MataParlemen.id-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia telah terdeteksi hingga wilayah Malaysia, khususnya Sarawak, serta sebagian Brunei Darussalam.

Namun, BMKG menegaskan belum mendapatkan konfirmasi mengenai informasi asap karhutla telah mencapai Filipina.

“Kalau itu kami tidak mendapat kejelasan kalau (asap) sampai Filipina tetapi kita melakukan simulasi pemodelan itu sampai ke utara karena arah anginnya memang menuju ke barat laut berbelok ke timur laut, jadi dia memang ke arah atas,” ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani saat ditemui seusai rapat dengar pendapat bersama DPR, Selasa (1/9/2026).

Terkait adanya negara tetangga yang telah menyampaikan dampak sebaran asap kepada pemerintah Indonesia, BMKG menyatakan belum menerima konfirmasi resmi.

“Kami tidak terkonfirmasi, jadi itu mungkin nanti diproses atau ditangani lebih lanjut oleh Kementerian Luar Negeri, bukan BMKG,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Meterologi, Andi Ramdani menjelaskan Indonesia telah memiliki pusat kerja sama negara-negara ASEAN dalam penanganan persoalan kabut asap.

Dalam kerja sama tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup menjadi leading sector, sedangkan BMKG memberikan dukungan berupa data, pemantauan sebaran asap, serta informasi titik panas atau hotspot.

“Hingga saat ini sebaran asap yang terdeteksi berada di sekitar Pulau Borneo, terutama wilayah Sarawak, Malaysia, dan sebagian Brunei Darussalam,’ kata Andi. 

Lebih lanjut, kerja sama dilakukan melalui pertukaran data, pemantauan kondisi di lapangan, serta koordinasi terkait penanganan sebaran asap.

“Ya, saling sharing data, monitoring, dan koordinasi lebih lanjut. Leading sector ada di Kementerian Lingkungan Hidup, lalu dikoordinator oleh, dikoordinir oleh Kementerian Luar Negeri,” katanya.

Lebih lanjut, BMKG menyampaikan awal musim hujan tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. 

Sebagian besar wilayah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada pertengahan Oktober. Untuk Kalimantan Barat pada awal Oktober.  (awn)

Share.
Exit mobile version