Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

DPR Dukung Pemerintah Tolak Visa Konser Israel Houghton Di Jakarta

Oktober 7, 2026

Gugatan Ijazah Gibran Tidak Dapat Diterima MK

Oktober 6, 2026

RUU Perampasan Aset Disetujui Semua Fraksi Masuk Pembahasan Tingkat I

Oktober 6, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Giri Ramanda Tegaskan Usulan Kenaikan Gaji Kepala Daerah Dinilai Tidak Etis
DPR

Giri Ramanda Tegaskan Usulan Kenaikan Gaji Kepala Daerah Dinilai Tidak Etis

RedaksiBy RedaksiAgustus 7, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Anggota Komisi II DPR RI, Giri Ramanda Kiemas, menanggapi wacana usulan kenaikan gaji dan tunjangan bagi kepala daerah yang disampaikan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).

Legislator dari Fraks PDI Perjuangan itu meminta agar realisasi dari usulan tersebut ditunda terlebih dahulu, mengingat perlunya efisiensi anggaran yang saat ini tengah diterapkan oleh pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Kajian-kajian untuk kenaikan pendapatan unsur pemerintahan daerah bisa dilakukan, tetapi mengingat kondisi efisiensi anggaran di pusat dan daerah, peningkatan pendapatan kepala daerah harus ditunda dulu,” kata Giri, pada Kamis (6/8/2026).

Giri menekankan bahwa usulan kenaikan gaji dan tunjangan tersebut sangat tidak etis di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tertekan, dan terkesan kurangnya rasa empati serta keadilan sosial.

“Ini masalah rasa keadilan kita dengan masyarakat yang sedang mengalami penurunan tingkat penghidupan,” katanya.

Legislator asal Sumatera Selatan ini juga menepis keras narasi yang kerap menjadikan rendahnya gaji sebagai dalih utama para kepala daerah melakukan tindak pidana korupsi.

Giri menegaskan bahwa akar dari korupsi adalah krisis integritas personal kepala daerah, dan bukan soal besar-kecilanya nominal pendapatan yang didapat.

“Korupsi bukan soal besar-kecilnya gaji, tapi soal integritas dan tanggung jawab terhadap amanat rakyat. Kalau ukurannya pendapatan kurang dan menjadi penyebab korupsi akan menjadi absurd argumen ini,” tegas Giri.

Lebih lanjut, Giri menjelaskan bahwa terdapat aspek-aspek lain yang menyebabkan terjadinya tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh kepala daerah.

“Aspek saat pencalonan yang berbiaya tinggi, aspek tata kelola birokrasi yang belum baik, tuntutan sosial kemasyarakatan dan pendapatan yang kecil,” lanjut Giri.

Untuk itu, kata Giri, jika usulan kenaikan pendapatan kepala daerah ini ingin direalisasikan maka tata kelola sistem pemerintahan hingga regulasi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) harus diperbaiki terlebih dahulu.

“Jika ingin meningkatkan pendapatan perbaiki tata kelola pemerintahan, aturan pilkada dan semua harus dilakukan secara holistik dan komprehensif, tidak bisa parsial cara berpikirnya,” pungkasnya.(erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

DPR Setujui Dua Anggota BPK Terpilih Periode 2026-2031

Oktober 7, 2026

Setjen DPR Dorong Akselerasi Reformasi Birokrasi dan Inovasi Layanan Digital

Oktober 7, 2026

Paripurna DPR Sahkan RUU Satu Data Indonesia Jadi Undang-undang

Oktober 7, 2026
Berita Terkini

DPR Setujui Dua Anggota BPK Terpilih Periode 2026-2031

Oktober 7, 20260 Views

Setjen DPR Dorong Akselerasi Reformasi Birokrasi dan Inovasi Layanan Digital

Oktober 7, 20260 Views

Paripurna DPR Sahkan RUU Satu Data Indonesia Jadi Undang-undang

Oktober 7, 20260 Views

KPK Panggil Nusron Wahid Sebagai Saksi Kasus Korupsi HGB Bogor

Oktober 7, 20260 Views

DPR Dukung Pemerintah Tolak Visa Konser Israel Houghton Di Jakarta

Oktober 7, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20264 Views

Feeling Istri Jarang Meleset Soal Pasangan Hidupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Juli 25, 20264 Views

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 20263 Views
Pilihan Editor

DPR Setujui Dua Anggota BPK Terpilih Periode 2026-2031

Oktober 7, 2026

Setjen DPR Dorong Akselerasi Reformasi Birokrasi dan Inovasi Layanan Digital

Oktober 7, 2026

Paripurna DPR Sahkan RUU Satu Data Indonesia Jadi Undang-undang

Oktober 7, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?