Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

DPR Tetapkan 68 RUU Prioritas dalam Program Legislasi Nasional

Mei 20, 2026

Ketua DPD RI Beri Pembekalan ke 1.700 Calon Wisudawan UGM

Mei 19, 2026

5 WNI Diculik Tentara Israel, Partai Gelora Kecam dan Tuntut Pembebasan Segera

Mei 19, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Lapas Jadi Lumbung Narkoba, Hasan Basri Desak Reformasi Imigrasi dan Pemasyarakatan
DPD

Lapas Jadi Lumbung Narkoba, Hasan Basri Desak Reformasi Imigrasi dan Pemasyarakatan

RedaksiBy RedaksiJanuari 26, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id– Anggota DPD RI dari Kalimantan Utara Hasan Basri mendesak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melakukan reformasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan tenaga kerja asing (TKA) serta pengelolaan lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Desakan ini disampaikan menyusul temuan lapangan yang menunjukkan lemahnya kontrol negara, overkapasitas lapas yang ekstrem, serta tingginya kerentanan peredaran narkoba di dalam penjara.

Hasan menegaskan bahwa persoalan keimigrasian dan pemasyarakatan tidak bisa lagi ditangani secara administratif dan parsial.

Menurutnya, lemahnya pengawasan pascakehadiran warga negara asing di daerah serta kondisi lapas yang jauh dari standar kapasitas merupakan ancaman serius bagi keamanan nasional dan ketertiban sosial.

Dalam Rapat Koordinasi Komite I DPD RI bersama jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Senin (26/1/2026), Hasan menyoroti minimnya pemantauan terhadap tenaga kerja asing setelah melewati pintu masuk imigrasi.

Hasan membandingkan sistem Indonesia dengan sejumlah negara lain yang mampu memantau alamat dan aktivitas warga asing secara ketat hingga ke tingkat lokal.

“Di luar negeri, alamat dan aktivitas warga asing terpantau dengan baik. Kita perlu sinergi kuat antara Imigrasi dan Pemda melalui Catatan Sipil serta Dinas Tenaga Kerja. Jangan sampai kita punya SOP, tapi pelaksanaannya di lapangan jebol,” tegas Hasan.

Selain itu, Hasan juga menyoroti masalah over kapasitas lembaga permasyarakatan. Menurutnya, kondisi lembaga pemasyarakatan sudah berada pada titik mengkhawatirkan.

Di wilayah Tarakan, Kalimantan Utara, ia mengungkapkan bahwa lapas yang dirancang untuk kapasitas 400 orang kini harus menampung hingga 1.800 narapidana.

Ketimpangan rasio petugas dengan warga binaan, yang hanya sekitar 1 banding 15, disebutnya menjadi celah utama mengapa lapas kerap berubah fungsi menjadi pusat peredaran narkoba.

“Meskipun ada alat deteksi, narkoba tetap lolos. Apakah alatnya tidak berfungsi atau petugasnya yang kurang? Ini harus dicek,” ungkapnya.

Hasan juga menyoroti lambannya penerbitan Surat Keputusan (SK) Asimilasi yang dinilai memperparah kepadatan lapas sekaligus membuka ruang praktik diskriminasi dalam pembinaan warga binaan.

Selain itu, Hasan mengangkat persoalan serius di wilayah perbatasan Nunukan–Tawau, terkait denda miliaran rupiah yang dijatuhkan kepada perusahaan transportasi laut akibat permasalahan paspor penumpang. Ia mempertanyakan lemahnya koordinasi dan pengawasan petugas imigrasi di pelabuhan.

“Kalau memang tidak layak masuk, kenapa paspornya tetap dicap oleh petugas? Kenapa hanya perusahaan yang kena denda, sementara petugas imigrasi yang ada di sana tidak dievaluasi?” cecarnya.

Hasan Basri juga mengingatkan bahwa target Indonesia bebas narkoba pada 2024 telah terlewati, namun kondisi faktual di lapangan justru menunjukkan tantangan yang semakin berat.

Dirinya mendesak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai pengelola administratif, tetapi benar-benar menjadi benteng pertahanan negara di wilayah perbatasan serta memastikan lembaga pemasyarakatan berfungsi sebagai ruang pembinaan dan rehabilitasi yang bersih dari peredaran narkoba. (ira)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

DPR Tetapkan 68 RUU Prioritas dalam Program Legislasi Nasional

Mei 20, 2026

Ketua DPD RI Beri Pembekalan ke 1.700 Calon Wisudawan UGM

Mei 19, 2026

5 WNI Diculik Tentara Israel, Partai Gelora Kecam dan Tuntut Pembebasan Segera

Mei 19, 2026
Berita Terkini

DPR Tetapkan 68 RUU Prioritas dalam Program Legislasi Nasional

Mei 20, 20261 Views

Ketua DPD RI Beri Pembekalan ke 1.700 Calon Wisudawan UGM

Mei 19, 20261 Views

5 WNI Diculik Tentara Israel, Partai Gelora Kecam dan Tuntut Pembebasan Segera

Mei 19, 20260 Views

Misbakhun Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah di Level 16.000

Mei 19, 20263 Views

DPR Nilai Keterlibatan UMKM di MBG Masih Kec

Mei 19, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Misbakhun Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah di Level 16.000

Mei 19, 20263 Views

Pimpinan MPR Dorong Penguatan Energi dan Ekonomi Imbas Timur Tengah

Maret 10, 20263 Views

DPR Dukung Pemerintah RI untuk Desak PBB dan AS Bebaskan Aktivis dan Jurnalis Indonesia yang Disandera Israel

Mei 18, 20262 Views
Pilihan Editor

DPR Tetapkan 68 RUU Prioritas dalam Program Legislasi Nasional

Mei 20, 2026

Ketua DPD RI Beri Pembekalan ke 1.700 Calon Wisudawan UGM

Mei 19, 2026

5 WNI Diculik Tentara Israel, Partai Gelora Kecam dan Tuntut Pembebasan Segera

Mei 19, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?