Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Dasco Pimpin Rakor, DPR-Pemerintah Sepakat Tambahan Anggaran untuk Kapal Perintis Wilayah 3T

Juli 21, 2026

Komisi I DPR Setuju Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

Juli 20, 2026

DPD RI Pastikan Aspirasi Daerah Kepulauan Terakomodasi dalam RUU Daerah Kepulauan

Juli 20, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Kutuk Serangan AS ke Fasilitas Sipil di Iran, BKSAP Ajak Tolak Pendekatan Kekerasan Selesaikan Sengketa
DPR

Kutuk Serangan AS ke Fasilitas Sipil di Iran, BKSAP Ajak Tolak Pendekatan Kekerasan Selesaikan Sengketa

RedaksiBy RedaksiJuli 19, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat mengutuk keras serangan Amerika Serikat (AS) yang menyasar sejumlah fasilitas sipil di Iran. Ia menilai penggunaan kekuatan militer yang mengakibatkan korban dari kalangan warga sipil tidak dapat dibenarkan dan berpotensi memperburuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

“Saya mengutuk dengan sekeras-kerasnya penggunaan kekuatan militer yang menyasar infrastruktur sipil dan menimbulkan korban dari warga tidak berdosa. Tidak ada pembenaran apa pun untuk serangan yang menewaskan dan melukai warga sipil,” tegas Syahrul, di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).

Berdasarkan laporan media internasional, serangan yang terjadi pada Kamis (16/7/2026) menyasar sejumlah infrastruktur sipil, termasuk bandara, stasiun kereta api, dan dua jembatan di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan masyarakat sipil.

Menurut Syahrul, meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz, seharusnya disikapi dengan mengedepankan dialog, bukan tindakan militer yang berisiko memperluas konflik.

“Di saat dunia membutuhkan lebih banyak dialog dan diplomasi, kita justru melihat kekerasan yang kembali menelan korban sipil. Ini adalah kemunduran bagi peradaban dan hukum internasional,” ujar Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS tersebut.

Ia menegaskan penyelesaian sengketa internasional harus tetap berlandaskan hukum internasional, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta perlindungan terhadap warga sipil. Karena itu, Syahrul mengajak seluruh negara, khususnya anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk menolak penggunaan kekerasan sebagai instrumen penyelesaian konflik.

Menurutnya, Indonesia bersama negara-negara ASEAN telah menunjukkan bahwa pendekatan dialog, penghormatan terhadap kedaulatan, dan multilateralisme merupakan cara yang lebih efektif dalam menjaga stabilitas kawasan maupun hubungan antarnegara.

“Indonesia dan negara-negara ASEAN telah membuktikan bahwa dialog, penghormatan terhadap kedaulatan, dan prinsip-prinsip multilateralisme adalah jalan terbaik. Kita harus bersama-sama mencegah agar pendekatan kekerasan tidak menjadi norma dalam hubungan antarbangsa,” ujarnya.

Syahrul juga mendukung sikap Pemerintah Indonesia yang mendorong seluruh pihak segera menghentikan aksi militer dan kembali menempuh jalur perundingan. Ia turut meminta Dewan Keamanan PBB mengambil langkah konkret untuk mencegah meluasnya konflik serta memastikan perlindungan terhadap warga sipil.

“Perdamaian tidak akan pernah lahir dari bom dan peluru. Ia hanya bisa lahir dari keberanian untuk duduk bersama, mendengar, dan menghormati satu sama lain. Indonesia harus berada di garda depan menyuarakan itu,” pungkas legislator dari Daerah Pemilihan Riau tersebut. (amar)

BKSAP DPR RI Kekerasan Serangan AS Syahrul Aidi Maazat
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Dasco Pimpin Rakor, DPR-Pemerintah Sepakat Tambahan Anggaran untuk Kapal Perintis Wilayah 3T

Juli 21, 2026

Komisi I DPR Setuju Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

Juli 20, 2026

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Tepi Mahakam, Komisi X DPR: Semangat Kebersamaan Harus Jadi Energi Membangun Olahraga Indonesia

Juli 20, 2026
Berita Terkini

Dasco Pimpin Rakor, DPR-Pemerintah Sepakat Tambahan Anggaran untuk Kapal Perintis Wilayah 3T

Juli 21, 20262 Views

Komisi I DPR Setuju Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

Juli 20, 20261 Views

DPD RI Pastikan Aspirasi Daerah Kepulauan Terakomodasi dalam RUU Daerah Kepulauan

Juli 20, 20262 Views

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Tepi Mahakam, Komisi X DPR: Semangat Kebersamaan Harus Jadi Energi Membangun Olahraga Indonesia

Juli 20, 20262 Views

Komisi XII DPR Ingatkan Lambatnya Penanganan Aduan Warga Terdampak PT Samudera Mahkota Mas

Juli 20, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

HUT Ke-59 DNIKS, Effendy Choirie Tawarkan 5 Agenda Pemberantasan Kemiskinan yang Harus Menjadi Gerakan Nasional

Juli 18, 202614 Views

Bangun Tata Kelola Transparan, Solehulhadi Kembali Diminta Pimpin KABAPIN

Juli 17, 202613 Views

Hasil Kajian dan Penyerapan Aspirasi BP MPR RI untuk Penyelenggaraan Konferensi Konstitusi

Juli 15, 202612 Views
Pilihan Editor

Dasco Pimpin Rakor, DPR-Pemerintah Sepakat Tambahan Anggaran untuk Kapal Perintis Wilayah 3T

Juli 21, 2026

Komisi I DPR Setuju Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

Juli 20, 2026

DPD RI Pastikan Aspirasi Daerah Kepulauan Terakomodasi dalam RUU Daerah Kepulauan

Juli 20, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?