Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Jangan Ada Upaya Bikin Retak dan Isu Memecah Belah Prabowo-Gibran

Juni 24, 2026

Nurul Arifin Soroti Pemberantasan Judi Online: Hilang Sepuluh, Tumbuh Seratus

Juni 27, 2026

Sindikat Judi-Pornografi Rp559 M Dibongkar, Komisi III DPR Desak Polisi Tangkap Otak Pelaku

Juni 29, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Geopolitik Makin Panas, Indonesia Perlu Perkuat Kedaulatan dan Daya Tahan Nasional
DPR

Geopolitik Makin Panas, Indonesia Perlu Perkuat Kedaulatan dan Daya Tahan Nasional

RedaksiBy RedaksiApril 22, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Dialektika Demokrasi bertema ‘Memperkuat Kedaulatan Bangsa di Era Dinamika Persaingan Global’ di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, menegaskan bahwa Indonesia perlu memperkuat kedaulatan nasional, sekaligus mempertahankan prinsip politik luar negeri bebas aktif di tengah dinamika geopolitik global yang kian memanas.

Hal itu disampaikan  Dave Laksono dalam Dialektika Demokrasi bertema ‘Memperkuat Kedaulatan Bangsa di Era Dinamika Persaingan Global’  di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Dave mengatakan, sejumlah konflik internasional yang hingga kini belum menemukan titik penyelesaian, mulai dari perang Rusia-Ukraina hingga eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Ia menilai bahwa konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun bukan sekadar persoalan bilateral kedua negara.

Baca juga:

Bamsoet: Kepemimpinan Generasi Muda Tentukan Daya Tahan Indonesia di Era Disrupsi Teknologi dan Geopolitik

Pasalnya, berbagai pihak eksternal turut terlibat melalui pasokan persenjataan, teknologi, hingga personel militer.

“Kalau hanya Rusia dan Ukraina, seharusnya konflik ini sudah selesai sejak lama. Faktanya, ada suplai persenjataan, teknologi, hingga personel dari berbagai negara,” ujar Dave.

Dave juga menyoroti fenomena warga negara Indonesia yang tergiur menjadi tentara bayaran di zona konflik dengan iming-iming gaji besar, namun pada akhirnya menghadapi risiko kehilangan nyawa.

Sementara itu, di kawasan Timur Tengah, eskalasi meningkat pasca serangan yang menewaskan sejumlah tokoh penting Iran. Dave menilai stabilitas internal Iran relatif terjaga berkat kuatnya ideologi negara tersebut.

“Pergantian kepemimpinan di Iran berlangsung cepat. Ini menunjukkan mereka tidak mengkultuskan individu, melainkan mengedepankan ideologi,” kata Politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Dave mengakui bahwa kondisi geopolitik global berdampak langsung pada perekonomian nasional, khususnya melalui lonjakan harga minyak dunia.

Namun, ia mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai berhasil menjaga stabilitas harga melalui kebijakan fiskal yang terukur.

“Pemerintah, termasuk Presiden Prabowo dan Menteri ESDM, mampu menahan dampak kenaikan harga minyak melalui pengelolaan APBN yang prudent,” ujarnya.

Lebih jauh, Dave mengingatkan agar Indonesia tidak mengabaikan ancaman hibrida yang muncul sebagai dampak lanjutan dari konflik global, termasuk potensi ketegangan di kawasan Laut China Selatan serta hubungan China-Taiwan yang kian memanas.

Di tengah tarik-menarik kepentingan antara China dan negara-negara Barat, Dave menegaskan bahwa Indonesia harus konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

“China adalah mitra dagang utama Indonesia, tetapi kita juga membutuhkan dukungan teknologi dan kerja sama dari Amerika Serikat serta Eropa. Hubungan harus tetap seimbang,” ucapnya.

Dave pun mendorong Indonesia untuk berperan lebih aktif di forum internasional guna mendorong solusi damai yang konkret dan berkelanjutan, bukan sekadar menghasilkan resolusi tanpa implementasi nyata.

“Indonesia harus terus mendorong solusi permanen bagi konflik global, sehingga tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar menghasilkan perdamaian,” pungkasnya.

*Daya Tahan Nasional*

Sementara itu, Direktur Literasi Politik Indonesia (LPI), Ujang Komarudin Indonesia perlu memperkuat daya tahan nasional, terutama di sektor energi, pangan, serta stabilitas politik dan keamanan di tengah dinamika geopolitik global yang kian tidak menentu,

Ujang menyoroti meningkatnya eskalasi konflik global sebagai peringatan bagi Indonesia untuk bersiap. Ia menggambarkan dunia saat ini penuh ketidakpastian, mulai dari Timur Tengah hingga Asia.

Menurut dia, konflik yang terjadi tersebut menunjukkan bahwa kekuatan global masih didominasi oleh negara-negara besar yang cenderung memaksakan kehendaknya.

“Dalam sejarah, yang kuat akan berbuat sesuai kemampuannya, sementara yang lemah akan menerima konsekuensinya. Ini realitas geopolitik yang tidak bisa dihindari,” ujar Ujang.

Ujang juga menyinggung perubahan konstelasi global, termasuk mulai berkurangnya dominasi Barat dan munculnya kekuatan baru seperti China.

Meski demikian, ia menekankan bahwa fokus utama Indonesia seharusnya bukan pada rivalitas global, melainkan pada kesiapan internal bangsa.

Ketahanan energi, lanjut dia,  menjadi salah satu faktor krusial yang harus diperkuat. Ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) dinilai masih menjadi tantangan.

Sehingga pembangunan infrastruktur seperti kilang minyak dan cadangan energi nasional perlu dipercepat.

Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah gejolak global.

“Kita harus akui, dalam situasi sulit sekalipun, Indonesia relatif mampu menjaga stabilitas energi. Ini menunjukkan daya tahan yang cukup baik,” katanya.

Selain energi, Ujang menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi utama negara.

Ia mengingatkan bahwa dalam kondisi apa pun, termasuk konflik, ketersediaan pangan menjadi faktor penentu keberlangsungan kehidupan masyarakat.

“Dengan jumlah penduduk yang besar, jika pasokan pangan terganggu, dampaknya akan sangat serius. Karena itu, swasembada pangan harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Ujang menilai, stabilitas politik dan keamanan merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan nasional.

Ia mengingatkan agar semua pihak tidak memicu konflik yang dapat mengganggu stabilitas dalam negeri.

“Kalau stabilitas politik dan keamanan terjaga, sektor lain akan ikut stabil. Tapi jika terguncang, semuanya akan terdampak,” kata dia.

Ujang menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa meski masih banyak pekerjaan rumah, upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional patut diapresiasi.

Ia berharap Indonesia tetap berada pada jalur yang tepat dalam menghadapi tantangan global.

“Ketahanan bangsa bukan hanya soal bertahan, tapi juga bagaimana memastikan keberlanjutan dan kedaulatan di masa depan,” tuturnya. (Ira)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Konsekuensi Safari Politik Jokowi terhadap Ekonomi

Juni 29, 2026

Bahas Mitigasi Pertumbuhan Ekonomi di DPR, Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri  

Juni 29, 2026

Sindikat Judi-Pornografi Rp559 M Dibongkar, Komisi III DPR Desak Polisi Tangkap Otak Pelaku

Juni 29, 2026
Berita Terkini

Konsekuensi Safari Politik Jokowi terhadap Ekonomi

Juni 29, 20262 Views

Bahas Mitigasi Pertumbuhan Ekonomi di DPR, Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri  

Juni 29, 20260 Views

Sindikat Judi-Pornografi Rp559 M Dibongkar, Komisi III DPR Desak Polisi Tangkap Otak Pelaku

Juni 29, 20263 Views

BULD DPD RI Dorong Perda Berkualitas yang Selaras dengan Kebutuhan Daerah

Juni 29, 20262 Views

Catatan Politik Bamsoet: Membarui Skala Prioritas Program di Tengah Ketidakpastian Global

Juni 29, 20262 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Misbakhun Ajak Elite Parpol Tidak Main 2 Kaki dan Jaga Kondusivitas

Juni 21, 2026903 Views

Jangan Ada Upaya Bikin Retak dan Isu Memecah Belah Prabowo-Gibran

Juni 24, 2026797 Views

Nurul Arifin Soroti Pemberantasan Judi Online: Hilang Sepuluh, Tumbuh Seratus

Juni 27, 2026794 Views
Pilihan Editor

Konsekuensi Safari Politik Jokowi terhadap Ekonomi

Juni 29, 2026

Bahas Mitigasi Pertumbuhan Ekonomi di DPR, Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri  

Juni 29, 2026

Sindikat Judi-Pornografi Rp559 M Dibongkar, Komisi III DPR Desak Polisi Tangkap Otak Pelaku

Juni 29, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?