MataParlemen.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menepis kabar peserta magang nasional hanya diperlakukan sebagai tenaga kerja sementara oleh perusahaan karena program tersebut mendapat dukungan pemerintah.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengeklaim, hasil survei dan evaluasi Kemenaker menunjukkan hampir 40% peserta magang nasional dari angkatan sebelumnya diterima bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani magang.

“Jadi, tidak benar kalau perusahaan hanya memanfaatkan anak-anak magang. Hasil evaluasi kami menunjukkan hampir 40% peserta diterima di perusahaan-perusahaan tersebut,” kata Afriansyah saat menghadiri seminar Goes to Kampus di Universitas Tidar (Untidar), Kota Magelang, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2026).

Menurut Afriansyah, program magang bukan sekadar memberikan pengalaman kerja, melainkan juga menjadi sarana bagi lulusan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi tuntutan industri. Peserta dapat belajar langsung di lingkungan kerja dengan pendampingan mentor yang memiliki keahlian di bidangnya.

Kemenaker kembali membuka program magang nasional dengan kuota 150.000 peserta untuk angkatan ketiga. Pemerintah juga menyiapkan program pelatihan vokasi nasional bagi 250.000 orang guna meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang kerja bagi lulusan sekolah maupun perguruan tinggi.

Dia mengatakan, program magang dan pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya pemerintah menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Menurut dia, lulusan pendidikan formal tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan teoritis. Mereka juga perlu memiliki keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri serta sertifikasi kompetensi sebagai modal memasuki pasar kerja.

“Bagaimana agar secara teori mereka mendapatkan pengetahuan yang baik, tetapi secara kompetensi juga memiliki kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja,” tambah dia.

Afriansyah menjelaskan, Kemenaker mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui pelatihan vokasi nasional. Program ini diharapkan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan keterampilan praktis, mendapatkan bimbingan mentor berpengalaman, dan memahami situasi kerja secara langsung.

Pemerintah berharap program magang dan vokasi dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Afriansyah menyebut, pemerintah menargetkan ratusan ribu peserta dapat memperoleh manfaat dari berbagai program peningkatan keterampilan tersebut. Ia menepis klaim mengenai jumlah pengangguran yang mencapai 19 juta orang. Dari data BPS yang menunjukkan tingkat pengangguran berada di kisaran 4,7%, dengan jumlah pengangguran sekitar 7 juta orang.

Melalui penguatan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan kolaborasi dengan dunia pendidikan serta industri, pihaknya berharap lulusan sekolah dan perguruan tinggi semakin siap bersaing dan terserap di pasar kerja. (erc)

Share.
Exit mobile version