Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Perempuan Berkebaya Indonesia Dorong Kebaya Menjadi Gerakan Nasional Berbasis Masyarakat

Juli 23, 2026

Dave Laksono: Indonesia Harus Dorong Diplomasi dan Siapkan Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Juli 23, 2026

Perpres Ojek Online Ditarget Selesai Pekan Depan, Dasco: Dibalik Setiap Order Ada Keluarga Menggantungkan Harapan

Juli 23, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Komisi IX DPR Ingatkan BGN, Surplus Dapur MBG di Jawa Tak Boleh Hambat Daerah Lain
DPR

Komisi IX DPR Ingatkan BGN, Surplus Dapur MBG di Jawa Tak Boleh Hambat Daerah Lain

RedaksiBy RedaksiJuli 24, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni menyoroti ketimpangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) antara Pulau Jawa dan luar Jawa. Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pengembangan dapur MBG dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di setiap daerah agar manfaat program dapat dirasakan secara merata.

Hal itu disampaikan Obon usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (22/7/2026). Menurutnya, cakupan penerima manfaat MBG di Palangka Raya masih jauh dari optimal karena jumlah dapur yang beroperasi belum mencukupi.

“BGN, ada beberapa dapur yang masih menjadi persoalan karena belum dibuka. Tadi baru sekitar 20 persen lebih penerima manfaat. Nah, jumlahnya masih banyak yang harus dilayani,” ujar Obon, Kamis (23/7/2026).

Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan masih adanya ketimpangan pelaksanaan MBG antara wilayah di Pulau Jawa dan luar Jawa, khususnya Kalimantan. Karena itu, pemerataan layanan harus menjadi perhatian utama dalam pengembangan program.

“Jadi memang ada ketimpangan antara Jawa dengan luar Jawa, terutama di Kalimantan. Ini tidak usah bicara Kalimantan secara luas, Palangka Raya saja. Kalau Palangka Raya saja bermasalah, bagaimana dengan daerah-daerah lain?” katanya.

Obon mengingatkan agar kelebihan jumlah dapur operasional di sejumlah wilayah di Pulau Jawa tidak dijadikan alasan untuk menghentikan pembangunan dapur di daerah yang masih kekurangan. Menurutnya, perencanaan MBG harus mempertimbangkan jumlah sasaran penerima manfaat di masing-masing daerah.

“Di Jawa, dapur operasional, tetapi jangan disamaratakan. Karena jumlah dapurnya, kalau tidak salah, kelebihan operasional sekitar 7 ribuan. Kalau disisir, jangan-jangan hanya di Jawa. Di daerah lain kan kurang,” ujarnya.

Obon menegaskan, surplus kapasitas di satu wilayah tidak boleh menghambat pemenuhan kebutuhan di wilayah lain. Ia meminta BGN menjadikan kondisi tersebut sebagai bahan evaluasi agar distribusi dapur MBG lebih proporsional dan berkeadilan.

“Nah, jangan begitu ada kelebihan 7 ribu, maka programnya dihentikan. Yang sudah penuh, ya sudah penuh. Tetapi daerah lain bagaimana? Ini ada bentuk ketidakseimbangan. Ada yang kelebihan di Jawa, sementara di sini malah kekurangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, berbagai masukan yang diperoleh dari Pemerintah Kota Palangka Raya akan menjadi bahan pembahasan Komisi IX DPR RI bersama instansi terkait. Dengan demikian, evaluasi pelaksanaan MBG dapat menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Masukan-masukan tadi merupakan masukan yang konkret dari pemerintah kota. Kami di Komisi IX, dalam rapat dengar pendapat dengan instansi terkait, akan menyampaikan ini semua,” pungkasnya. (amar)

BGN DPR RI Komisi IX MBG Obon Tabroni
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Irma Suryani: Dokter IGD Terlibat Narkoba Harus Diberhentikan

Juli 24, 2026

Komisi IX DPR Desak Pengusutan Tuntas Kasus Dokter RSUD Sampang yang Diduga Gunakan Sabu

Juli 24, 2026

Momen HAN 2026: Cucun Harap Semua Anak RI Bebas Stunting, Punya Kesempatan Sekolah yang Baik

Juli 24, 2026
Berita Terkini

Irma Suryani: Dokter IGD Terlibat Narkoba Harus Diberhentikan

Juli 24, 20262 Views

Komisi IX DPR Desak Pengusutan Tuntas Kasus Dokter RSUD Sampang yang Diduga Gunakan Sabu

Juli 24, 20263 Views

Momen HAN 2026: Cucun Harap Semua Anak RI Bebas Stunting, Punya Kesempatan Sekolah yang Baik

Juli 24, 20262 Views

Kunjungan ke Tambang BSI, Komisi IV DPR Bahas CSR hingga Keluhan Nelayan

Juli 24, 20261 Views

Tinjau Rantai Budidaya Lobster, Melati Komisi IV DPR Soroti Peluang bagi Nelayan

Juli 24, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Buka Sidang Kaukus AIPA, Puan Bicara Penguatan Sentralitas ASEAN dan Nilai-nilai ASEAN WAY

Juli 22, 202626 Views

BKSAP Dorong ASEAN Harmonisasi Regulasi Dan Keamanan Siber

Juli 22, 202616 Views

Dave Laksono: Indonesia Harus Dorong Diplomasi dan Siapkan Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Juli 23, 202612 Views
Pilihan Editor

Irma Suryani: Dokter IGD Terlibat Narkoba Harus Diberhentikan

Juli 24, 2026

Komisi IX DPR Desak Pengusutan Tuntas Kasus Dokter RSUD Sampang yang Diduga Gunakan Sabu

Juli 24, 2026

Momen HAN 2026: Cucun Harap Semua Anak RI Bebas Stunting, Punya Kesempatan Sekolah yang Baik

Juli 24, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?