MataParlemen.id- Pemerintah diminta perlu memastikan bahwa setiap investasi yang masuk ke Indonesia tidak hanya mengejar besaran nilai saja, tetapi juga harus memperhatikan kualitas dan dampaknya terhadap pembangunan berkelanjutan.
Penegasan disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI Cornelis usai Rapat Kerja Komisi XII DPR RI dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani terkait pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
“Kita tentu tidak menginginkan investasi yang hanya datang untuk mengambil kekayaan alam kita, tetapi tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah, bahkan pada akhirnya hanya meninggalkan kerusakan lingkungan dan persoalan sosial,” ujar Cornelis mengutip laman resmi DPR RI.
Menurut Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini, harapan itu sesuai dengan arah kebijakan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang menekankan pentingnya investasi berkualitas dan berkelanjutan. Menurutnya, Indonesia perlu membuka peluang investasi seluas-luasnya, namun tetap mengedepankan kepentingan nasional.
“Kita membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi, tetapi bukan untuk investasi yang mengambil kekayaan Indonesia tanpa meninggalkan manfaat. Kita menginginkan investasi yang tumbuh bersama masyarakat, memajukan daerah, menjaga lingkungan, dan memperkuat Indonesia,” katanya.
Target investasi nasional yang ditetapkan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen memerlukan dukungan kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Cornelis mendukung langkah Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam menjaga iklim investasi sekaligus mendorong masuknya investasi yang berkualitas.
“Target ini tentu tidak mudah. Oleh karena itu, upaya Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam menjaga iklim investasi nasional patut didukung, termasuk melalui penguatan anggaran dan program-program strategis yang dijalankan,” ujarnya.
Mantan Gubernur Kalimantan Barat ini menjelaskan, investasi yang berkualitas adalah investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi, memperkuat perekonomian daerah, serta memberikan kontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, dukungan anggaran yang memadai diperlukan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan memastikan investasi yang masuk mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dukungan anggaran yang memadai merupakan investasi negara untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memastikan investasi yang masuk benar-benar berdampak bagi kesejahteraan rakyat dan kemajuan daerah,” tegas Cornelis. (har)





