Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Menkeu: PFII Jadikan Indonesia sebagai Emerging Economy Powerhouse di Kancah Global

Juli 21, 2026

Ketua Panja RUU PFII Optimistis Indonesia Kejar Persaingan Pusat Finansial Global

Juli 22, 2026

KKP Integrasikan 11 Kampus Menjadi Ocean Institute of Indonesia, Fokus SDM Unggul

Juli 22, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Babinsa Dikerahkan Awasi Kepatuhan Pajak, Komisi I DPR RI: Apa Alasan Kebutuhannya?
DPR

Babinsa Dikerahkan Awasi Kepatuhan Pajak, Komisi I DPR RI: Apa Alasan Kebutuhannya?

RedaksiBy RedaksiJuli 22, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyoroti kebijakan pelibatan TNI dalam kegiatan pengawasan kepatuhan wajib pajak. Ia pun mempertanyakan alasan kebutuhan pelibatan TNI dalam program tersebut.

TB Hasanuddin menyatakan, pelibatan TNI pada prinsipnya dimungkinkan sepanjang mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, khususnya Pasal 7 mengenai Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Namun, ia mengingatkan bahwa pelibatan tersebut harus memiliki dasar kebutuhan yang jelas dan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Secara aturan, pelibatan TNI dalam OMSP memang dimungkinkan. Namun, yang perlu dijelaskan adalah apakah Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Pajak, memang telah meminta bantuan kepada TNI,” tegas TB Hasanuddin, Selasa (21/7/2026).

“Jika benar demikian, apa alasan kebutuhannya tersebut? Apakah karena kekurangan personel atau terdapat kendala lain dalam pelaksanaan pengawasan wajib pajak?” ujarnya.

Seperti diketahui, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengubah pola pengawasan kepatuhan wajib pajak dengan membangun jejaring informasi hingga tingkat desa yang tidak hanya mengandalkan petugas pajak, tetapi juga Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI dan Bhabinkamtibmas Polri.

Babinsa dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dilibatkan untuk membantu memetakan potensi perpajakan di lapangan, pengawasan wajib pajak yang telah terdaftar, wajib pajak yang belum terdaftar, maupun pengawasan berbasis wilayah.

Aturan pelibatan TNI dan Polri dalam kegiatan pengawasan kepatuhan wajib pajak itu tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-8/PJ/2026 tentang Pedoman Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak. Aturan terbaru ini menuai polemik di tengah masyarakat.

Sementara itu, pihak Markas Besar (Mabes) TNI mengaku belum ada pembahasan tentang rencana DJP menggandeng Babinsa untuk membantu mengawasi kepatuhan pajak.

Terkait hal ini, TB Hasanuddin menyebut Pemerintah perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar masyarakat memahami urgensi pelibatan aparat TNI dalam kegiatan tersebut dan tidak menimbulkan berbagai spekulasi.

Dan apabila personel TNI memang dilibatkan, kata TB Hasanuddin, Babinsa perlu memperoleh pembekalan yang memadai mengenai tugas yang akan dijalankan. Pendekatan yang digunakan pun dinilai harus mengedepankan pelayanan kepada masyarakat dan tidak menimbulkan kesan intimidatif.

“Kehadiran personel TNI berseragam dinas dengan atribut lengkap jangan sampai menimbulkan rasa takut atau membuat masyarakat merasa terintimidasi saat menjalankan kewajiban perpajakan. Pendekatan yang dilakukan harus tetap humanis dan edukatif,” pungkas politisi PDI-Perjuangan itu. (amar)

Babinsa DPD RI Kepatuhan pajak Komisi I Pelibatan TNI TB Hasanuddin
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

DPR Setujui Sembilan Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029

Juli 22, 2026

Ketua Panja RUU PFII Optimistis Indonesia Kejar Persaingan Pusat Finansial Global

Juli 22, 2026

Cakupan Universal Health Coverage Tulungagung Jatim Masih 84 Persen, Komisi IX DPR Tekankan Peran Kepala Daerah

Juli 22, 2026
Berita Terkini

KKP Integrasikan 11 Kampus Menjadi Ocean Institute of Indonesia, Fokus SDM Unggul

Juli 22, 20261 Views

Babinsa Dikerahkan Awasi Kepatuhan Pajak, Komisi I DPR RI: Apa Alasan Kebutuhannya?

Juli 22, 20261 Views

DPR Setujui Sembilan Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029

Juli 22, 20261 Views

Ketua Panja RUU PFII Optimistis Indonesia Kejar Persaingan Pusat Finansial Global

Juli 22, 20262 Views

Cakupan Universal Health Coverage Tulungagung Jatim Masih 84 Persen, Komisi IX DPR Tekankan Peran Kepala Daerah

Juli 22, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

HUT Ke-59 DNIKS, Effendy Choirie Tawarkan 5 Agenda Pemberantasan Kemiskinan yang Harus Menjadi Gerakan Nasional

Juli 18, 202616 Views

Bangun Tata Kelola Transparan, Solehulhadi Kembali Diminta Pimpin KABAPIN

Juli 17, 202613 Views

PWI Pusat Ingatkan Hotman Paris Jaga Etika dan Hormati Kemerdekaan Pers

Juli 19, 202611 Views
Pilihan Editor

KKP Integrasikan 11 Kampus Menjadi Ocean Institute of Indonesia, Fokus SDM Unggul

Juli 22, 2026

Babinsa Dikerahkan Awasi Kepatuhan Pajak, Komisi I DPR RI: Apa Alasan Kebutuhannya?

Juli 22, 2026

DPR Setujui Sembilan Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029

Juli 22, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?