Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Bamsoet: Ekonomi Kuat, Dunia Usaha Aman dan Pertahanan Mandiri Jadi Kunci Kedaulatan Nasional

Oktober 1, 2026

LHKPN Menteri Perindustrian Yang Baru Sarmuji 14,9 M Termasuk Kapal Tanker

Oktober 1, 2026

Threshold 5 Persen Mengancam Partai Baru? Sekjen PRI: Jangan Sampai Suara Rakyat Tak Terwakili

Oktober 1, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Komisi IX DPR Ingatkan BGN, Surplus Dapur MBG di Jawa Tak Boleh Hambat Daerah Lain
DPR

Komisi IX DPR Ingatkan BGN, Surplus Dapur MBG di Jawa Tak Boleh Hambat Daerah Lain

RedaksiBy RedaksiJuli 24, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni menyoroti ketimpangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) antara Pulau Jawa dan luar Jawa. Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pengembangan dapur MBG dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di setiap daerah agar manfaat program dapat dirasakan secara merata.

Hal itu disampaikan Obon usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (22/7/2026). Menurutnya, cakupan penerima manfaat MBG di Palangka Raya masih jauh dari optimal karena jumlah dapur yang beroperasi belum mencukupi.

“BGN, ada beberapa dapur yang masih menjadi persoalan karena belum dibuka. Tadi baru sekitar 20 persen lebih penerima manfaat. Nah, jumlahnya masih banyak yang harus dilayani,” ujar Obon, Kamis (23/7/2026).

Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan masih adanya ketimpangan pelaksanaan MBG antara wilayah di Pulau Jawa dan luar Jawa, khususnya Kalimantan. Karena itu, pemerataan layanan harus menjadi perhatian utama dalam pengembangan program.

“Jadi memang ada ketimpangan antara Jawa dengan luar Jawa, terutama di Kalimantan. Ini tidak usah bicara Kalimantan secara luas, Palangka Raya saja. Kalau Palangka Raya saja bermasalah, bagaimana dengan daerah-daerah lain?” katanya.

Obon mengingatkan agar kelebihan jumlah dapur operasional di sejumlah wilayah di Pulau Jawa tidak dijadikan alasan untuk menghentikan pembangunan dapur di daerah yang masih kekurangan. Menurutnya, perencanaan MBG harus mempertimbangkan jumlah sasaran penerima manfaat di masing-masing daerah.

“Di Jawa, dapur operasional, tetapi jangan disamaratakan. Karena jumlah dapurnya, kalau tidak salah, kelebihan operasional sekitar 7 ribuan. Kalau disisir, jangan-jangan hanya di Jawa. Di daerah lain kan kurang,” ujarnya.

Obon menegaskan, surplus kapasitas di satu wilayah tidak boleh menghambat pemenuhan kebutuhan di wilayah lain. Ia meminta BGN menjadikan kondisi tersebut sebagai bahan evaluasi agar distribusi dapur MBG lebih proporsional dan berkeadilan.

“Nah, jangan begitu ada kelebihan 7 ribu, maka programnya dihentikan. Yang sudah penuh, ya sudah penuh. Tetapi daerah lain bagaimana? Ini ada bentuk ketidakseimbangan. Ada yang kelebihan di Jawa, sementara di sini malah kekurangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, berbagai masukan yang diperoleh dari Pemerintah Kota Palangka Raya akan menjadi bahan pembahasan Komisi IX DPR RI bersama instansi terkait. Dengan demikian, evaluasi pelaksanaan MBG dapat menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Masukan-masukan tadi merupakan masukan yang konkret dari pemerintah kota. Kami di Komisi IX, dalam rapat dengar pendapat dengan instansi terkait, akan menyampaikan ini semua,” pungkasnya. (amar)

BGN DPR RI Komisi IX MBG Obon Tabroni
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 2026

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 2026

Komisi II DPR Resmi Bentuk Panja RUU Pemilu

September 30, 2026
Berita Terkini

Bamsoet: Ekonomi Kuat, Dunia Usaha Aman dan Pertahanan Mandiri Jadi Kunci Kedaulatan Nasional

Oktober 1, 20260 Views

LHKPN Menteri Perindustrian Yang Baru Sarmuji 14,9 M Termasuk Kapal Tanker

Oktober 1, 20260 Views

Threshold 5 Persen Mengancam Partai Baru? Sekjen PRI: Jangan Sampai Suara Rakyat Tak Terwakili

Oktober 1, 20260 Views

Dirjenpas Mashudi Mundur Dari Jabatannya Usai Lapas Mewah Cibinong

Oktober 1, 20260 Views

Presiden Prabowo Resuffle Sejumlah Menteri Dan Pejabat Negara

Oktober 1, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Tawarkan 3 Solusi Strategis untuk Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta Kecam Narasi Bias Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB

September 26, 202611 Views

Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran

September 26, 202610 Views

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20264 Views
Pilihan Editor

Bamsoet: Ekonomi Kuat, Dunia Usaha Aman dan Pertahanan Mandiri Jadi Kunci Kedaulatan Nasional

Oktober 1, 2026

LHKPN Menteri Perindustrian Yang Baru Sarmuji 14,9 M Termasuk Kapal Tanker

Oktober 1, 2026

Threshold 5 Persen Mengancam Partai Baru? Sekjen PRI: Jangan Sampai Suara Rakyat Tak Terwakili

Oktober 1, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?