Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Jefry Romdhony: Literasi Digital Penting agar Masyarakat Terhindar dari Kejahatan Siber

Juli 13, 2026

Kemenkes Didesak Percepat Pengadaan Reagen Deteksi HIV pada Bayi

Juli 13, 2026

Habib Aboe: Ajak Bogor Jadi Kota Halal Gastronomy Diplomacy

Juli 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Harga Minyak Tembus US$113 per Barel
Peristiwa

Harga Minyak Tembus US$113 per Barel

RedaksiBy RedaksiMaret 9, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

 MataParlemen.id-Harga minyak dunia kembali melonjak tajam pada perdagangan Senin pagi (9/3/2026). Hingga pukul 09.20 WIB, harga Brent tercatat di US$113,68 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$113,25 per barel. Lonjakan ini memperpanjang reli ekstrem yang telah berlangsung sejak akhir Februari.

Pergerakan harga menunjukkan percepatan yang sangat cepat dalam dua pekan terakhir. Brent yang masih berada di US$70,85 per barel pada 25 Februari, naik tipis ke US$72,48 (27 Februari) sebelum melonjak ke US$77,74 (2 Maret) dan US$81,4 (3-4 Maret).

Setelah itu reli semakin tajam dengan harga menyentuh US$85,41 (5 Maret), melonjak ke US$92,69 (6 Maret), dan akhirnya menembus US$113,68 pagi ini. WTI bergerak serupa, dari US$65,42 pada 25 Februari menjadi US$113,25 hari ini.

Lonjakan ini memperpanjang reli minyak setelah pekan lalu minyak mentah Amerika Serikat tercatat melonjak sekitar 35% dalam satu minggu, yang disebut sebagai kenaikan mingguan terbesar dalam sejarah perdagangan futures sejak 1983.

Baca juga:

Perang Iran-AS-Israel, Eddy Soeparno Soroti Kenaikan Harga Minyak Mentah

Ketegangan geopolitik menjadi pemicu utama lonjakan harga. Konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran memicu kekhawatiran serius terhadap pasokan energi global, terutama karena dampaknya terhadap Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia. Sekitar 20% konsumsi minyak global biasanya melewati selat sempit tersebut.

Sejumlah produsen di Timur Tengah juga mulai menekan produksi. Kuwait, produsen minyak terbesar kelima di OPEC, mengumumkan pemangkasan produksi dan output kilang sebagai langkah pencegahan setelah Iran mengancam keamanan kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Gangguan pasokan juga datang dari Irak. Tiga pejabat industri mengatakan kepada Reuters bahwa produksi dari tiga ladang minyak utama di selatan Irak turun sekitar 70% menjadi hanya 1,3 juta barel per hari. Sebelum konflik memanas, ladang-ladang tersebut memproduksi sekitar 4,3 juta barel per hari.

Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan tengah mengelola produksi minyak lepas pantai secara hati-hati. Perusahaan minyak nasional Abu Dhabi, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), menyebut operasi produksi darat masih berjalan normal, namun kapasitas penyimpanan mulai menjadi perhatian akibat gangguan distribusi.

Secara teknikal, analis pasar melihat reli minyak masih berpotensi berlanjut. Dalam analisis Reuters, harga Brent berpotensi bergerak ke kisaran US$120 hingga US$128 per barel, sementara WTI berpotensi mendekati level puncak 2022 di sekitar US$130,50 per barel, apabila krisis geopolitik saat ini terus berlanjut.

Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat masih optimistis situasi di Selat Hormuz dapat segera membaik. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan lalu lintas kapal tanker diperkirakan akan kembali normal dalam beberapa minggu ke depan setelah kemampuan Iran untuk mengancam kapal berhasil dilemahkan. Namun ia mengingatkan bahwa kondisi pasar energi saat ini masih jauh dari stabil. (ira)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Habib Aboe: Ajak Bogor Jadi Kota Halal Gastronomy Diplomacy

Juli 13, 2026

FTZ Kepri Jangan Hanya Kejar Investasi, Harus Sejahterakan Warga

Juli 13, 2026

Jefry Romdhony: Literasi Digital Penting agar Masyarakat Terhindar dari Kejahatan Siber

Juli 13, 2026
Berita Terkini

Perubahan Judul dan Pembentukan Lembaga Khusus Warnai Dinamika Penyusunan RUU Perampasan Aset

Juli 13, 202623 Views

Komisi III DPR RI Berkomitmen Prioritaskan Pengesahan RUU Perampasan Aset

Juli 13, 202612 Views

Habib Aboe: Ajak Bogor Jadi Kota Halal Gastronomy Diplomacy

Juli 13, 20263 Views

FTZ Kepri Jangan Hanya Kejar Investasi, Harus Sejahterakan Warga

Juli 13, 20261 Views

Santri Tewas Dibakar di Lombok Tengah, Komisi III DPR RI Desak Polda NTB Usut Tuntas

Juli 13, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Banyak Kepala Daerah Ditangkap KPK, Komisi II DPR Usul Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

Juli 6, 2026301 Views

DPR: Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Harus Lewat UU, Tak Bisa Diputuskan DPRD

Juli 7, 2026255 Views

Prof Sufmi Dasco Ahmad, Politikus Senyap yang Menjembatani Stabilitas Politik Nasional

Juli 3, 202653 Views
Pilihan Editor

Perubahan Judul dan Pembentukan Lembaga Khusus Warnai Dinamika Penyusunan RUU Perampasan Aset

Juli 13, 2026

Komisi III DPR RI Berkomitmen Prioritaskan Pengesahan RUU Perampasan Aset

Juli 13, 2026

Habib Aboe: Ajak Bogor Jadi Kota Halal Gastronomy Diplomacy

Juli 13, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?