Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Pratikno : Wajib Halal Dukung Daya Saing Industri Dalam Negeri

September 26, 2026

Pencarian 5 Jurnalis Dan 3 Awak KM Arupadhatu 1 Resmi Dihentikan

September 17, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Kutuk Serangan AS ke Fasilitas Sipil di Iran, BKSAP Ajak Tolak Pendekatan Kekerasan Selesaikan Sengketa
DPR

Kutuk Serangan AS ke Fasilitas Sipil di Iran, BKSAP Ajak Tolak Pendekatan Kekerasan Selesaikan Sengketa

RedaksiBy RedaksiJuli 19, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat mengutuk keras serangan Amerika Serikat (AS) yang menyasar sejumlah fasilitas sipil di Iran. Ia menilai penggunaan kekuatan militer yang mengakibatkan korban dari kalangan warga sipil tidak dapat dibenarkan dan berpotensi memperburuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

“Saya mengutuk dengan sekeras-kerasnya penggunaan kekuatan militer yang menyasar infrastruktur sipil dan menimbulkan korban dari warga tidak berdosa. Tidak ada pembenaran apa pun untuk serangan yang menewaskan dan melukai warga sipil,” tegas Syahrul, di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).

Berdasarkan laporan media internasional, serangan yang terjadi pada Kamis (16/7/2026) menyasar sejumlah infrastruktur sipil, termasuk bandara, stasiun kereta api, dan dua jembatan di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan masyarakat sipil.

Menurut Syahrul, meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz, seharusnya disikapi dengan mengedepankan dialog, bukan tindakan militer yang berisiko memperluas konflik.

“Di saat dunia membutuhkan lebih banyak dialog dan diplomasi, kita justru melihat kekerasan yang kembali menelan korban sipil. Ini adalah kemunduran bagi peradaban dan hukum internasional,” ujar Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS tersebut.

Ia menegaskan penyelesaian sengketa internasional harus tetap berlandaskan hukum internasional, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta perlindungan terhadap warga sipil. Karena itu, Syahrul mengajak seluruh negara, khususnya anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk menolak penggunaan kekerasan sebagai instrumen penyelesaian konflik.

Menurutnya, Indonesia bersama negara-negara ASEAN telah menunjukkan bahwa pendekatan dialog, penghormatan terhadap kedaulatan, dan multilateralisme merupakan cara yang lebih efektif dalam menjaga stabilitas kawasan maupun hubungan antarnegara.

“Indonesia dan negara-negara ASEAN telah membuktikan bahwa dialog, penghormatan terhadap kedaulatan, dan prinsip-prinsip multilateralisme adalah jalan terbaik. Kita harus bersama-sama mencegah agar pendekatan kekerasan tidak menjadi norma dalam hubungan antarbangsa,” ujarnya.

Syahrul juga mendukung sikap Pemerintah Indonesia yang mendorong seluruh pihak segera menghentikan aksi militer dan kembali menempuh jalur perundingan. Ia turut meminta Dewan Keamanan PBB mengambil langkah konkret untuk mencegah meluasnya konflik serta memastikan perlindungan terhadap warga sipil.

“Perdamaian tidak akan pernah lahir dari bom dan peluru. Ia hanya bisa lahir dari keberanian untuk duduk bersama, mendengar, dan menghormati satu sama lain. Indonesia harus berada di garda depan menyuarakan itu,” pungkas legislator dari Daerah Pemilihan Riau tersebut. (amar)

BKSAP DPR RI Kekerasan Serangan AS Syahrul Aidi Maazat
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 2026

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 2026

Komisi II DPR Resmi Bentuk Panja RUU Pemilu

September 30, 2026
Berita Terkini

Presiden Prabowo Resuffle Sejumlah Menteri Dan Pejabat Negara

Oktober 1, 20260 Views

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 20260 Views

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Oktober 1, 20260 Views

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20262 Views

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Tawarkan 3 Solusi Strategis untuk Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta Kecam Narasi Bias Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB

September 26, 202611 Views

Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran

September 26, 202610 Views

Komisi XIII DPR : Menteri Impas Usut Temuan Fasilitas di Lapas Cibinong

September 25, 20266 Views
Pilihan Editor

Presiden Prabowo Resuffle Sejumlah Menteri Dan Pejabat Negara

Oktober 1, 2026

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 2026

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Oktober 1, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?