Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Bangun Tata Kelola Transparan, Solehulhadi Kembali Diminta Pimpin KABAPIN

Juli 17, 2026

Ketua Komisi X DPR: Kebudayaan Jangan Berhenti di Pelestarian, Harus Perkuat Karakter Bangsa

Juli 17, 2026

Dari Kasus Kamboja hingga Evakuasi Libya, DPR Dorong KemenP2MI Perketat Pengawasan Migran

Juli 17, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home ยป Legislator Komisi XII DPR Usulkan Skema Reward dan Punishment bagi Daerah dalam Pengelolaan Sampah
DPR

Legislator Komisi XII DPR Usulkan Skema Reward dan Punishment bagi Daerah dalam Pengelolaan Sampah

RedaksiBy RedaksiJuli 17, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan mengusulkan penerapan skema reward dan punishment bagi pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, mekanisme tersebut dapat menjadi insentif untuk meningkatkan kualitas tata kelola sampah sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat.

Usulan tersebut disampaikan Rokhmat usai Rapat Kerja Komisi XII DPR RI dengan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Ia mendorong Kementerian Lingkungan Hidup memberikan penghargaan kepada desa yang berhasil mengelola sampah dengan baik.

Sebaliknya, pemerintah daerah yang dinilai belum serius menangani persoalan sampah perlu diberikan sanksi sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerjanya.

“Ada semacam beauty contest, desa-desa yang mengelola sampah terbaik diberikan reward. Tapi kabupaten dan kota yang pengelolaan sampahnya asal-asalan, berikan punishment. Kita harus belajar kepada negara-negara besar yang tata kelola sampahnya baik, seperti Singapura dan Jepang,” ujar Rokhmat.

Menurutnya, Indonesia dapat mengambil pelajaran dari negara-negara yang telah berhasil membangun budaya pengelolaan sampah. Ia mencontohkan Jepang, yang masyarakatnya terbiasa membawa pulang sampah untuk dipilah dan diolah, sehingga mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus menghasilkan nilai tambah melalui pemanfaatan kembali sampah.

Selain pengelolaan sampah, Rokhmat juga mengajak Kementerian Lingkungan Hidup menggencarkan gerakan menanam pohon menjelang musim hujan. Ia menilai langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko erosi dan banjir serta memperkuat upaya menghadapi dampak perubahan iklim.

“Ayo kita lakukan gerakan menanam, karena ini sangat penting untuk mencegah erosi dan banjir. Hati-hati, isu perubahan iklim ini sangat penting,” katanya.

Data capaian kinerja Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH Tahun 2025 menunjukkan bahwa Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah baru mencapai 18,8 poin atau sekitar 32,41 persen dari target 58 poin. Capaian tersebut menjadi yang terendah di antara indikator kinerja utama kementerian.

Di sisi lain, sejumlah indikator lingkungan lainnya menunjukkan hasil yang lebih baik. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup mencapai 78,58 poin atau 102,73 persen dari target 76,49 poin. Sementara itu, persentase penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dari lima sektor Nationally Determined Contribution (NDC) mencapai 34,94 persen, melampaui target sebesar 26,67 persen.

Rokhmat berharap berbagai capaian tersebut dapat diikuti dengan pembenahan pengelolaan sampah melalui kebijakan yang mendorong pemerintah daerah lebih inovatif dan bertanggung jawab. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menjaga kualitas lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (amar)

DPR RI Komisi XII Pengelolaan Sampah Rokhmat Ardiyan
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Bongkar Modus “Ambil Jatah” BBM Subsidi, Ratna Juwita Komisi XII DPR: Pelaku Harus Dipidana

Juli 17, 2026

Rofik Hananto Komisi XIII DPRDesak Pengusutan Tuntas Dugaan Pembakaran Santri di Lombok Tengah

Juli 17, 2026

Dari Kasus Kamboja hingga Evakuasi Libya, DPR Dorong KemenP2MI Perketat Pengawasan Migran

Juli 17, 2026
Berita Terkini

Bongkar Modus “Ambil Jatah” BBM Subsidi, Ratna Juwita Komisi XII DPR: Pelaku Harus Dipidana

Juli 17, 20262 Views

Rofik Hananto Komisi XIII DPRDesak Pengusutan Tuntas Dugaan Pembakaran Santri di Lombok Tengah

Juli 17, 20261 Views

Dari Kasus Kamboja hingga Evakuasi Libya, DPR Dorong KemenP2MI Perketat Pengawasan Migran

Juli 17, 20264 Views

Legislator Komisi XII DPR Usulkan Skema Reward dan Punishment bagi Daerah dalam Pengelolaan Sampah

Juli 17, 20261 Views

Legislator Komisi XII DPR Menilai Opini WTP Cerminkan Tata Kelola Keuangan KLH yang Baik

Juli 17, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Banyak Kepala Daerah Ditangkap KPK, Komisi II DPR Usul Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

Juli 6, 202627 Views

Ahmad Muzani Tekankan Independensi Kekuasaan Kehakiman sebagai Fondasi Negara Hukum

Juli 14, 202615 Views

Wakil Ketua DPR Cucun: Urgensi RUU Ketenagakerjaan Diusulkan Dibahas Dimasa Reses

Juli 14, 202614 Views
Pilihan Editor

Bongkar Modus “Ambil Jatah” BBM Subsidi, Ratna Juwita Komisi XII DPR: Pelaku Harus Dipidana

Juli 17, 2026

Rofik Hananto Komisi XIII DPRDesak Pengusutan Tuntas Dugaan Pembakaran Santri di Lombok Tengah

Juli 17, 2026

Dari Kasus Kamboja hingga Evakuasi Libya, DPR Dorong KemenP2MI Perketat Pengawasan Migran

Juli 17, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?