MataParlemen.id-Setelah lima pekan saling bombardir dengan kerusakan masif, Amerika Serikat dan  Iran akhirnya sepakat melakukan gencatan senjata selama dua pekan.

Gencatan senjata yang diusulkan Pakistan disepakati Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu ancaman untuk melancarkan serangan besar ke Iran.

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyatakan setuju menangguhkan pengeboman dan serangan ke Iran selama dua pekan, dengan syarat Iran segera membuka  Selat Hormuz.

Sementara itu, Iran juga dikabarkan menerima tawaran Pakistan untuk melakukan gencatan senjata. Iran akan membuka lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz selama dua minggu.

Baca juga:

Jeda ini akan dimanfaatkan untuk melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat guna mengakhiri perang

Iran dan Amerika Serikat sepakat gencatan selama dua pekan pada Selasa (7/4/2026) usai perang selama lebih dari sebulan sejak 28 Februari lalu.

Bagi Iran, gencatan senjata ini adalah kemenangan sebab Amerika Serikat menyepakati 10 tuntutan yang diajukan Teheran untuk gencatan dan memulai perundingan.

“Selama periode ini [gencatan dua pekan], penting untuk menjaga persatuan nasional secara penuh serta melanjutkan perayaan kemenangan dengan kuat,” demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Selasa (7/4/2026).

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengeluarkan pernyataan soal gencatan senjata. Dalam rilis itu, dia turut menyinggung pembukaan Selat Hormuz. Selat ini ditutup sejak AS dan Israel meluncurkan operasi ke Iran.

“Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” kata dia di X pada Selasa (7/4/2026) malam.

Sementara itu, Presiden Donald Trump tetap mengklaim kemenangan atas Iran dan menyatakan bahwa Teheran telah mengajukan proposal gencatan senjata yang layak.

“Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah,” tulis Trump di media sosialnya.

“Alasan kami melakukan ini adalah karena kami telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan kesepakatan definitif terkait perdamaian jangka panjang dengan Iran dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan menilai itu sebagai dasar yang dapat digunakan untuk bernegosiasi,” ujarnya menambahkan.

Trump menjelaskan bahwa dua minggu ke depan akan digunakan untuk merampungkan kesepakatan dengan Iran. Ia juga menyampaikan optimisme bahwa berbagai perbedaan yang ada sebelumnya telah berhasil dijembatani.

“Hampir semua poin perbedaan antara Amerika Serikat dan Iran telah disepakati,” kata Trump.

Berikut 10 poin tuntutan Iran ke AS yang akhirnya diterima Trump dan menghasilkan gencatan senjata dua pekan, dikutip media semi pemerintah Iran Tasnim News Agency.

 1. AS pada prinsipnya harus berkomitmen untuk menjamin non-agresi

2. Kontrol Iran yang berkelanjutan atas Selat Hormuz

3. Hak pengayaan uranium Iran harus diterima

4. Pencabutan semua sanksi primer

5. Pencabutan semua sanksi sekunder

6. Pembatalan semua resolusi Dewan Keamanan PBB

7. Pembatalan semua resolusi Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA)

8. Pembayaran kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan terhadap Iran

9. Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan

10. Penghentian perang di semua front, termasuk melawan perlawanan Islam yang heroik di Lebanon. (ira)

Share.
Exit mobile version