Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Komisi IX DPR RI Dorong Permenkes Untuk Lindungi Pasien Dari MalPraktek

Oktober 7, 2026

Resmi Jadi Ketua KWP 2026-2028, Rafyq Panjaitan: Kita Buat Makin Paten

Oktober 8, 2026

Komitmen Presiden Prabowo Hadirkan Subsidi Biaya Haji 2027

Oktober 7, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju
Nasional

Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju

RedaksiBy RedaksiJuli 26, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan bahwa Indonesia hanya memiliki satu kesempatan untuk memanfaatkan bonus demografi sebagai jalan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) menuju negara maju. Peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila generasi muda dipersiapkan menjadi pemimpin yang berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menjawab tantangan global.

Hal itu disampaikan Bima saat menyampaikan orasi ilmiah bertema “Generasi Adaptif di Era Bonus Demografi: Membangun Kepemimpinan Digital, Kompetensi Masa Depan, dan Kolaborasi untuk Indonesia 2045” pada Sidang Terbuka Senat Universitas Garut dalam rangka Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan XLIV Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 di Garut, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2026).

“Indonesia akan menjadi negara maju kalau kita bisa naik kelas dalam waktu 20 tahun. Masalahnya adalah kita hanya akan bisa naik kelas kalau bisa memanfaatkan bonus demografi,” ujar Bima.

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini didominasi penduduk usia produktif sehingga memiliki modal besar untuk mempercepat pembangunan.

Namun, bonus demografi tidak akan otomatis mengantarkan Indonesia menjadi negara maju apabila generasi mudanya tidak dipersiapkan dengan kompetensi dan karakter yang mampu menjawab perubahan zaman.

Bima mengatakan, transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah mengubah kebutuhan dunia kerja dan tata kelola pemerintahan.

Oleh karena itu, generasi muda perlu menguasai kompetensi masa depan, seperti AI, big data, ilmu komputer, robotika, sistem informasi, dan analisis data.

Sebagai contoh penerapan transformasi digital, Bima mengatakan, Kemendagri telah memanfaatkan AI untuk mendukung pengelolaan talenta aparatur sipil negara (ASN) agar penempatan pegawai semakin tepat sesuai dengan kompetensinya.

“Kalau saya ditanya mana yang lebih menentukan, kompetensi atau karakter, saya katakan 70 sampai 80 persen adalah tentang karakter,” tegasnya.

Bima menambahkan, penguasaan teknologi tidak akan memberikan dampak optimal tanpa didukung integritas, disiplin, kejujuran, kemampuan beradaptasi, dan semangat belajar sepanjang hayat.

Ia menegaskan, banyak orang berhasil bukan semata karena kecerdasan akademik, melainkan karena memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Bima mengajak para wisudawan menjadi pemimpin yang terbuka terhadap perbedaan, mampu berkolaborasi, menjaga keseimbangan hidup, serta membangun jejaring yang luas.

Pemimpin masa depan diukur bukan hanya dari kemampuan pribadi, melainkan juga dari kemampuannya bekerja sama dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, Bima mengingatkan agar para lulusan menjadikan adab sebagai fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Karakter yang baik, katanya, akan membentuk pola pikir, memengaruhi tindakan, melahirkan kebiasaan positif, dan pada akhirnya menentukan masa depan seseorang.

Ia meyakini inovasi, kepemimpinan, dan semangat pengabdian para lulusan akan menjadi modal penting untuk memajukan Kabupaten Garut sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (awn)

Bima Arya Sugiarto Bonus Demografi Negara Maju Wamendagri
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Realisasi Investasi Tumbuh,Hilirisasi Naik Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

Oktober 7, 2026

Menkeu Beri Sinyal Belanja APBN 2026 Naik

Oktober 6, 2026

Menaker : RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jamin Keadilan

Oktober 6, 2026
Berita Terkini

Resmi Jadi Ketua KWP 2026-2028, Rafyq Panjaitan: Kita Buat Makin Paten

Oktober 8, 20262 Views

RUU Hak Cipta Akan Atur Royalti Musik , A1 Hingga Karya Jurnalistik

Oktober 8, 20260 Views

Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres Ojol

Oktober 8, 20261 Views

Pimpinan DPR Tetapkan Bahtra Banong Sebagai Ketua Panja RUU Pemilu

Oktober 8, 20261 Views

Ganggu Ekonomi dan Stabilitas Politik, Gerindra Minta Polemik Ijazah Gibran Distop

Oktober 8, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Komisi IX DPR RI Dorong Permenkes Untuk Lindungi Pasien Dari MalPraktek

Oktober 7, 20269 Views

Komitmen Presiden Prabowo Hadirkan Subsidi Biaya Haji 2027

Oktober 7, 20265 Views

Tiga Tahun Peristiwa 7 Oktober, Sukamta: Jangan Memotong Sejarah Palestina

Oktober 7, 20264 Views
Pilihan Editor

Resmi Jadi Ketua KWP 2026-2028, Rafyq Panjaitan: Kita Buat Makin Paten

Oktober 8, 2026

RUU Hak Cipta Akan Atur Royalti Musik , A1 Hingga Karya Jurnalistik

Oktober 8, 2026

Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres Ojol

Oktober 8, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?