Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Wakil Ketua DPR Cucun: Urgensi RUU Ketenagakerjaan Diusulkan Dibahas Dimasa Reses

Juli 14, 2026

Ahmad Muzani Tekankan Independensi Kekuasaan Kehakiman sebagai Fondasi Negara Hukum

Juli 14, 2026

BBM Khusus Nelayan Sebesar 15 Ribu/Liter Pangkas Beban Operasional Nelayan Selama Ini

Juli 14, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » BPS Catat Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 Tumbuh 5,61 Persen
Headline

BPS Catat Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 Tumbuh 5,61 Persen

RedaksiBy RedaksiMei 6, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 5,01 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan ini adalah yang tertinggi sejak kuartal III-2022 (5,73%) atau 14 kuartal terakhir.

Secara nominal, Produk Domestik Bruto (PDB) menurut atas dasar harga konstan menembus Rp3.447,7 triliun sementara berdasarkan harga berlaku secara Rp6.187,2 triliun.

Pertumbuhan ekonomi ini jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi pasar yang memperkirakan PDB hanya akan tumbuh 5,4%.

Dibandingkan kuartal sebelumnya (kuartal to kuartal/qtq), ekonomi Indonesia kontraksi 0,77% pada periode Januari-Maret 2026.

Baca juga:

Inflasi April Terkendali 2,42 Persen, Kemendagri Minta Daerah Jangan Lengah

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan tingginya pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 ditopang oleh permintaan dalam negeri, terutama saat momen Lebaran.

“Dari sisi lapangan usaha, seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali tambang dan pengadaan listrik dan gas,” ujarnya dalam konferensi pers,, Selasa (5/5/2026).

“Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 bila dibandingkan dengan kuartal I-2026 atau secara year-on-yearmengalami pertumbuhan sebesar 5,61 persen,” kata sambungnya.

Beberapa sektor bahkan mencatat lonjakan signifikan. Penyediaan akomodasi dan makanan minuman tumbuh 13,14 persen, didorong aktivitas libur nasional dan program makan bergizi gratis.

Sementara itu, jasa lainnya tumbuh 9,91 persen, serta transportasi dan pergudangan meningkat 8,4 persen seiring mobilitas masyarakat yang tinggi.

Hal ini menandakan kinerja ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada awal 2026 ini menunjukkan sinyal kuat di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah mengatakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada kuartal I-2026 menjadi titik penting, tidak hanya melampaui ekspektasi, tetapi juga menandai akselerasi dari tren pertumbuhan sebelumnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku lega setelah data resmi dirilis. Ia menyebut capaian tersebut menjadi indikasi bahwa ekonomi nasional mulai keluar dari pola stagnasi di kisaran 5 persen.

“Clear sekali kita bisa lepas dari kutukan Pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kami bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Purbaya dalam Konpers APBN KiTa di Kemenkeu pada (5/5/2026)

Ia mengungkapkan sempat tidak bisa tidur menunggu angka pertumbuhan ekonomi kuartal pertama. Namun, setelah data diumumkan oleh Badan Pusat Statistik, ia mengaku puas dengan hasil tersebut.

Meski demikian, Purbaya tetap mewaspadai tantangan ke depan, terutama karena kondisi global yang belum sepenuhnya pulih.

“Segala mesin atau perusahaan yang orientasi ekspor yang masih bisa ekspor kita didukung agar lebih kompetitif di global,” jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah menyiapkan berbagai stimulus untuk menjaga momentum pertumbuhan, termasuk menggodok insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) guna memperkuat konsumsi domestik sekaligus mendorong transformasi industri.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan capaian tersebut melampaui ekspektasi berbagai lembaga, bahkan lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara anggota G20.

“Ekonomi Indonesia tumbuh baik di luar ekspektasi dari berbagai lembaga, di mana di kuartal pertama pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5,61 persen,” ujar Airlangga dalam Konpers Pertumbuhan PDB Kuartal-1 2026 di Kemenko Perekonomian pada Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, pertumbuhan tersebut didorong oleh kombinasi kebijakan fiskal dan momentum musiman seperti Ramadhan dan Idul Fitri.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen, sementara belanja pemerintah melonjak 21,81 persen atau sekitar Rp 815 triliun.

Stimulus seperti pencairan tunjangan hari raya (THR) sebesar Rp 51,65 triliun dan diskon tarif transportasi turut menjadi faktor pendorong utama aktivitas ekonomi di awal tahun.

Sedangkan Inflasi April 2026 tercatat 2,42 persen, masih dalam target pemerintah. Indeks keyakinan konsumen berada di level 122,9, sementara neraca perdagangan mencatat surplus selama 71 bulan berturut-turut.

“Ini menunjukkan bahwa ekonomi kita tidak hanya tumbuh, tetapi juga cukup kuat menghadapi tekanan global,” kata dia.

Ke depan, pemerintah berkomitmen menjaga momentum ini melalui kebijakan lanjutan, termasuk memperkuat sektor ekspor dan konsumsi domestik.

Target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 sebesar 5,4 persen pun dinilai masih realistis untuk dicapai, bahkan berpotensi terlampaui jika tren positif ini berlanjut.

Beberapa catatan pertumbuhan dari BPS:

  1. Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2026 mencapai Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.447,7 triliun.Ekonomi Indonesia triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,61 persen (y-on-y).
  2. Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,81 persen.
  3. Indonesia triwulan I-2026 terhadap triwulan IV-2025 terkontraksi sebesar 0,77 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami kontraksi  pertumbuhan terdalam sebesar 8,20 persen.
  4. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-P mengalami kontraksi terdalam sebesar 30,13 persen.Pada triwulan I-2026, kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi struktur perekonomian Indonesia secara spasial, dengan kontribusi  mencapai 57,24 persen dan mencatat pertumbuhan ekonomi  sebesar 5,79 persen (y-on-y). (awn)
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Ahmad Muzani Tekankan Independensi Kekuasaan Kehakiman sebagai Fondasi Negara Hukum

Juli 14, 2026

Firman Soebagyo Minta Pengawasan Barcode BBM Nelayan Diperketat

Juli 14, 2026

Komisi XII DPR Akan Panggil Seluruh Pihak Eksplorasi Geotermal yang Picu Lumpur Panas di NTT

Juli 14, 2026
Berita Terkini

Kurniasih Apresiasi MPLS untuk Perkuat Pengenalan Lingkungan Sekolah

Juli 14, 20262 Views

Ahmad Muzani Tekankan Independensi Kekuasaan Kehakiman sebagai Fondasi Negara Hukum

Juli 14, 202612 Views

Wakil Ketua DPR Cucun: Urgensi RUU Ketenagakerjaan Diusulkan Dibahas Dimasa Reses

Juli 14, 202613 Views

BBM Khusus Nelayan Sebesar 15 Ribu/Liter Pangkas Beban Operasional Nelayan Selama Ini

Juli 14, 20268 Views

Firman Soebagyo Minta Pengawasan Barcode BBM Nelayan Diperketat

Juli 14, 20264 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

DPR: Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Harus Lewat UU, Tak Bisa Diputuskan DPRD

Juli 7, 2026147 Views

Banyak Kepala Daerah Ditangkap KPK, Komisi II DPR Usul Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

Juli 6, 2026138 Views

Ketua Komisi III DPR Apresiasi dan Desak Aparat Usut Tuntas Korupsi Batubara

Juli 9, 202615 Views
Pilihan Editor

Kurniasih Apresiasi MPLS untuk Perkuat Pengenalan Lingkungan Sekolah

Juli 14, 2026

Ahmad Muzani Tekankan Independensi Kekuasaan Kehakiman sebagai Fondasi Negara Hukum

Juli 14, 2026

Wakil Ketua DPR Cucun: Urgensi RUU Ketenagakerjaan Diusulkan Dibahas Dimasa Reses

Juli 14, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?