MataParlemen.id-Wakil
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada seluruh prajurit, purnawirawan dan keluarga besar TNI di seluruh Indonesia.
“Terima kasih atas pengabdian para prajurit yang selama ini menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI. TNI juga selalu hadir dalam berbagai keadaan sulit yang dihadapi masyarakat,” kata Sukamta, Selasa (6/10/2026).
Menurut dia, di tengah situasi dunia yang semakin tidak menentu, Indonesia tentu membutuhkan TNI yang kuat, profesional, modern dan tetap dekat dengan rakyat.
HUT TNI tahun ini, lanjut dia, terasa istimewa karena bersamaan dengan peresmian 204 satuan baru oleh Presiden Prabowo Subianto.
Di dalamnya terdapat enam Kodam baru, 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, serta sejumlah satuan baru di TNI AL dan TNI AU.
“Saya menyambut baik penguatan ini. Wilayah Indonesia sangat luas, terdiri atas ribuan pulau dan berada di kawasan yang sangat strategis,” katanya.
Selain itu, dinamika keamanan juga terus berkembang, sehingga kemampuan TNI untuk hadir dan bergerak cepat di seluruh wilayah Indonesia memang perlu terus diperkuat.
“Yang perlu kita pastikan selanjutnya adalah kesiapan setiap satuan baru tersebut,” ujarnya.
Diharapkan penambahan struktur perlu diikuti dengan kecukupan dan kualitas personel, alutsista, logistik, infrastruktur, sistem komando dan kendali, serta dukungan anggaran.
“Jangan sampai organisasinya tumbuh, tetapi kemampuan operasionalnya tidak tumbuh sebanding,” katanya.
Sebab, tujuan akhirnya tentu bukan sekadar bertambahnya Kodam, brigade, batalyon atau skadron.
“Yang ingin kita capai adalah meningkatnya daya tempur dan daya tangkal Indonesia,” katanya.
Diketahui, enam Kodam baru juga berada di wilayah dengan karakter yang berbeda-beda.
Kepulauan Riau (Kepri) mempunyai lingkungan strategis yang berbeda dengan DIY, NTT, NTB, Maluku Utara maupun Papua Tengah.
Karena itu, pengembangan masing-masing Kodam perlu mempertimbangkan kondisi geografis, demografis dan potensi ancaman di wilayahnya.
“Tidak harus semuanya dikembangkan dengan pola yang sama,” katanya.
Demikian pula dengan pembentukan satuan teritorial pembangunan dalam jumlah cukup besar.
Sebab, TNI mempunyai sejarah panjang dalam membantu masyarakat dan pembangunan di berbagai daerah.
Peran ini tentu penting, terutama di wilayah yang masih membutuhkan dukungan.
Namun, pelaksanaannya tetap perlu dijaga secara proporsional agar tugas utama TNI sebagai alat pertahanan negara tetap menjadi orientasi utama.
“Kita juga perlu melihat bahwa bentuk ancaman terus berubah. Hari ini kita berbicara tentang drone, rudal presisi, sistem tanpa awak, serangan siber, kecerdasan buatan, peperangan elektronik dan operasi informasi,” katanya.
Politisi PKS in menilai penguatan struktur kewilayahan perlu berjalan beriringan dengan modernisasi alutsista, penguasaan teknologi, penguatan intelijen serta peningkatan kemampuan operasi gabungan antarmatra.
Pada akhirnya, keberhasilan pembentukan 204 satuan baru ini akan terlihat dari hasilnya: apakah TNI menjadi semakin siap, semakin cepat merespons ancaman dan semakin “mampu menjaga seluruh wilayah Indonesia.
Itu yang perlu kita dukung sekaligus kita kawal bersama,” tegasnya..
“Selamat HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia. Semoga TNI semakin profesional, modern dan kuat, tetap bersama rakyat serta senantiasa menjadi penjaga kedaulatan Republik Indonesia. Dirgahayu TNI ke-81,” imbuhnya. (awn)





