Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Jefry Romdhony: Literasi Digital Penting agar Masyarakat Terhindar dari Kejahatan Siber

Juli 13, 2026

Kemenkes Didesak Percepat Pengadaan Reagen Deteksi HIV pada Bayi

Juli 13, 2026

Habib Aboe: Ajak Bogor Jadi Kota Halal Gastronomy Diplomacy

Juli 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Syaikhona Kholil dan Gus Dur Wariskan Teladan Keilmuan dan Kemanusiaan
DPR

Syaikhona Kholil dan Gus Dur Wariskan Teladan Keilmuan dan Kemanusiaan

RedaksiBy RedaksiNovember 12, 2025
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mengapresiasi penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh besar bangsa yakni Syaichona Muhammad Kholil Bangkalan dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Dua tokoh besar tersebut mempunyai kontribusi luar biasa dalam penyebaran Islam moderat yang menciptakan Indonesia damai dan ramah.

“Keduanya adalah pahlawan untuk semua. Syaikhona Kholil adalah guru besar para ulama, penyebar Islam yang rahmatan lil ‘alamin dan toleran. Dari beliaulah lahir para pendiri Nahdlatul Ulama yang menanamkan tradisi keilmuan Islam yang damai dan penuh kasih,” ujar Neng Eem saat menghadiri acara tasyakuran atas gelar Pahlawan Nasional untuk Syaikhona Muhammad Kholil, Tokoh Jawa Timur Bidang Pendidikan Islam dan KH. Abdurrahman Wahid, Tokoh Jawa Timur Bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Ia menjelaskan, Syaikhona Kholil memiliki peran sangat besar dalam membentuk wajah Islam Indonesia yang moderat dan berakar pada tradisi keilmuan pesantren.

Melalui para muridnya, terutama KH Hasyim Asy’ari, ajaran beliau meluas dan menjadi fondasi berdirinya Nahdlatul Ulama (NU)

“Beliau adalah guru dari para pendiri NU, dan melalui beliau, khazanah keilmuan Islam yang rahmatan lil alamin dan toleransi berkembang hingga kini,” tambahnya.

Neng Eem juga menegaskan bahwa Gus Dur telah lama menjadi pahlawan di hati rakyat, bahkan sebelum gelar resmi itu disematkan oleh negara.

“Sebelum ada keputusan presiden, Gus Dur sudah jadi pahlawan di hati kita semua. Beliau pahlawan bagi orang-orang lintas agama, bagi mereka yang mencari kebenaran, dan bagi siapa pun yang memperjuangkan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, perjuangan untuk memberikan gelar kepahlawan ini dilakukan bersama tokoh lintas agama.

“PKB bersama tokoh lintas agama sudah lama memperjuangkan hal ini. Dulu Gus Dur sempat terganjal di Dewan Gelar karena masih ada TAP MPR No. II Tahun 2001 tentang laporan pertanggungjawaban Presiden ke-4, KH Abdurrahman Wahid. Namun akhirnya, TAP itu kami nyatakan dicabut dan tidak berlaku. Sehingga tidak ada lagi alasan untuk menolak gelar Pahlawan Nasional bagi Gus Dur,” jelasnya.

Atas penganugerahan gelar tersebut, Neng Eem menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menetapkan keduanya sebagai Pahlawan Nasional tahun ini.

“Kami berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan bersejarah ini. Juga kepada seluruh tokoh lintas agama dan masyarakat yang ikut memperjuangkan pengakuan ini. Ini bukan hanya penghargaan untuk dua tokoh besar, tapi juga kemenangan bagi nilai kemanusiaan dan kebangsaan kita,” ungkapnya.

Neng Eem menutup dengan ajakan agar generasi muda meneladani dua tokoh tersebut—dalam ilmu, ketulusan, dan pengabdian.

“Syaikhona Muhammad Kholil dan Gus Dur sama-sama menanamkan nilai bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman, dan kemanusiaan adalah bagian dari keimanan. Mereka berdua pahlawan untuk semua,” pungkasnya. (*)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Habib Aboe: Ajak Bogor Jadi Kota Halal Gastronomy Diplomacy

Juli 13, 2026

FTZ Kepri Jangan Hanya Kejar Investasi, Harus Sejahterakan Warga

Juli 13, 2026

Santri Tewas Dibakar di Lombok Tengah, Komisi III DPR RI Desak Polda NTB Usut Tuntas

Juli 13, 2026
Berita Terkini

Habib Aboe: Ajak Bogor Jadi Kota Halal Gastronomy Diplomacy

Juli 13, 20263 Views

FTZ Kepri Jangan Hanya Kejar Investasi, Harus Sejahterakan Warga

Juli 13, 20261 Views

Santri Tewas Dibakar di Lombok Tengah, Komisi III DPR RI Desak Polda NTB Usut Tuntas

Juli 13, 20261 Views

DPD RI: RUU Daerah Kepulauan Jadi Kunci Kesejahteraan Masyarakat Kepulauan

Juli 13, 20262 Views

Kemenkes Didesak Percepat Pengadaan Reagen Deteksi HIV pada Bayi

Juli 13, 202622 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Banyak Kepala Daerah Ditangkap KPK, Komisi II DPR Usul Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

Juli 6, 2026301 Views

DPR: Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Harus Lewat UU, Tak Bisa Diputuskan DPRD

Juli 7, 2026255 Views

Prof Sufmi Dasco Ahmad, Politikus Senyap yang Menjembatani Stabilitas Politik Nasional

Juli 3, 202653 Views
Pilihan Editor

Habib Aboe: Ajak Bogor Jadi Kota Halal Gastronomy Diplomacy

Juli 13, 2026

FTZ Kepri Jangan Hanya Kejar Investasi, Harus Sejahterakan Warga

Juli 13, 2026

Santri Tewas Dibakar di Lombok Tengah, Komisi III DPR RI Desak Polda NTB Usut Tuntas

Juli 13, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?