Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Mulyadi: Keterbatasan Anggaran Jangan Hentikan Perjuangan Pemekaran Bogor Timur

Agustus 10, 2026

Perkuat Dukungan Moral, Sari Yuliati Salurkan Bantuan bagi Korban Longsor di Bandung Barat

Maret 15, 2026

Rakor Finalisasi Perpres Ojol Fokus pada Penyempurnaan Kebijakan

Agustus 11, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Robert Kardinal Desak Pemerintah Terbitkan Kebijakan Atasi Monopoli Penerbangan di Kawasan Timur Indonesia
DPR

Robert Kardinal Desak Pemerintah Terbitkan Kebijakan Atasi Monopoli Penerbangan di Kawasan Timur Indonesia

RedaksiBy RedaksiMaret 27, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Papua Barat Daya, Robert J. Kardinal (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Papua Barat Daya, Robert J. Kardinal, mendesak Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dapat segera menerbitkan kebijakan strategis untuk memutus praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di kawasan timur Indonesia seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Menurut Robert, struktur industri penerbangan nasional saat ini tidak sehat karena hanya didominasi dua kelompok besar, yakni Grup Lion dan Grup Garuda. Kondisi tersebut membuat harga tiket pesawat sulit turun dan cenderung tidak rasional, terutama untuk rute-rute ke wilayah timur Indonesia.

Ia menyoroti bahwa sebagian besar layanan penerbangan domestik, termasuk ke daerah terpencil, praktis dikuasai oleh maskapai dalam satu grup yang sama.

Di Papua misalnya, rute-rute perintis hingga kota kecil hanya dilayani oleh Wings Air, Lion Air, dan Super Air Jet yang berada dalam satu payung bisnis.

Baca juga:

Pemerintah Buka Opsi Batalkan Haji 2026 Jika Situasi Kemananan Timteng Bayakan Jemaah

Dia mencontohkan rute Jakarta-Sorong saja dapat tembus Rp 15-20 juta sekali jalan. “Harga tiket menjadi mahal karena tidak ada kompetisi. Mau tidak mau harus beli, meskipun harganya bisa mencapai Rp15 juta sampai Rp20 juta untuk sekali jalan,” ujar Robert dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Selain dominasi maskapai, Robert juga menyinggung keterbatasan armada maskapai milik Pemerintah seperti Garuda Indonesia dan Citilink yang dinilai tidak mampu menjangkau seluruh rute secara optimal.

“Garuda-Citilink (BUMN) tidak mampu atau sengaja dibuat tidak mampu ditambah lagi dengan aturan (regulator) sehingga terjadilah monopoli,” ujarnya.

Ia menilai, tidak semua rute harus dipaksakan dilayani oleh maskapai pelat merah. Karena itu, dia meminta maskapai swasta lain bisa dilibatkan atasi persoalan ini,

“Garuda sebaiknya fokus pada rute gemuk dan menguntungkan saja. Jangan semua rute diambil, apalagi kalau justru membebani keuangan negara,” katanya.

Lebih jauh, ia mengungkap bahwa kondisi ini diperparah oleh praktik duopoli yang menciptakan “ilusi kompetisi”. Di balik banyaknya merek maskapai, perputaran pasar sebenarnya hanya berputar pada dua kelompok besar, sehingga ruang persaingan menjadi sempit.

Ia menilai, situasi tersebut berimplikasi langsung pada mahalnya tiket pesawat dan terbatasnya akses transportasi udara bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

“Ini juga yang saya alami di dapil saya di Papua sana. Yang masuk ke kampung-kampung di Papua itu, yang ada kan hanya Susi Air. Akhirnya ya harganya sih suka-suka dia. Jadi tidak ada pilihan bagi masyarakat Papua, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, rakyat yang di kampung.kampung, mereka tidak punya opsi (maskapai) lain.” sesalnya.

Sebagai solusi, Robert mendorong Kementerian Perhubungan membuka seluas-luasnya akses bagi maskapai swasta, bahkan termasuk dari luar negeri, untuk masuk melayani rute domestik di Indonesia, terutama di wilayah yang belum terlayani optimal.

“Kalau swasta dalam negeri belum mampu, buka saja untuk maskapai dari Singapura, Malaysia, Australia, bahkan Eropa atau China. Yang penting masyarakat punya pilihan dan harga bisa turun,” tegasnya.

Ia menyebut sejumlah maskapai bertarif rendah (low cost carrier) seperti Scoot asal Singapura, Jetstar (Australia), AirAsia dan Firefly (Malaysia) dapat menjadi alternatif untuk menciptakan persaingan sehat di pasar domestik.

Selain membuka akses pasar, Robert juga menyoroti perlunya reformasi kebijakan avtur yang saat ini masih dimonopoli oleh satu pihak. Ia mengusulkan agar maskapai diberikan izin mengimpor bahan bakar sendiri guna menekan biaya operasional.

“Kalau avtur saja dimonopoli, bagaimana harga tiket bisa kompetitif? Maskapai harus diberi ruang untuk mencari biaya yang lebih efisien,” ujarnya.

Robert juga menyinggung aspek ketenagakerjaan di sektor penerbangan, khususnya di Papua. Ia menilai keterlibatan tenaga kerja lokal masih sangat minim, baik sebagai pilot, awak kabin, maupun tenaga bandara.

“Harusnya anak-anak Papua diberi kesempatan lebih besar. Coba lihat karyawannya dari 100 orang, yang anak Papua mungkin cuma 10. Mestinya dibalik. Kalau karyawannya 100, anak Papua 90, bukan 10,” harapnya.

Ia menegaskan, pembukaan pasar dan perbaikan regulasi harus diiringi dengan keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Robert menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan sangat bergantung pada transportasi udara. Karena itu, keberadaan sistem penerbangan yang kompetitif dan terjangkau menjadi kebutuhan mendesak.

Dia lalu mengutip pernyataan mantan Presiden RI yang juga Bapak Dirgantara Indonesia, Baharuddin Jusuf Habibie yang menegaskan bahwa Indonesia, sebagai negara kepulauan, tidak bisa hanya mengandalkan transportasi darat (kereta api/jalan raya) atau laut.

Transportasi udara adalah keharusan untuk menyatukan Nusantara dan mempercepat mobilitas manusia serta barang

“Amerika saja, walaupun sudah ada jalan raya, highway, sudah ada kereta api masuk sampai semua kampung-kampung, tetapi penduduk Amerika yang 400 juta orang itu, satu tahun itu 1,6 miliar orang naik pesawat. Tetap pesawat dibutuhkan. Apalagi kita. Yang pulau-pulau. Padahal satu Amerika itu satu daratan,” tegasnya.

Anggota Komisi IV DPR RI ini optimis, jika ada regulasi yang dapat membenahi struktur pasar di industri penerbangan kita, maka tiket murah bukanlah hal yang mustahil. “Negara harus hadir sebagai regulator yang adil, bukan justru membiarkan rakyat terjebak dalam sistem yang tidak kompetitif,” pungkasnya. (ira)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Kementrans: Sukses China Bangun Wilayah Jadi Inspirasi Kembangkan Kawasan Transmigrasi di Indonesia

Agustus 11, 2026

Sahroni Minta Polri Usut Dalang Di Balik Industri Penyebaran Hoaks Di Medsos

Agustus 11, 2026

Komisi III DPR Akan Kawal Tuntas Kasus Kematian WL di Medan, Minta Polisi Profesional

Agustus 11, 2026
Berita Terkini

Kementrans: Sukses China Bangun Wilayah Jadi Inspirasi Kembangkan Kawasan Transmigrasi di Indonesia

Agustus 11, 20260 Views

Sahroni Minta Polri Usut Dalang Di Balik Industri Penyebaran Hoaks Di Medsos

Agustus 11, 20261 Views

Komisi III DPR Akan Kawal Tuntas Kasus Kematian WL di Medan, Minta Polisi Profesional

Agustus 11, 20262 Views

Dasco Pimpin Rapat Koordinasi Bersama Menteri dan KPA, Bahas Penyelesaian Konflik Agraria yang Mendesak Dituntaskan

Agustus 11, 20261 Views

Sidang Tahunan MPR-DPR-DPD untuk Rakyat, Hadirkan Penerima Manfaat Hingga Teladan

Agustus 11, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Mulyadi: Keterbatasan Anggaran Jangan Hentikan Perjuangan Pemekaran Bogor Timur

Agustus 10, 202630 Views

Sejumlah Tokoh Dorong Sejarah Perjuangan Pendirian Kabupaten Kepulauan Meranti Dibukukan

Agustus 8, 202612 Views

KWP Minta Anggota DPR Deddy Sitorus Minta Maaf Atas Pernyataan Diduga Menghina Profesi Wartawan 1X24 Jam

Juli 30, 20268 Views
Pilihan Editor

Kementrans: Sukses China Bangun Wilayah Jadi Inspirasi Kembangkan Kawasan Transmigrasi di Indonesia

Agustus 11, 2026

Sahroni Minta Polri Usut Dalang Di Balik Industri Penyebaran Hoaks Di Medsos

Agustus 11, 2026

Komisi III DPR Akan Kawal Tuntas Kasus Kematian WL di Medan, Minta Polisi Profesional

Agustus 11, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?