MataParlemen.id-Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memastikan efisiensi anggaran tahap III oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak akan memengaruhi program strategis seperti Magang Nasional tahun ini.
“Beda (pos anggaran). Jadi kalau efisiensi ketiga yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan itu adalah terkait dengan perjalanan dinas, rapat-rapat dan seterusnya. Beda pos alokasi dengan (program) Magang (Nasional),” kata Menaker saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Adapun Yassierli pada Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (9/4/2026), mengungkapkan Kemnaker mendapatkan Surat Menteri Keuangan (Menkeu) S-181/MK.03/2026 pada tanggal 1 April 2026, terkait efisiensi anggaran.
Dalam surat tersebut, anggaran Kemnaker yang bersumber dari rupiah murni (RM) mengalami efisiensi atau pergeseran ke Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) Kemenkeu sebesar Rp181.826.183.000.
Baca juga:
Nilai itu terdiri dari Rincian Output (RO) Khusus sebesar Rp122.163.948.000 dan hasil identifikasi efisiensi anggaran yang dilakukan Kemenkeu Rp59.662.235.000.
Namun, ia mengungkap untuk program yang akan ditunda dengan efisiensi ini masih dalam pembahasan.
“Kami masih dalam proses untuk menelaah lebih detail item-item yang kemudian kita bisa efisiensikan, sehingga belum bisa kami laporkan sekarang, sehingga pagu yang kami sampaikan tadi masih bagus sebelum efisiensi tahap 3 dari Kementerian Keuangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk pelaksanaan Magang Nasional 2026, Yassierli mengatakan pihaknya masih melakukan diskusi dengan kementerian-kementerian terkait sebelum nantinya diminta persetujuan kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi kalau untuk (program) Magang (Nasional) memang sekarang masih dalam tarafnya persetujuan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan nanti pastinya dari Pak Presiden,” ujar dia.
Kemnaker sebelumnya mengusulkan adanya peningkatan jumlah kuota peserta Magang Nasional 2026 sebesar 150 ribu orang, setelah pada tahun sebelumnya sebanyak 100 ribu orang.
Yassierli mengatakan pihaknya mempertimbangkan adanya peningkatan kuota Magang Nasional menyusul minat tinggi dari masyarakat, utamanya lulusan baru (fresh graduate) saat program ini diluncurkan tahun lalu.
Ia pun memastikan peninjauan (monitoring) dan evaluasi Magang Nasional tahap pertama dan kedua terus berjalan dan ditingkatkan.
Adapun saat ini, program Magang Nasional diikuti sekitar 100 ribu peserta yang tersebar di berbagai perusahaan, kementerian, dan lembaga.
Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Untuk tahap I, sebanyak 14.952 peserta dijadwalkan menyelesaikan masa pemagangan pada 19 April 2026. (ira)
Dalam rapat ini, Yassierli juga menjelaskan realisasi anggaran Kemenaker per 8 April 2026 sudah mencapai rata-rata 31,87 persen di seluruh unit eselon I. Dengan catatan bahwa realisasi ini belum memperhitungkan efisiensi jilid III
Selain itu, ia juga mengungkap pagu Kemnaker tahun ini juga dicadangkan sebanyak Rp265 miliar dan tidak bisa digunakan sementara.
“Ada beberapa pagu yang tidak dapat digunakan dan sifatnya itu adalah pencadangan untuk Direktif Presiden atau RO khusus dan kemudian ada blokir juga sebesar Rp265 miliar. Alhamdulillah sampai sekarang masing-masing unit eselon I kita terus kerja dan program-program yang menurut kami ini penting dan itu sudah kami tetapkan sebagai prioritas sesuai dengan tupoksi dari Kementerian Ketenagakerjaan,” pungkasnya. (ira)




