Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Ketua Fraksi PKS MPR RI Tifatul Sembirig Sampaikan Gagasan Konsep “Ekonomi Utara”

Juni 15, 2026

FORKABI Wadah untuk Merawat Warisan Budaya Betawi

Juni 16, 2026

Pemimpin adalah Orang yang Mampu mengubah Persepsi Publik, Bukan Hanya Ikuti Arus

Juni 15, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » FORKABI Wadah untuk Merawat Warisan Budaya Betawi
DPD

FORKABI Wadah untuk Merawat Warisan Budaya Betawi

RedaksiBy RedaksiJuni 16, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum FORKABI Achmad Azran (Bang Azran). (Foto: DPD RI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id- Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum FORKABI Achmad Azran, atau yang akrab disapa Bang Azran, menegaskan pentingnya penguatan organisasi dan transformasi digital sebagai langkah strategis untuk menjaga eksistensi serta meningkatkan daya saing masyarakat Betawi di tengah perubahan Jakarta menuju kota global.

Bagi Bang Azran, perjuangan untuk masyarakat Betawi bukan sekadar tugas sebagai senator atau pemimpin organisasi, melainkan panggilan hidup yang tumbuh dari akar identitasnya sebagai anak Betawi asli.

Lahir dan besar di lingkungan masyarakat Betawi, Bang Azran memahami secara langsung dinamika, tantangan, sekaligus harapan yang selama ini hidup di tengah masyarakat Betawi.

Perjalanan Bang Azran juga bukan perjalanan yang instan. Ia dikenal sebagai sosok yang tumbuh dari bawah, mengawali pengabdiannya sebagai pengurus FORKABI di wilayah Ciracas, Jakarta Timur. Dari proses panjang tersebut, ia merasakan langsung bagaimana organisasi menjadi wadah pemersatu masyarakat, tempat membangun solidaritas, sekaligus ruang untuk memperjuangkan kepentingan warga Betawi.

Karena itu, bagi Bang Azran, FORKABI bukanlah sekadar organisasi yang dipimpinnya hari ini. FORKABI adalah rumah perjuangan yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya selama bertahun-tahun. Ia bukan orang baru dalam perjuangan kebetawian, melainkan kader yang tumbuh, belajar, dan ditempa dari akar rumput hingga dipercaya memimpin organisasi dan mewakili masyarakat Jakarta di tingkat nasional.

Menurut Bang Azran, masa depan masyarakat Betawi harus dibangun melalui langkah yang terukur, adaptif, dan berorientasi jangka panjang. Dalam kerangka tersebut, penguatan FORKABI sebagai pusat konsolidasi masyarakat Betawi dan percepatan digitalisasi menjadi dua agenda utama yang saling melengkapi.

“Betawi merupakan suku tertua di Indonesia. Oleh karena itu, agar warisan budaya Betawi dapat terus terawat dari generasi ke generasi, dibutuhkan sebuah wadah yang kuat, yaitu FORKABI,” kata Bang Azran dalam keterangannya Selasa (16/6/2026).

Ayah dari empat anak dan tiga cucu itu menilai FORKABI memiliki posisi strategis sebagai rumah besar masyarakat Betawi yang mampu menyatukan berbagai organisasi, tokoh, ulama, pemuda, perempuan, dan elemen masyarakat dalam satu arah gerak yang terkoordinasi.

Menurutnya, FORKABI tidak hanya berfungsi sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi juga sebagai forum musyawarah strategis lintas generasi, pusat penyelarasan agenda sosial dan budaya, representasi kolektif masyarakat Betawi dalam advokasi kebijakan publik, serta pengarah konsolidasi yang inklusif dan berkelanjutan.

“FORKABI hadir menjadi pusat representasi atau epicentrum bagi masyarakat Betawi. Momentum ini kami jadikan ajakan untuk seluruh elemen Betawi agar bersatu padu. Bersama FORKABI, kita tingkatkan harkat dan martabat masyarakat Betawi, bukan hanya di Jakarta, tetapi juga di tingkat nasional,” ujarnya.

Bang Azran menilai konsolidasi yang kuat menjadi fondasi penting untuk mengakhiri fragmentasi internal sekaligus memperkuat posisi tawar masyarakat Betawi dalam dinamika pembangunan Jakarta maupun kebijakan nasional.

Sebagai putra Betawi yang lahir dari keluarga Betawi asli, Bang Azran memahami bahwa masyarakat Betawi memiliki kekayaan budaya, nilai-nilai kebersamaan, serta semangat gotong royong yang harus terus dijaga. Namun di saat yang sama, masyarakat Betawi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tidak menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri.

Karena itu, selain penguatan organisasi, Bang Azran juga menekankan pentingnya transformasi digital sebagai instrumen kebangkitan masyarakat Betawi. Menurutnya, digitalisasi tidak sekadar memanfaatkan teknologi, melainkan menjadi sarana memperluas partisipasi masyarakat, membangun pengaruh, dan meningkatkan kapasitas generasi muda.

Beberapa agenda yang menjadi fokus digitalisasi antara lain penguatan literasi sejarah dan budaya Betawi di ruang digital, pengembangan media dan kanal komunikasi kebetawian yang profesional, pemberdayaan generasi muda melalui pelatihan teknologi dan kewirausahaan digital, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

“Kehadiran yang kuat di ruang digital menjadi faktor penting agar budaya Betawi tetap relevan, dikenal luas, dan mampu beradaptasi dengan perubahan sosial maupun ekonomi yang berlangsung sangat cepat,” katanya.

Dalam pandangannya, FORKABI ke depan harus dibangun sebagai organisasi yang profesional, adaptif, inklusif, dan progresif. Ia menegaskan bahwa legitimasi organisasi harus lahir dari konsensus kolektif masyarakat Betawi, bukan dari kepentingan kelompok tertentu.

Bang Azran juga menekankan pentingnya menjaga independensi organisasi agar mampu bertahan lintas rezim dan tetap menjadi representasi yang kredibel bagi masyarakat Betawi. Menurutnya, kekuatan FORKABI harus bertumpu pada legitimasi sosial, legitimasi hukum, dan legitimasi representatif yang mampu mengakomodasi keberagaman unsur masyarakat Betawi.
Lebih dari itu, Bang Azran meyakini bahwa masa depan Betawi harus dibangun melalui kolaborasi antara para sesepuh, tokoh masyarakat, ulama, kaum intelektual, pelaku usaha, dan generasi muda. Menurutnya, kemajuan masyarakat Betawi hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen bergerak bersama dengan semangat persaudaraan dan kecintaan terhadap tanah kelahirannya.

“Legitimasi yang tumbuh dari bawah akan jauh lebih kuat dan tahan lama. FORKABI harus dibangun melalui kesepakatan kolektif, mengedepankan musyawarah, partisipasi generasi muda, serta tetap menjaga independensi demi kemajuan masyarakat Betawi,” pungkasnya.

Bagi Bang Azran, menjaga Betawi bukan hanya menjaga budaya, melainkan menjaga identitas, sejarah, dan martabat masyarakat yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia. Karena itu, perjuangan untuk Betawi harus terus dilanjutkan dengan semangat persatuan, inovasi, dan keberanian beradaptasi menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan akar budayanya.(har)

azran betawi bang azran DPD RI forkabi
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Monitoring Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 BPS Kabupaten Bungo, DPD RI: Jaga Akurasi dan Integritas Data

Juni 15, 2026

Senator Mirah Desak Penertiban Distribusi LPG 3 Kg di Pekat Dompu

Juni 11, 2026

SE 2026 dan KEM-PPKF RAPBN 2027: Komite IV DPD RI Dorang Penguatan BPS Perkuat Data Statistik Daerah

Juni 11, 2026
Berita Terkini

Investasi Harus Perhatikan Kualitas dan Dampaknya bagi Pembangunan Berkelanjutan

Juni 16, 202623 Views

FORKABI Wadah untuk Merawat Warisan Budaya Betawi

Juni 16, 202613 Views

Pemimpin adalah Orang yang Mampu mengubah Persepsi Publik, Bukan Hanya Ikuti Arus

Juni 15, 202627 Views

Komisi XIII DPR RI Persoalkan Kesenjangan Anggaran Komnas Perempuan dalam Raker RKA-K/L Tahun 2027

Juni 15, 202625 Views

Firman Soebagyo Kecewa Nelayan Tak Dilibatkan dalam Pembentukan Koperasi Desa Nelayan Merah Putih

Juni 15, 202624 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Ketua Fraksi PKS MPR RI Tifatul Sembirig Sampaikan Gagasan Konsep “Ekonomi Utara”

Juni 15, 20264 Views

Revisi UU Sisdiknas: Kesejahteraan Guru dan Dosen Jadi Perhatian Utama

Juni 12, 20264 Views

Perbesar Dukungan ke Daerah Melalui Program Inpres Jalan Daerah dan Inpres Irigasi

Juni 13, 20263 Views
Pilihan Editor

Investasi Harus Perhatikan Kualitas dan Dampaknya bagi Pembangunan Berkelanjutan

Juni 16, 2026

FORKABI Wadah untuk Merawat Warisan Budaya Betawi

Juni 16, 2026

Pemimpin adalah Orang yang Mampu mengubah Persepsi Publik, Bukan Hanya Ikuti Arus

Juni 15, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?