MataParlemen.id-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menaruh perhatian serius terhadap literasi Al-Qur’an di Indonesia. Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid menyebut sekitar 70 persen masyarakat Indonesia masih buta huruf Al-Qur’an.
Hal tersebut disampaikan Kholid saat membuka kegiatan 12 Jam Marathon Qur’an di Aula Kantor DPTP PKS, Ahad (8/3/2026).
Acara ini dipandu oleh Musthofa Faruq, Mahmuda Rizaldi, Rezky Cocip, dan Yhuda Arifin.
Menurut Kholid, data tersebut menjadi tantangan besar bagi umat Islam di Indonesia.
Baca juga:
“Berdasarkan informasi dari Kementerian Agama, sekitar 70 persen masyarakat masih buta huruf Al-Qur’an, padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim. Ini indikator yang sangat mendasar,” ujarnya.
Karena itu, PKS menjadikan peningkatan literasi Al-Qur’an sebagai salah satu agenda penting dalam berbagai program Ramadhan.
Salah satu program yang digelar adalah 12 Jam Marathon Qur’an, yang bertujuan mendorong masyarakat lebih dekat dan lebih intens berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Selain itu, PKS juga sebelumnya mengadakan Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) yang diselenggarakan berjenjang mulai dari tingkat DPC, DPD, DPW hingga tingkat nasional.
“Hari ini merupakan bagian dari rangkaian final nasional MHQ. Ini salah satu ikhtiar untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” kata Kholid.
Ia menegaskan bahwa ke depan PKS akan mendorong program yang lebih serius untuk membantu masyarakat belajar membaca Al-Qur’an.
“Kita akan berupaya agar 70 persen masyarakat yang masih buta huruf Al-Qur’an ini bisa kita bantu untuk belajar membaca Al-Qur’an. Ini akan menjadi salah satu program utama dalam pemberantasan buta huruf Al-Qur’an,” jelasnya.
Selain itu, PKS juga menginisiasi program “Sehari Bersama Al-Qur’an”, di mana seluruh struktur PKS diminta membuat kegiatan yang mendorong masyarakat agar sehari penuh berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Dalam rangkaian program Ramadhan, PKS juga menggagas I’tikaf Nasional Kumpul Keluarga, yaitu i’tikaf yang dilakukan bersama keluarga untuk memperkuat spiritualitas sekaligus kedekatan antaranggota keluarga.
“Kami berharap berbagai program program ini dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di bulan Ramadhan,” pungkas Kholid. (ira)




