Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Wakil Ketua DPR Cucun: Urgensi RUU Ketenagakerjaan Diusulkan Dibahas Dimasa Reses

Juli 14, 2026

Ahmad Muzani Tekankan Independensi Kekuasaan Kehakiman sebagai Fondasi Negara Hukum

Juli 14, 2026

BBM Khusus Nelayan Sebesar 15 Ribu/Liter Pangkas Beban Operasional Nelayan Selama Ini

Juli 14, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Penulis Cilik di Tengah Rendahnya Tingkat Literasi Masyarakat
Nasional

Penulis Cilik di Tengah Rendahnya Tingkat Literasi Masyarakat

RedaksiBy RedaksiJuni 11, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Putri Allya Sidik, penulis baru cilik berusai 9 tahun telah meluncurkan tiga buku perdananya dalam bahasa Inggris bertajuk 'Diary Of Alya pada Selasa (9/6/2026) di Hotel Grandkemang, Jakarta
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Ada catatan menarik dari peluncuran buku perdana seorang penulis cilik di Jakarta pada Selasa (9/6/2026) lalu. Putri Alya Sidik, seorang pelajar Sekolah Dasar berusia sembilan tahun menulis tiga buah buku dalam bahasa Inggris, dan diberi label serial Diary of Alya.

Pengantar buku ditulis oleh Meutya Hafid, Menkomdigi RI, dan komentar dari Prof. Dr. Seto Mulyadi, pakar psikologi pendidikan anak, Prof. Effendi Gazali, Phd, pakar komunikasi politik, dan Inul Daratista, artis dan seorang ibu.

Kehadiran Alya, menambah deretan sedikit nama penulis buku cilik, dan membuka kembali fakta akan masih rendahnya tingkat literasi di masyarakat Indonesia.

Menurut data UNESCO (2020), Indonesia berada di peringkat kedua dari bawah soal tingkat literasi dunia.

Baca juga:

Alya, Penulis Cilik Baru Indonesia LuncurkanTiga Buku di Usia 9 Tahun

Angka minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001, artinya hanya 1 dari 1000 orang Indonesia yang gemar membaca.

Sementara budaya menulis lebih rendah, karena masyarakat Indonesia lebih kuat dalam tradisi lisan (tutur/audiovisual).

Tradisi tutur dan audiovisual semakin berkembang dengan penggunaan meluas teknologi komunikasi. Menurut data UNICEF (2024), jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 221 juta orang.

Data Badan Pusat Statistik (2024) menunjukkan bahwa 39,71% anak usia dini di Indonesia telah menggunakan telepon seluler, dan 35,57% sudah mengakses internet.

Menteri Komdigi, Meutya Hafid telah mengeluarkan batasan kepada anak-anak dalam menggunakan internet, dan mendorong dikembangkannya budaya membaca dan menulis.

Rendahnya Tingkat Kegemaran Membaca dan Menulis (TGMM) masyarakat mencuat kembali dalam ulasan pada peluncuran serial buku Diary of Alya. Prof. Dr. Seto Mulyadi menyoroti lima faktor penyebab kondisi ini.

Pertama, minat membaca pada anak masih rendah akibat minimnya keteladanan dan dorongan dari orangtua.

Kedua, literasi digital yang pasif, dimana perilaku membaca pada anak bergeser ke media digital yang cenderung bersifat instan dan kurang melqatih kemampuan berfikir kritis.

Ketiga, menulis masih dianggap beban akademis, sebatas menyelesaikan tugas sekolah sehingga kreativitas dan kemampuan menuangkan ide secara bebas tidak terasah.

Keempat, akses buku tidak merata dengan kesenjangan besar di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Kelima, kurangnya peran keluarga dimana membaca belum menjadi kebiasaan sehari-hari di keluarga, dan lingkungan sekitarnya.

Pandangan Kak Seto ini diamini oleg Gregoria Ira, Vice Principal pada Delima School, Jakarta. Menurutnya, kurikulum sekolah dan buku teks belum mampu menumbuh-kembangkan budaya baca dan menulis pada siswa.

Salah satu penyebabnya adalah serbuan media digital yang lebih menyuburkan budaya tutur atau audiovisual.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Delima School misalnya, memadukan konsep “sekolah digital” dan “sekolah konvensional” dengan pembiasaan pada budaya membaca dan menulis.

“Anak yang terbiasa membaca dan menulis cenderung lebih mudah menyerap materi pelajaran apapun. Membaca dan menulis adalah fondasi paling krusial dalam perkembangan anak.” Ungkap Ira. Menurutnya, kemampuan membaca dan menulis adalah alat utama untuk membentuk cara anak berfikir, berkomunikasi, dan memahami dunia. (awn)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Ahmad Muzani Tekankan Independensi Kekuasaan Kehakiman sebagai Fondasi Negara Hukum

Juli 14, 2026

Firman Soebagyo Minta Pengawasan Barcode BBM Nelayan Diperketat

Juli 14, 2026

Komisi XII DPR Akan Panggil Seluruh Pihak Eksplorasi Geotermal yang Picu Lumpur Panas di NTT

Juli 14, 2026
Berita Terkini

Kurniasih Apresiasi MPLS untuk Perkuat Pengenalan Lingkungan Sekolah

Juli 14, 20262 Views

Ahmad Muzani Tekankan Independensi Kekuasaan Kehakiman sebagai Fondasi Negara Hukum

Juli 14, 202612 Views

Wakil Ketua DPR Cucun: Urgensi RUU Ketenagakerjaan Diusulkan Dibahas Dimasa Reses

Juli 14, 202613 Views

BBM Khusus Nelayan Sebesar 15 Ribu/Liter Pangkas Beban Operasional Nelayan Selama Ini

Juli 14, 20268 Views

Firman Soebagyo Minta Pengawasan Barcode BBM Nelayan Diperketat

Juli 14, 20264 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

DPR: Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Harus Lewat UU, Tak Bisa Diputuskan DPRD

Juli 7, 2026147 Views

Banyak Kepala Daerah Ditangkap KPK, Komisi II DPR Usul Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

Juli 6, 2026138 Views

Ketua Komisi III DPR Apresiasi dan Desak Aparat Usut Tuntas Korupsi Batubara

Juli 9, 202615 Views
Pilihan Editor

Kurniasih Apresiasi MPLS untuk Perkuat Pengenalan Lingkungan Sekolah

Juli 14, 2026

Ahmad Muzani Tekankan Independensi Kekuasaan Kehakiman sebagai Fondasi Negara Hukum

Juli 14, 2026

Wakil Ketua DPR Cucun: Urgensi RUU Ketenagakerjaan Diusulkan Dibahas Dimasa Reses

Juli 14, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?