentingnya koordinasi intensif antara KBRI dengan pemerintah pusat, terutama dalam menjalin kerja sama dengan negara-negara tetangga Iran guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar.
“Negara-negara tetangga Iran perlu dilibatkan dalam proses evakuasi ini, agar akses lintas batas bisa dibuka dengan cepat dan setiap titik perlintasan bisa dilintasi dengan aman,” tegasnya.
Junico juga menyampaikan, dirinya telah berkomunikasi dengan anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) antarparlemen di sejumlah negara untuk membantu memperlancar proses evakuasi.
“Kita akan manfaatkan itu. Kami berharap evakuasi berjalan lancar dan seluruh WNI dapat kembali dengan selamat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Junico mengimbau seluruh WNI di Iran untuk tetap tenang, waspada, dan selalu mengikuti arahan dari KBRI.
“WNI harus tetap tenang, siapkan dan bawa dokumen-dokumen penting, ikuti instruksi dan tetap terhubung dengan KBRI agar selalu mendapat informasi dan proses evakuasi berjalan lancar,” imbaunya.
Evakuasi Lewat Azerbaijan
Sementara itu, secara terpisah Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menjelaskan, sebanyak empat bus yang mengangkut warga negara Indonesia (WNI) meninggalkan Iran menuju Baku, Azerbaijan.
Mereka merupakan bagian dari WNI yang dievakuasi keluar dari Iran melalu jalur darat akibat situasi peperangan negara Mullah tersebut dengan Israel.
“Pagi saya mendapat laporan bahwa sudah ada empat bus yang bergerak ke arah perbatasan perbatasan negara tetangga, mungkin sekarang sudah sampai,” ucap Sugiono usai mengantarkan kepulangan Presiden Prabowo Subianto di Bandara VVIP Pulkovo, Saint Petersburg, Rusia pada Jumat (20/6/2025) malam waktu setempat.
Sugiono tidak menjelaskan berapa WNI yang sudah diangkut keluar Iran. Hanya saja, ia menyebut, sebanyak 97 dari 386 WNI yang terdaftar tinggal di Iran menyampaikan, bersedia dievakuasi untuk kembali ke Indonesia.
“97 (warga mau dievakuasi). Seluruh WNI itu 386 kalau yang terdaftar ya,” kata Sugiono.
Menurut dia, WNI yang setuju keluar dari Iran itu adalah mereka yang sudah berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Iran di Teheran. “Yang bersedia dievakuasi. Dia kan bertahap,” ucap Sugiono.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah menginstruksikan jajaran untuk berkoordinasi erat dengan kementerian dan lembaga terkait guna memastikan kelancaran proses evakuasi, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
TNI juga menyiagakan unsur-unsur pendukung yang diperlukan sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan pemerintah.
“Melindungi WNI di luar negeri adalah wujud nyata kehadiran negara dalam situasi darurat. Sesuai Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yang berbunyi membantu dalam melindungi dan menyelamatkan Warga Negara serta kepentingan nasional di luar negeri,” kata Jenderal Agus diwakilkan Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/6/2025).
Sebagian besar dari mereka adalah pelajar dan mahasiswa yang tinggal di wilayah-wilayah yang saat ini masuk dalam kategori rawan. Rencana evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran dan Israel akan melibatkan Tim Crisis Response Team (CRT) yang terdiri dari 34 personel gabungan TNI.
Keberangkatan dijadwalkan pada Jumat (20/6/2025), menuju Baku, Azerbaijan, dengan estimasi perjalanan sekitar 30 jam.
Sesampainya di Baku, para WNI akan transit selama dua malam sebelum melanjutkan penerbangan pulang ke Tanah Air dengan pesawat komersial pada Minggu (22/6/2025). (*)


