MataParlemen.id– Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) butuh sarana san kegiatan yang memadukan olahraga, perluasan jejaring bisnis, serta promosi dan pengembangan UMKM.
Untuk itu, ia mendorong format kegiatan yang memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan perekonomian saat ini dimana UMKM membutuhkan akses pasar, jejaring distribusi, pembiayaan, teknologi, serta kemitraan yang mampu menghubungkan produk mereka dengan konsumen dan pelaku usaha yang lebih besar.
“Sebuah kegiatan komunitas dapat dirancang menjadi sarana produktif untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, distributor, investor, lembaga keuangan, maupun mitra strategis lainnya. Semangatnya adalah tumbuh bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan perekonomian nasional,” ujar Bamsoet saat menutup acara Golf Tournament & UMKM Exhibition 2026 bersama Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono di Tangerang, Minggu (4/10/2026).
Untuk diketahui, Bamsoet resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada Jumat (2/10/2026). Berdasarkan Undang-Undang MD3 (UU Nomor 17 Tahun 2014), pejabat negara di eksekutif tidak boleh merangkap sebagai anggota legislatif. Dengan demikian,
Posisi Bamsoet sebagai anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar akan digantikan melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW) kepada caleg dengan perolehan suara terbanyak berikutnya di nomor urut partai.
Lebih jauh, Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, penguatan UMKM semakin penting karena struktur ekonomi Indonesia masih sangat membutuhkan sektor usaha yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas.
Data Kementerian UMKM mencatat jumlah UMKM mencapai lebih dari 66 juta unit usaha dan menyerap lebih dari 123 juta tenaga kerja, dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 61 persen. Pada saat yang sama, Badan Pusat Statistik mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II-2026 dan tumbuh 5,45 persen sepanjang semester I-2026.
“Angka pertumbuhan ekonomi nasional harus diwujudkan menjadi peluang ekonomi yang dirasakan semakin luas oleh masyarakat. Di sinilah UMKM memiliki posisi strategis,” terangnya.
Menurutnya, ketika UMKM mendapatkan pasar, pesanan meningkat, produksi bertambah, tenaga kerja terserap, maka pendapatan masyarakat ikut bergerak.
“Jadi, agenda memperkuat UMKM pada dasarnya adalah agenda memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menilai, penyelenggaraan kegiatan menjelang Hari Sumpah Pemuda memberikan pesan bahwa semangat persatuan dan gotong royong harus diterjemahkan dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga keuangan, pelaku UMKM dan berbagai pemangku kepentingan dapat menjadi kekuatan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Sumpah Pemuda harus kita maknai sebagai energi untuk bekerja bersama. Kalau dahulu para pemuda bersatu untuk membangun identitas kebangsaan, sekarang semangat yang sama harus kita gunakan untuk membangun kekuatan ekonomi nasional,” ujarnya.
“Dari lapangan golf, ruang pamer UMKM dan jejaring alumni, kita bisa membuka pasar, menciptakan kemitraan, memperluas kesempatan kerja dan mendorong UMKM Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas,” tegas Bamsoet. (har)




