Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

DPR RI Komitmen Prioritaskan Pengesahan RUU Perampasan Aset

Juli 13, 2026

Komisi XII DPR Akan Panggil Seluruh Pihak Eksplorasi Geotermal yang Picu Lumpur Panas di NTT

Juli 14, 2026

Tekanan Fiskal Tak Boleh Korbankan Perlindungan dan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan

Juli 14, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home ยป Orasi Indonesia Pusat Peradaban Dunia, Fadli Zon Raih Gelar Professor Kehormatan Unas
Headline

Orasi Indonesia Pusat Peradaban Dunia, Fadli Zon Raih Gelar Professor Kehormatan Unas

RedaksiBy RedaksiFebruari 11, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id- Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon meraih gelar profesor kehormatan dari Universitas Nasional (Unas). Dalam orasi ilmiahnya, dia membahas ‘Politik Kebudayaan Mega-Diversity: Indonesia Sebagai Pusat Peradaban Dunia’.

Orasi ilmiah itu digelar langsung dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Nasional di Auditorium Universitas Nasional, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).

Hadir dalam agenda itu Ketua MPR Ahmad Muzani, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, Menteri Ham Natalius Pigai, hingga Wamenbud Giring Ganesha.

Fadli Zon mengatakan posisi Indonesia sebagai episentrum peradaban dunia. Di dalamnya politik dan kebudayaan merupakan fondasi konseptual negara peradaban.

“Benang merah pemikiran ini menegaskan bahwa kebudayaan merupakan infrastruktur makna yang menopang politik, menentukan nilai, identitas, dan legitimasi kekuasaan. Dalam kerangka tersebut, mega-diversity Indonesia bukan sekadar fakta demografis, melainkan episteme politik kebudayaan yang membentuk imajinasi kebangsaan,” kata Fadli Zon dalam orasinya.

Fadli Zon mengatakan bangsa Indonesia sejak awal berdiri di atas realitas kemajemukan yang sangat tinggi. Cakupannya perbedaan etnis, bahasa, budaya, agama, hingga sejarah.

“Prinsip Bhinneka Tunggal Ika menegaskan bahwa persatuan Indonesia bukan hasil penyeragaman identitas, melainkan lahir dari kesadaran kolektif untuk hidup bersama dalam satu komunitas kebangsaan yang inklusif,” jelasnya.

Menurutnya, dalam politik global, kebudayaan memiliki daya pengaruh yang halus namun mendalam melalui nilai, tradisi, seni, bahasa, dan pengetahuan lokal yang membentuk identitas serta cara pandang suatu bangsa. Dia menilai pendekatan kebudayaan harus lebih halus dengan persuasif dan empati.

“Praktik global kontemporer seperti Korean Wave dan dominasi narasi Hollywood menunjukkan bahwa kekuatan budaya mampu membentuk citra positif, memperluas pengaruh, serta memperkuat posisi ekonomi dan diplomasi negara secara berkelanjutan, bahkan ketika tatanan internasional formal mengalami erosi,” ungkapnya.

Fadli Zon menuturkan Indonesia memiliki potensi yang sama dengan pendekatan kebudayaan yang ada. Kata dia, tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia adalah merumuskan secara sadar dan strategis apa yang ingin dimajukan di panggung dunia.

“Maka peran Kementerian Kebudayaan menjadi penting sebagai orkestrator pemajuan kebudayaan nasional Indonesia. Keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan kolektif seluruh ekosistem bangsa, mulai dari pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, diplomasi hingga teknologi digital,” katanya.

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Firman Soebagyo Minta Pengawasan Barcode BBM Nelayan Diperketat

Juli 14, 2026

Komisi XII DPR Akan Panggil Seluruh Pihak Eksplorasi Geotermal yang Picu Lumpur Panas di NTT

Juli 14, 2026

RDPU dengan Baleg, CEO Baliola Sampaikan Masukan RUU Satu Data Indonesia

Juli 13, 2026
Berita Terkini

Firman Soebagyo Minta Pengawasan Barcode BBM Nelayan Diperketat

Juli 14, 20263 Views

Komisi XII DPR Akan Panggil Seluruh Pihak Eksplorasi Geotermal yang Picu Lumpur Panas di NTT

Juli 14, 20264 Views

Tekanan Fiskal Tak Boleh Korbankan Perlindungan dan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan

Juli 14, 20264 Views

Ketua Komisi XII DPR RI Menilai Program B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Hilirisasi Sawit Nasional

Juli 14, 20264 Views

RDPU dengan Baleg, CEO Baliola Sampaikan Masukan RUU Satu Data Indonesia

Juli 13, 202629 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

DPR: Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Harus Lewat UU, Tak Bisa Diputuskan DPRD

Juli 7, 2026147 Views

Banyak Kepala Daerah Ditangkap KPK, Komisi II DPR Usul Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

Juli 6, 2026138 Views

Ketua Komisi III DPR Apresiasi dan Desak Aparat Usut Tuntas Korupsi Batubara

Juli 9, 202615 Views
Pilihan Editor

Firman Soebagyo Minta Pengawasan Barcode BBM Nelayan Diperketat

Juli 14, 2026

Komisi XII DPR Akan Panggil Seluruh Pihak Eksplorasi Geotermal yang Picu Lumpur Panas di NTT

Juli 14, 2026

Tekanan Fiskal Tak Boleh Korbankan Perlindungan dan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan

Juli 14, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?