Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

DPR Tegaskan Perlu Label Batas Konsumsi MBG Serta Perkuat Pengawasan Dapur

Agustus 12, 2026

Kawendra Kecam Keras Promosi Miras “Newport” Dengan Ayat Al-Qur’an

Agustus 11, 2026

Hadiri P5HAM di Medan, Maruli Siahaan Komisi XIII DPR Ingatkan Penghormatan HAM Harus Dimulai dari Kehidupan Sehari-hari

Agustus 3, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Hendry : Pengusaha Dan Pengembang Industri Perhatikan Buffer Zona Kawasan Industri
DPR

Hendry : Pengusaha Dan Pengembang Industri Perhatikan Buffer Zona Kawasan Industri

RedaksiBy RedaksiAgustus 1, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Anggota Panitia Kerja (Panja) Kawasan Industri Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menekankan pentingnya pengembang dan perusahaan industri memperhatikan keberadaan zona penyangga (buffer zone) dalam pembangunan kawasan industri.

Langkah ini ia tegaskan menyusul maraknya masukan dari masyarakat terkait belum optimalnya penerapan zona penyangga di sejumlah kawasan industri.

Hendry mengungkapkan bahwa buffer zone merupakan elemen krusial dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas industri, kelestarian lingkungan, serta kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya.

“Kita di Panja Kawasan Industri mendapatkan masukan terkait kawasan penyangga atau buffer zone. Buffer zone pada kawasan industri sangat penting untuk melindungi keselamatan warga, menjaga lingkungan hidup, dan mengurangi risiko bahaya. Area kosong atau ruang terbuka hijau ini mengurangi lokasi pabrik dari organisasi,” kata Hendry dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).

Legislator dari Fraksi PKS itu menilai, kawasan industri tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga wajib memperhatikan aspek lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

Menurutnya zona penyangga berperan sebagai area pemisah yang menekan dampak negatif aktivitas industri terhadap lingkungan sekitar, seperti melalui penanaman vegetasi, penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), hingga pengaturan jarak aman.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan kawasan penyangga bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban yang telah diatur dalam undang-undang.

Beberapa di antaranya adalah Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian beserta aturan turunannya, serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Regulasi sudah jelas mengamanatkan bahwa setiap kawasan industri harus memperhatikan daya dukung lingkungan dan keselamatan sekitar masyarakat. Buffer zone adalah bagian dari itu. Jika ini diabaikan maka potensi konflik sosial dan kerusakan lingkungan akan semakin besar,” tegas Hendry.

Sebagai anggota Panja Kawasan Industri, Hendry terus mendorong terciptanya keseimbangan antara sektor industri, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Ia juga meminta pemerintah daerah dan pengelola kawasan industri untuk lebih serius merancang serta mengelola zona penyangga sesuai standar yang berlaku.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi kawasan industri yang mengabaikan aspek penyangga ini. Keberhasilan pembangunan industri, tegasnya, tidak hanya diukur dari nilai investasi dan volume produksi, melainkan juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan lingkungan.

“Pembangunan industri harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Buffer zone bukan sekedar pelengkap, tapi kebutuhan utama dalam menciptakan kawasan industri yang berkelanjutan,” tutupnya.(erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Anggota Komisi I DPR Iman Sukri Meminta Pemerintah Terbitkan Travel Warning Ke Timur Tengah

Agustus 12, 2026

DPR Tegaskan Perlu Label Batas Konsumsi MBG Serta Perkuat Pengawasan Dapur

Agustus 12, 2026

Sahroni Minta Polri Usut Dalang Di Balik Industri Penyebaran Hoaks Di Medsos

Agustus 11, 2026
Berita Terkini

Anggota Komisi I DPR Iman Sukri Meminta Pemerintah Terbitkan Travel Warning Ke Timur Tengah

Agustus 12, 20260 Views

Pemerintah Kembali Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 150 Ribu Peserta

Agustus 12, 20261 Views

DPR Tegaskan Perlu Label Batas Konsumsi MBG Serta Perkuat Pengawasan Dapur

Agustus 12, 20262 Views

Sukses China Bangun Wilayah Jadi Inspirasi Kembangkan Kawasan Transmigrasi di Indonesia

Agustus 11, 20260 Views

Sahroni Minta Polri Usut Dalang Di Balik Industri Penyebaran Hoaks Di Medsos

Agustus 11, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Mulyadi: Keterbatasan Anggaran Jangan Hentikan Perjuangan Pemekaran Bogor Timur

Agustus 10, 202632 Views

Sejumlah Tokoh Dorong Sejarah Perjuangan Pendirian Kabupaten Kepulauan Meranti Dibukukan

Agustus 8, 202612 Views

KWP Minta Anggota DPR Deddy Sitorus Minta Maaf Atas Pernyataan Diduga Menghina Profesi Wartawan 1X24 Jam

Juli 30, 20268 Views
Pilihan Editor

Anggota Komisi I DPR Iman Sukri Meminta Pemerintah Terbitkan Travel Warning Ke Timur Tengah

Agustus 12, 2026

Pemerintah Kembali Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 150 Ribu Peserta

Agustus 12, 2026

DPR Tegaskan Perlu Label Batas Konsumsi MBG Serta Perkuat Pengawasan Dapur

Agustus 12, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?