Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

DPR Perkuat Fungsi Pengawasan Kawal Aktivitas Pasar Modal

Juni 18, 2026

Perkuat Struktur Ekonomi dan Diversifikasi Perdagangan Cara Cegah Rupiah Tak Bergantung pada Dolar

Juni 18, 2026

OJK, dan Direksi Baru BEI Koordinasi Dengan DPR, Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa

Juni 18, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » ASEAN Didorong Miliki Mata Uang Regional
Peristiwa

ASEAN Didorong Miliki Mata Uang Regional

RedaksiBy RedaksiJuni 18, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Sinergi dan Kolaborasi Bersama Menguatkan Rupiah, RI Tak Lagi Bergantung Pada Dolar” yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026). (Foto: MataParlemen.id)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemem.id — Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan internasional, perlu terus diperkuat melalui perluasan penggunaan transaksi mata uang lokal atau Local Currency Settlement (LCS). Menurut dia, langkah tersebut menjadi penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi kawasan dan mengurangi risiko gejolak akibat dominasi dolar dalam sistem keuangan global.

“Sebelum dolar menjadi mata uang utama dunia, perdagangan global pernah menggunakan emas sebagai acuan nilai,” ungkap Huda, dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema
diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Bersama Menguatkan Rupiah, RI Tak Lagi Bergantung Pada Dolar”, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Namun, lanjut Huda, seiring berkembangnya ekonomi global dan meningkatnya cadangan emas Amerika Serikat pada masa lalu, dolar kemudian mengambil peran sebagai alat pembayaran internasional yang paling dominan.

“Pada awalnya nilai perdagangan dipatok dengan emas. Ketika sistem itu berubah, dolar menjadi standar karena didukung cadangan emas yang besar dan digunakan secara luas dalam perdagangan internasional,” katanya lagi.

Meski sejumlah negara kini mulai mengembangkan skema transaksi menggunakan mata uang lokal, Huda menilai pengaruh dolar masih sangat kuat. Dalam praktik LCS, nilai tukar antar mata uang masih kerap mengacu pada dolar sebagai mata uang perantara sehingga fluktuasi dolar tetap memengaruhi transaksi internasional.

Menurut dia, dominasi dolar tidak hanya ditopang oleh kekuatan ekonomi Amerika Serikat, tetapi juga oleh luasnya jaringan perdagangan global yang menggunakan mata uang tersebut. Akibatnya, banyak negara tetap menjadikan dolar sebagai referensi utama dalam transaksi lintas negara maupun pengukuran nilai tukar.

Huda mengatakan pengembangan LCS seharusnya tidak dipahami sebagai upaya menghapus penggunaan dolar secara total. Sebaliknya, kebijakan tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap ketersediaan dolar dan memperbesar porsi penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral.

“Tujuannya bukan mengeluarkan dolar dari sistem perdagangan, tetapi mengurangi ketergantungan terhadap dolar sehingga transaksi bisa lebih banyak menggunakan mata uang masing-masing negara,” ujarnya.

Lebih jauh, Huda mendorong negara-negara ASEAN untuk mulai memikirkan pembentukan mata uang regional yang dapat digunakan secara luas di kawasan, serupa dengan euro di Eropa. Menurut dia, keberadaan mata uang regional akan memperkuat integrasi ekonomi ASEAN sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap mata uang negara lain.

Ia mencontohkan keberhasilan Uni Eropa yang mampu membangun sistem transaksi antarnegara anggota tanpa bergantung sepenuhnya pada dolar karena didukung penggunaan euro yang luas dan mekanisme kelembagaan yang kuat.

“Ketika transaksi antarnegara Eropa dilakukan dengan euro, ketergantungan terhadap dolar menjadi jauh berkurang. ASEAN seharusnya bisa mengarah ke model seperti itu dalam jangka panjang,” katanya.

Namun, Huda mengakui pembentukan mata uang regional ASEAN bukan perkara mudah. Langkah tersebut membutuhkan kesepakatan politik, harmonisasi kebijakan ekonomi, serta perjanjian internasional yang kuat di antara negara-negara anggota.

Di sisi lain, ia menyoroti masih tingginya dominasi dolar dalam cadangan devisa dan transaksi global. Kondisi itu membuat proses transisi menuju sistem pembayaran yang lebih beragam tidak dapat dilakukan secara instan.

Karena itu, Huda menilai perluasan implementasi LCS tetap menjadi langkah paling realistis saat ini. Selain memperkuat posisi mata uang lokal, kebijakan tersebut juga dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi domestik dari tekanan eksternal yang berasal dari pergerakan dolar AS. (har)

Celios DPR Mata uang asean Mata uang regional
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

OJK, dan Direksi Baru BEI Koordinasi Dengan DPR, Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa

Juni 18, 2026

Kunker Bareng BPJPH di Pati, Sri Wulan: Ekosistem Halal Mampu Tingkatkan Daya Saing Usaha

Juni 18, 2026

Pemimpin adalah Orang yang Mampu mengubah Persepsi Publik, Bukan Hanya Ikuti Arus

Juni 15, 2026
Berita Terkini

Program Serap Aspirasi Masyarakat MPR RI: Senator Jawa Barat Gandeng Lansia

Juni 19, 202625 Views

DPR Perkuat Fungsi Pengawasan Kawal Aktivitas Pasar Modal

Juni 18, 202627 Views

ASEAN Didorong Miliki Mata Uang Regional

Juni 18, 202613 Views

Perkuat Struktur Ekonomi dan Diversifikasi Perdagangan Cara Cegah Rupiah Tak Bergantung pada Dolar

Juni 18, 202627 Views

OJK, dan Direksi Baru BEI Koordinasi Dengan DPR, Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa

Juni 18, 20266 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

DPR Perkuat Fungsi Pengawasan Kawal Aktivitas Pasar Modal

Juni 18, 20267 Views

OJK, dan Direksi Baru BEI Koordinasi Dengan DPR, Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa

Juni 18, 20266 Views

Ketua Fraksi PKS MPR RI Tifatul Sembirig Sampaikan Gagasan Konsep “Ekonomi Utara”

Juni 15, 20264 Views
Pilihan Editor

Program Serap Aspirasi Masyarakat MPR RI: Senator Jawa Barat Gandeng Lansia

Juni 19, 2026

DPR Perkuat Fungsi Pengawasan Kawal Aktivitas Pasar Modal

Juni 18, 2026

ASEAN Didorong Miliki Mata Uang Regional

Juni 18, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?